Program Aplikasi Sekolah, Jembatan Penghubung Sekolah dengan Masyarakat

Oleh: Desmalinda,
Guru SMAN 10 Padang

Desmalinda, Guru SMAN 10 Padang

Perkembangan teknologi informatika yang sedemikian pesat membawa dampak pada dunia pendidikan kita. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan dengan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana untuk memperlancar proses pendidikan dan pembelajaran. Pemanfaatan ini diyakini sangat mendukung upaya peningkatan keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam berbagai kegiatan pendidikan peranan teknologi sudah terbukti sangat membantu kelancaran prosesnya. Oleh karena itulah, maka diharapkan seluruh elemen pendidikan menyadari pentingnya peranan teknologi bagi dunia pendidikannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 22, 2009

ICW: Wajib Curiga, Kenapa UN Ngotot Dipertahankan?

ICW: Wajib Curiga, Kenapa UN Ngotot Dipertahankan?

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tingkat pelaksanaannya, Ujian Nasional (UN) masih menemui banyak masalah, khususnya pada siswa. Sementara dari sisi alokasi anggarannya pun tidak pernah terbuka kepada publik dan dievaluasi secara menyeluruh dan mendasar.

Besarnya keinginan pemerintah untuk tetap mempertahankan UN dan menyelenggarakannya hingga tahun ajaran 2010/2011 ini patut dikatakan cukup mengherankan. Satu hal yang perlu diamati adalah pada aspek anggaran.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 20, 2009

Professionalisme guru : Fasilitator vs content transmitter

Professionalisme guru :
Fasilitator vs content transmitter

Oleh : M. Haris Effendi, MSi
PhD Candidate of Science Education
The University of Queensland – Brisbane – Australia

M. Haris Effendi, MSi

Pendidikan adalah proses penggabungan antara teaching and learning. Berhasilnya usaha learning yang dilakukan oleh peserta didik ditentukan oleh teaching yang di lakukan oleh guru.

Guru yang baik harus berperan sebagai fasilitator bukannya content transmitter, apalagi diktator. Guru sebagai fasilitator adalah guru yang mengemban paradigma constructivism didalam aktivitas mengajarnya. Artinya adalah murid lah yang meng konstruk / membangun sendiri pengetahuan didalam dirinya, tugas guru hanyalah sebagai stimulator atau pemberi rangsangan. Jadi bukan guru yang meng konstruk ilmu bagi murid. Jika bukan ini yang dilakukan oleh guru maka guru telah melakukan tugas hanya sebagai content transmitter / pemindah ilmu, yang mana probability untuk melekat di ranah kognitif anak tidak akan sebaik jika guru berperan sebagai fasiltitor.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 20, 2009

Saatnya Guru Sertifikasi Menjadi Learning Manager

Saatnya Guru Sertifikasi  Menjadi Learning Manager

Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Marjohan, M.Pd

Topik tentang pendidikan sangat menarik untuk dibicarakan, karena berbicara tentang bagaimana melakukan perubahan terhadap diri, dari keadaan kurang berkualitas menjadi orang yang sangat berkualitas. Secara umum bahwa peran pendidikan adalah selalu menjadi tanggung jawab orang tua, guru/sekolah, pemerintah, dan individu yang bersangkutan.

Dari sudut pendidikan di rumah, peran orang tua adalah memberikan pembiasaan positif, bagaimana agar anak terbiasa membaca, terbiasa berkata sopan, terbiasa menolong terbiasa beribadah. Untuk hal ini orang tua harus memberikan model (contoh) terlebih dahulu dan juga menyediakan fasilitas belajar dan bermain, karena bermain juga sebagai kebutuhan primer sang anak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 19, 2009

Video Hari ini: Isu-Kiamat-2012-Ternyata-Badai-Matahari

Video Hari ini :
Isu-Kiamat-2012-Ternyata-Badai-Matahari

Video ini satu, namun untuk memudahkan akses, maka saya (red; AR. Sugeng Riyadi, guru fisika PPMI Assalam Kab. Sukoharjo Jateng) pecah menjadi tiga. Video saya ambil dari ‘Solar Blast’ oleh Media Line. Video ini adalah sharing saya sebagai guru fisika untuk para pembaca blog saya yang pingin mengetahui perihal Badai Matahari…

Video Badai Matahari (1/3)

Video Badai Matahari (2/3)

Video Badai Matahari (3/3)

Note:

Karena video ini saya pasang di YouTube lengkap dengan tag seputar badai dan matahari, maka bila setelah tayangan video ini muncul video lanjutannya yang tidak sesuai atau sejalur dengan video ini, maka saya tidak ada maksud ke sana. Sebab badai bagi saya adalah angin, dan matahari bagai saya adalah pusat dari solar system, matahari  yang saya  maksud adalah the sun.

Kalau video animasi ini dari channelnya Mas Aryo Bekasi yang menyarakan agar kita banyak beribadah dan berdzikir kepada-Nya.

Mari kita perbanyak amal kebajikan, dan bertaqwa kepada-Nya…..

Sumber :

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 17, 2009

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

TIK sebagai Bagian Budaya Para Pendidik

Yogyakarta, [depdiknas.go.id], Rabu (9 Desember 2009) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah memasukkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam salah satu program prioritasnya. TIK dianggap memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan saja dan di mana saja.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 17, 2009

Mendiknas : Jadikan Wirausaha sebagai Hobi

Mendiknas : Jadikan Wirausaha sebagai Hobi

Jakarta, [depdiknas.go.id] Kamis (17 Desember 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) meminta untuk menjadikan wirausaha sebagai hobi. Dengan menjadikan wirausaha sebagai hobi maka diharapkan keuntungan tidak hanya untuk dirinya, tetapi untuk masyarakat yang lebih luas.

“Hobi itu meskipun membayar tidak apa – apa. Seperti orang yang bermain tenis, dia rela untuk membayar lapangan. Karena sudah memasukkan wirausaha sebagai hobi, sehingga tidak mendapatkan keuntungan pun dianggap memberikan keuntungan yang besar,” kata Mendiknas pada Workshop Kewirausahaan Perguruan Tinggi di Depdiknas, Jakarta, Kamis (17/12/2009). Mendiknas mencontohkan, pengusaha dan enterpreneur Bob Sadino yang menjadikan wirausaha sebagai hobi.

Baca Lanjutannya…

Pemerintah Ubah Permendiknas No 75 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Unas

JAKARTA [Jawa Pos] – Pemerintah mengubah Permendiknas No 75 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas). Salah satu perubahan penting itu adalah membatalkan aturan mencampur siswa dari berbagai sekolah menjadi satu. Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyosialisasikan perubahan Permendiknas tersebut kepada para kepala dinas pendidikan provinsi mulai hari ini (17/12). Sebab, perubahan aturan tersebut kabarnya membuat sekolah kebingungan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 16, 2009

6 tanda sekolah anda perlu berubah

6 tanda sekolah anda perlu berubah

Agus Sampurno IT specialist teacher at Sekolah Global Jaya Indonesia

Sebagai pendidik, kita perlu mempertimbangkan kembali fungsi kita dalam kehidupan siswa kita. Pertama sebagai orang yang menghubungkan mereka degan masa depan, kemudian baru sebagai orang yang mengajarkan mereka pengetahuan.

Kata perubahan sepertinya semakin akrab di telinga. Apalagi ketika salah satu pemimpin di negara adi daya memenangkan pertarungan politik pemilihan di negaranya dengan semboyan ‘change’ atau perubahan. Dalam dunia pendidikan sepertinya kata perubahan belum terlalu akrab dalam praktek dan perwujudannya. Masih banyak sekolah dan guru sebagai aktor utama di sekolah, berpikir bahwa untuk apa berubah?” Toh bagini saja saya sudah akan terima gaji dan pendapatan tiap bulan?” atau ungkapan yang ini “untuk apa berubah, kalo hal itu malah akan membuat pekerjaan menjadi bertambah dan mempersulit?” Menariknya jauh dari dalam lubuk hati guru sendiri sebenarnya ada perasaan ingin memberi yang terbaik bagi pekerjaan atau profesi yang ditekuni. Namun perasaaan enggan keluar dari zona nyaman lah yang membuat perasaan tadi pupus.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 15, 2009

Sekolah Unggulan Gaya Amerika Tidak Mengenal Jurusan Primadona

Sekolah Unggulan Gaya Amerika Tidak Mengenal Jurusan Primadona

Oleh:  Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Marjohan, M.Pd.

Tidak saja Indonesia yang menggunakan sekolah berlabel unggul untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Amerika Serikat yang pendidikannya sudah dapat dikategorikan sangat baik juga mempelopori sekolah unggulan. Walau Negara ini tidak menggunakan label yang kentara dengan sebutan “school plus” atau “excellent school”. Walau bagaimana gebrakan Amerika selalu menjadi kiblat bagi negara berkembang, termasuk negara kita yang juga sering mengadopsi program sekolah Amerika.

Gaya pendidikan atau pembelajaran kita, kadang kala, terasa masih bercorak gaya tempo dulu. Orang tua dan guru masih suka banyak melarang yang tidak jelas manfaatnya. Kebiasaan banyak melarang malah membuat anak menjadi sulit untuk mengambil inisiatif atau prakarsa, miskin inovasi dan kreatifitas. Kalau kita gagap  untuk melakukan prakarsa (inisiatif) dalam suatu aktifitas dan mengambil keputusan, suka menunggu dan senang untuk diatur oleh orang lain, maka ini adalah buah dari hidup dalam rumah dan sekolah yang membudayakan “suka melarang”. Maka kini saatnya perlu perubahan. Dalam pendidikan tidak tepat lagi kalau terlalu banyak melarang dan mengatur, namun memberi kebebasan positif. Bagaimana pembelajaran yang ideal ? Kita bisa mencari contoh dari sekolah yang maju dari dalam negeri atau dari luar negeri, Amerika misalnya. Bukan berarti kita berkarakter ke-Barat-baratan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 13, 2009

Rekonstruksi Buku Teks Sekolah

Rekonstruksi Buku Teks Sekolah

Oleh : Jamaludin,
Pengamat perbukuan dan
Direktur Yayasan Buku Cerdas, Jakarta

Buku pelajaran (textbook) merupakan media pembelajaran yang dominan bahkan sentral dalam sebuah sistem pendidikan. Ia adalah kendaraan utama ‘transfusi’ materi kurikulum ke hadapan siswa. Karena perannya yang demikian sentral itu maka kemajuan dan kemunduran pendidikan suatu bangsa dapat dilacak dari tinggi-rendahnya mutu buku teks yang dibaca oleh anak didik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Kathy Chekley (1997), misalnya, menemukan bahwa ketertinggalan siswa Amerika dari siswa Jepang dalam penguasaan matematika dan sains berawal dari buku-buku teks sekolah Amerika yang cenderung ‘a mile wide and an inch deep’. Buku-buku teks sekolah Amerika dipenuhi oleh halaman-halaman tanpa makna (meaningless) dan terlalu detail terhadap konsep-konsep kecil, sementara buku-buku teks Jepang menganut prinsip ‘less is more’ (sedikit itu banyak). Untuk pelajaran fisika-biologi kelas 6, misalnya, buku teks Jepang hanya memuat 6 topik sedangkan Amerika 65 topik. Dihadapkan dengan kenyataan ini Amerika melalui Project 2061 yang diluncurkan tahun 2001 memberi perhatian besar terhadap penulisan buku-buku teks yang berorientasi pada kedalaman substansi dan proses.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 12, 2009

KONVENSIONAL

KONVENSIONAL

Oleh : Jalius HR

Jalius HR. Dosen FIP Univ. Negeri Padang

Istilah konvensional sangat sering dipakai oleh para analis. Terkadang pemakaian sangat pas dan sering pemakaiannya hanya sekedar agar istilah yang dipakai terkesan keren dan modern.

Dalam tulisan ini penulis mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan konvensional. Penulis berharap semoga dengan adanya penjelasan ini dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan dalam hal pemakaian bahasa dan pilihan kata dimasa yang akan datang.

Kata konvensional berasal dari kata konvensi. Istilah konvensi awalnya digunakan untuk menyatakan atau mengkomunikasikan segala sesuatu yang didasarkan kepada kesepakatan.. Tentu saja yang bersepakat adalah banyak orang, yang meliputi daerah yang berskala internasional.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 12, 2009

KONSEP GAGASAN KONGRES KEBUDAYAAN MINANGKABAU MEI 2010

KONSEP GAGASAN
KONGRES KEBUDAYAAN MINANGKABAU
MEI 2010

Oleh : Mochtar Naim,
Wakil Ketua Tim
Penggagas Kongres Kebudayaan Minangkabau
Pengurus Gebu Minang Pusat

Gagasan

I

INDONESIA sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ini, dengan 17 ribuan pulau-pulau besar-kecil, yang terletak di persimpangan jalan yang menghubungkan dua benua dan dua lautan besar, dengan penduduk mendekati 250 juta, dan tergolong ke dalam negara dan masyarakatnya yang multi-etnik dan multi-budaya, ke depan, diprediksikan akan menjadi salah satu dari negara terbesar dan termaju di Asia ini, menyusul Cina dan India.

Prediksi ini tentu saja dilandaskan kepada asumsi bahwa di samping SDAnya yang memang adalah termasuk negara terkaya di gugusan khatul-istiwa ini, juga karena adanya perubahan paradigma cara berfikir dan sikap hidup dari rakyat dan masyarakatnya untuk bekerja keras dalam mengejar segala ketinggalan untuk setara dengan masyarakat dan bangsa lain-lainnya di dunia ini, dan dengan tekad: ‘Jadi tuan di rumah sendiri!’ Perubahan paradigmatik dimaksud adalah dengan mempersiapkan  SDMnya yang andal dan kompetitif di samping SDB (Sumber Daya Budaya)nya yang juga andal dan memiliki dasar-dasar yang kokoh dan kuat serta mampu dalam menjawab tantangan masa depan itu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 11, 2009

Foto Hari ini : Mobil MPV MURAH aseli Indonesia

Foto Hari ini :
Mobil MPV MURAH aseli Indonesia

Tampak Depan

Tampak Belakang

Interior

Sumber : Mailinglist ICMI

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 10, 2009

JK: Penghapusan UN Membuat Anak Bodoh!

JK: Penghapusan UN Membuat Anak Bodoh!

SLEMAN, KOMPAS.com – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan ketidaksetujuannya terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghapuskan pelaksanaan ujian nasional (UN). Hal itu dinilainya akan membodohi jutaan anak Indonesia.

Demikian hal itu dikemukakan oleh JK saat memberikan kuliah umum pada pembukaan Musyawarah Nasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK-PTIS) di kampus Universitas Islam Indonesia, Sleman, Yogyakarta, Kamis (10/12/09).

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 9, 2009

Proposal Kerja untuk Proses Pembelajaran Keterampilan

Proposal Kerja untuk Proses Pembelajaran Keterampilan

Oleh: Mohammad Saroni.
Guru SMK Brawijaya Kota Mojokerto

Mohammad Saroni, Guru SMK Brawijaya Kota Mojokerto

Pendidikan kejuruan merupakan satu bentuk proses perubahan yang dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada anak didik. Hal itu sebagai bentuk kesadaran atas kondisi yang harus dihadapi anak didik di dalam kehidupan masyarakat. Kita menyadari bahwa cukup banyak anak didik yan sukses dalam proses pendidikan tetapi mengalai kegagalan dalam kehidupannya. Mereka mengalami kesulitan saat harus menghadapi kehidupan.

Perubahan pola kehidupan memang menjadi satu hal penting yang harus dapat dihadapi dan diselesaikan sebaik-baiknya. Setiap orang harus mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaan atau kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya. Untuk hal tersebut, maka salah satu aspek pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah kejuruan, pendidikan kejuruan adalah memberikan keterampilan aplikatif.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 8, 2009

BERPRESTASI DI NEGERI ORANG

BERPRESTASI DI NEGERI ORANG

kick andyKick Andy.com, Sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan, ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.

Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.

Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 7, 2009

FGMPFI Siapkan Diri Hadapi UN 2010

FGMPFI Siapkan Diri Hadapi UN 2010

Padang Today – Apapun kebijakan pemerintah pasca Putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN), namun Forum Guru Mata Pelajaran Fisika (FGMPFI) Provinsi Sumatera Barat, tetap mempersiapkan diri dalam menghadapi UN 2010 mendatang, terutama bagi guru agar mata pelajaran Fisika tidak menjadi momok bagi siswanya.

Persiapan diri bagi guru Fisika itu, dengan melakukan pertemuan terutama dalam menyikapi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 75 Tahun 2009, tentang Ujian Nasional (UN), tahun pelajaran 2009/2010, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu, menyelenggarakan pemetaan materi soal UN tahun 2010.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 5, 2009

Rumus Kelulusan Harus Diperbaiki

Rumus Kelulusan Harus Diperbaiki

JAKARTA, KOMPAS.com- Sesuai teori evaluasi pendidikan, pengukuran kemampuan anak harus menggunakan standar norma. Sementara itu, standar mutlak digunakan untuk mengukur mutu pendidikan secara menyeluruh dan tidak menjadi penentu kelulusan karena hanya bersifat pemetaan.

Demikian hal itu dikemukakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman, Kamis (3/12) malam. “Jika menggunakan standar norma, berarti UN harus memperhitungkan rata-rata kekuatan daerah dan setiap anak didik. Memang rumit tetapi ini cara yang benar. Jangan pilih yang mudah tetapi salah,” ujarnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 2, 2009

Desain Besar Pendidikan

Desain Besar Pendidikan

Oleh : Doni Koesoema A
(Alumnus Boston College Lynch School of Education, Boston, AS)

Pendidikan bukan obat mujarab bagi berbagai macam persoalan yang dihadapi bangsa ini. Meski demikian, dengan mendesain kebijakan pendidikan secara baik dan sinambung, hal itu mampu memberi sumbangan yang bermakna bagi perubahan tatanan masyarakat.

Sayang, kebijakan pendidikan kita lebih banyak didasari perilaku reaktif untuk memenuhi kebutuhan sesaat dan sering kontraproduktif bagi dunia pendidikan sendiri. Mendesain kebijakan pendidikan secara integral merupakan keharusan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Desember 2, 2009

Aku Selalu Mencintaimu

Aku Selalu Mencintaimu

Oleh : Agussyafii

Malam temaram menghadirkan kebahagiaan pada dirinya. Perempuan cantik itu nampak gembira, kue ulang tahun dan makan malam telah dipersiapkan sejak tadi. Dia bernyanyi dengan penuh kegembiraan, teringat dulu sewaktu awal perkenalannya, pemuda itu yang kini telah menjadi suaminya memberikan sekuntum bunga pada hari ulang tahunnya yang diberikan ditengah hujan lebat. Dirinya tertawa kecil seolah masa indah itu hadir. Boneka Winnie De Pooh dipeluknya erat. Kerinduan menghinggapi dirinya begitu sangat mendalam. Tak lama kemudian HPnya berbunyi, SMS dari suami tercinta dibacanya, ‘Sayang, maaf aku malam ini tidak bisa menemanimu, ada meeting mendadak nih, pulangnya agak malam..Happy B’ day ya..’ Wajahnya berubah memerah, air matanya mengalir begitu deras. Hatinya terasa perih bagai disayat-sayat. Sakit itu menusuk sukmanya yang paling dalam. Tubuhnya limbung dan ambruk dikursi sofa. ‘Kenapa aku tidak lagi dicintainya?’ ucapnya lirih, tangannya berkali-kali mengusap air matanya yang dipipi. Matanya menerawang kosong. Entah apa yang ada di dalam pikirannya. Keputusasaan menoreh dihati.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | November 30, 2009

322,47 Miliar untuk Biaya Pendidikan Sumbar

322,47 Miliar untuk Biaya Pendidikan Sumbar

PADANG, KOMPAS.com Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menganggarkan dana mencapai Rp 322,47 miliar dalam RAPBD 2010 untuk membiayai sektor pendidikan di daerah ini.

“Anggaran sebesar itu mencapai 15,78 persen dari total RAPBD Sumbar 2010,” kata Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman dalam Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Sumbar 2010, Senin (30/11) di Padang.

Total belanja dalam RAPBD Sumbar 2010 yang diajukan Pemprov Sumbar ke DPRD setempat mencapai Rp 1,77 triliun.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori