Oleh: enewsletterdisdik | Juli 3, 2009

ALL OF “ME’s” by Cahyadi Widianto, Indonesia

Tiga anak muda Indonesia berhasil menduduki posisi atas dalam kejuaraan International Essay Competition tahun ini dengan meraih posisi pertama untuk kategori video dan foto, dan juga masuk dalam 8 finalis besar untuk kategori esai. Pemenang menerima penghargaan pada Annual Bank Conference on Development Economics (ABCDE) di Seoul.

Hasil lengkap klik :

  1. Video
  2. Foto
  3. Essay

Keterangan kompetisi lengkapnya klik disini

Oleh: enewsletterdisdik | Juli 2, 2009

Poto hari ini

Bus sekolah di kota Padang

schoolbuspadang2

Bus sekolah di Jepang

schoolbusjapan1

schoolbusjapan2

schoolbusjapan3

Sumber : http://www.joreyat.org/

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 29, 2009

Pendidikan Alami Masalah Kronis

Pendidikan Alami Masalah Kronis

Ilustrasi: Kabupaten Jembrana telah menjadi perhatian publik atas keberhasilannya memberikan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Beberapa kebijakan yang dianggap berhasil antara lain pembebasan sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) untuk siswa SD hingga SMA dan SMK, pemberian beasiswa untuk siswa sekolah swasta, serta wajib belajar dua belas tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan selalu digampangkan dengan dianggap sebatas sekolah atau pemberantasan buta huruf. Akibatnya, pendidikan saat ini lebih terfokus pada aspek kognitif, sedangkan pembentukan sikap dan karakter anak didik, serta kebudayaan untuk membangun martabat bangsa diabaikan.

Permasalahan pendidikan nasional bermula dari ketidakpedulian atau ketidaktahuan para penyelenggara negara tentang peran penting pendidikan dalam kemajuan bangsa. Akhirnya kini, pendidikan mengalami berbagai masalah kronis pada setiap ranahnya, kata Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Senin (29/6).

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 28, 2009

Mahasiswa RI Luncurkan Satelit di Belanda 2010

Mahasiswa RI Luncurkan Satelit di Belanda 2010

Laporan Wartawan Persda Yon Daryono dari Belanda

Aryo Primagati dan Dwi Hartanto memberikan presentasi mengenai proyek nanosatelit di Delf, Belanda.

DELFT, KOMPAS.com — Kemampuan mahasiswa Indonesia di luar negeri ternyata cukup membanggakan nama Tanah Air. Dwi Hartanto, mahasiswa master di Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Belanda, rencananya akan meluncurkan nanosatelit yang dinamakan Delfi-n3Xt pada pertengahan tahun 2010.

Sebelumnya, nanosatelit Delfi-C3 juga berhasil diluncurkan pada tahun 2008. Nanosatelit ini diklaim sebagai satelit pertama buatan mahasiswa di Belanda yang berhasil mengorbit bumi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 26, 2009

Pengembangan SMK Masih Terkendala Jumlah Guru

Pengembangan SMK Masih Terkendala Jumlah Guru

Ilustrasi: Kerja sama dengan industri kini semakin dibutuhkan karena keterampilan guru dan murid mendesak untuk ditingkatkan seiring dengan berubahnya pasar kerja. Keterampilam murid tidak bisa ditingkatkan jika jumlah guru masih kurang, seperti yang dihadapi sejumlah SMK.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengembangan sekolah menengah kejuruan hingga saat ini masih terkendala jumlah guru yang belum memadai. Penyediaan guru yang bermutu bukan perkara mudah karena guru SMK sebagian harus memiliki keahlian khusus.

Kerja sama dengan industri menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut. Kerja sama dengan industri kini semakin dibutuhkan karena keterampilan guru dan murid mendesak untuk ditingkatkan seiring dengan berubahnya pasar kerja. Keterampilam murid tidak bisa ditingkatkan jika jumlah guru masih kurang, seperti yang dihadapi sejumlah SMK.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 26, 2009

Akses Pendidikan Bermutu Masih Timpang

Waduh, Akses Pendidikan Bermutu Masih Timpang

Ilustrasi: "Untuk akses pendidikan bisa dikatakan tidak masalah, apalagi jika benar-benar dilaksanakan pendidikan gratis. Tetapi yang mesti diperhatikan adalah ketimpangan akses pada pendidikan bermutu," kata Husni Rahim, Ketua Gerakan Guru Berkualitas Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Kamis (25/6)

JAKARTA, KOMPAS.com – Akses pendidikan bermutu bagi sebagian besar siswa masih menjadi masalah. Korban utama dari pendidikan bermutu yang masih timpang itu justru warga miskin yang seharusnya juga menikmati akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan.

“Untuk akses pendidikan bisa dikatakan tidak masalah, apalagi jika benar-benar dilaksanakan pendidikan gratis. Tetapi yang mesti diperhatikan adalah ketimpangan akses pada pendidikan bermutu,” kata Husni Rahim, Ketua Gerakan Guru Berkualitas Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam seminar pendidikan ‘Pemerataan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Akses Pendidikan Bermutu Indonesia’, di Jakarta, Kamis (12/6).

“Sekolah-sekolah yang baik dan unggulan lebih bisa dinikmati masyarakat mampu,” lanjut Husni.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 22, 2009

Hasil UN SLTP Jeblok

Hasil UN SLTP Jeblok

Drs. Burhasman MM. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Prov. Sumatera Barat

Membaiknya hasil ujian nasional (UN) SLTA ternyata tidak diikuti tingkat SLTP di Sumbar dalam tahun ini. Hasil UN yang diumumkan hari ini, mengalami penurunan sebesar 0,77 persen dari 91,81 persen tahun 2008 menjadi 91,04 persen tahun 2009. Mata pelajaran matematika, masih jadi momok bagi peserta UN.

”Penyebab penurunan ini belum kita ketahui secara pasti. Namun, jika dilihat dari jumlah sekolah yang ikut UN tahun ini, terjadi kenaikan dari 892 sekolah menjadi 975 sekolah (lihat grafis). Bisa jadi kenaikan jumlah peserta itu merupakan salah satu penyebabnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Burhasman Bur dalam jumpa pers di Hotel Pangeran City kemarin.

Sama seperti tahun sebelumnya, nilai UN matematika jeblok. Dari 74.446 peserta ujian, 1.222 siswa mendapat nilai berkisar 2 hingga 2,99. Sedangkan 3.886 siswa lainnya mendapatkan nilai 3 hingga 4,24. Dengan demikian, Burhasman bertekad memfokuskan pelajaran matematika dalam evaluasi UN pada tahun mendatang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 20, 2009

Paradigma Baru: Menjadi PNS Plus

Paradigma Baru: Menjadi PNS Plus

Oleh Marjohan, M.Pd
Guru SMA Negeri 3 Batusangkar

Marjohan, M.Pd Guru SMA Negeri 3 Batusangkar

Judul artikel ini memberi label “plus”, untuk apa gerangan ? Pertama, karena adanya fenomena bahwa masyarakat sangat peduli pada label atau merek. Keberadaan label cukup mampu dalam menggenjot kualitas dalam berbagai bidang kehidupan. Kedua, bahwa PNS (Pegawai Negeri Sipil) adalah aparatur negara, hidup mereka dibiayai oleh negara, jumlah mereka cukup banyak. Kualitas dan eksistensi mereka menentukan wibawa pemerintah, apakah mereka menjadi PNS yang penuh amanah atau PNS penyedot anggaran negara ?

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 16, 2009

Terkait BHP, Pemerintah Harus Kendalikan Pihak Universitas

Terkait BHP, Pemerintah Harus Kendalikan Pihak Universitas

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diharapkan menguatkan perannya dalam penerapan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) dengan mengendalikan fungsi dan peran pihak perguruan tinggi atau universitas. Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Hikmawanto Juwana mengharapkan, pemerintah memaksimalkan kendalinya agar pihak perguruan tinggi tidak melebihi fungsi seharusnya dalam penerapan UU BHP.

“Tantangannya bagaimana pemerintah mengendalikan pengelola universitas dan sekolah terutama negeri. Jangan sampai menjadi sangat berkuasa. Jangan sampai otonomi itu untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya,” tutur Hikmahanto dalam dialog interaktif kandidat Presiden RI yang menghadirkan Jusuf Kalla di Gedung Arsip Nasional, Selasa (16/6).

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 15, 2009

4.000 Siswa Tak Lulus UN

4.000 Siswa Tak Lulus UN

PARIAMAN TERBAIK

Hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Sumbar 2008/2009 meningkat dari 87,55 ( 2008) menjadi 93,98 persen. Sayangnya, 4.000 lebih siswa tidak lulus. Pariaman menjadi yang terbaik dalam kelulusan UN kali ini.
Bahkan untuk SMA IPA nyaris mencapai 100 persen, dengan kelulusan 99,29 persen. Senin (15/6) ini, hasil UN diumumkan secara serentak di tiap sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Sumbar Drs. Burhasman Boer, MM., kepada wartawan, Minggu (14/6) di Padang menyebutkan, hasil UN itu harus diketahui peserta ujian. Teknis pemberitahuan kepada siswa diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 14, 2009

Pemprov Alokasikan 111 Paket Beasiswa

Pemprov Alokasikan 111 Paket Beasiswa

burhasmanmm

Drs. Burhasman MM. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Prov. Sumatera Barat

Alokasi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tak mampu dalam APBD Sumbar masih terbatas. Tahun ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyediakan 111 paket beasiswa dengan besaran Rp12 juta per tahun untuk setiap mahasiswa. Namun dari segi jumlah, meningkat dibanding tahun lalu, hanya 75 beasiswa. Program ini sudah berlangsung sejak tahun 2006.

Kepala Dinas Dikpora Sumbar, Burhasman Bur menyebutkan mahasiswa yang berhak atas beasiswa tersebut harus lulus di salah satu dari enam perguruan tinggi (PT) ternama di Indonesia. Di antaranya UI, ITB, IPB, UGM, UIN Syarif Hidayatullah dan Unand. Beasiswa tersebut ditransfer ke rekening mahasiswa agar lebih transparan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 12, 2009

Redian Kandidat Lulusan Terbaik UTM

Redian Kandidat Lulusan Terbaik UTM

Kemampuan mahasiswa Sumbar bersaing dengan mahasiswa asing masih bisa diadu. Setidaknya dibuktikan Redian Fikri Guspardi, mahasiswa Fakultas Ilmu Kompunter dan Sistem Komputer Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Selain mampu tamat hanya 2 tahun 9 bulan dengan prediket cumlaude, putra politikus Sumbar Guspardi Gaus ini sekarang juga diusulkan jadi lulusan terbaik UTM 2009.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 10, 2009

Bila Siswa Cerdas Enggan Jadi Guru

Bila Siswa Cerdas Enggan Jadi Guru

Oleh: Marjohan M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Marjohan M.Pd Guru SMAN 3 Batusangkar

Hampir semua orang setuju bahwa institusi sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bangsa ini. Untuk menjaga imej ini, pihak sekolah dan stake holder dalam bidang pendidikan selalu melakukan pembenahan diri namun tentu saja selalu ada kendala. Agustinus (2009) dalam laporan utamanya yang berjudul “Sekolah Rusak ,siapa yang harus mengaku dosa ?” menyebutkan bahwa sistem pendidikan kita masih jauh dari idealnya proses humanisasi (pemanusiaan) sebagai inti dari pendidikan itu. Sekolah lebih dijadikan laboratorium untuk transfer pengetahuan dari pada menjadi pendopo (balai-balai) untuk pengolahan kepribadian yang terintegrasi, baik dari sisi pengetahuan maupun kesadaran perilaku. Para siswa dijejali dengan materi-materi pelajaran dan kurang mempunyai ruang dan waktu untuk mengembangkan kreativitas. Sementara sistem pengajaran di kelas pun cenderung satu arah. Ruang diskusi dan kritis kurang dibuka lebar. Guru masih mengklaim diri sebagai otorita pemegang kebenaran tunggal di dalam kelas. Akibatnya kelas itu hanya melahirkan orang-orang yang doyan membebek alias patuh, tidak kritis dan emoh membantah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 9, 2009

Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba

Mendidik Anak Dengan Konsep Coba-Coba

Oleh: Marjohan, M.Pd
Guru SMAN 3 Batusangkar

Dalam penggunaan bahasa bahwa kata “orang tua” dan “guru” sering disandingkan dan menjadi frase “orang tua dan murid”. Ini terjadi karena kedua tokoh ini memegang peranan penting dalam mendidik dan menemani anak untuk tumbuh dan berkembang.

Hampir semua orang menyadari tentang keberadaan keluarga, orang tua (ayah-ibu) sebagai figure sentral dalam melaksanakan tugas mendidik anak. Kemudian di sekolah, guru sebagai figur atau tokoh sentral dalam mendidik murid di sekolah. Namun orang tua dan guru perlu menyadari bagaimana menjadi pendidik yang baik.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 5, 2009

Mau Dibawa ke Mana Anak Kita?

Mau Dibawa ke Mana Anak Kita?

Oleh: dr Sugiharto MARS
(Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya)

DUKA mendalam menyelimuti dunia pendidikan kita atas matinya hati nurani (sebagian) pendidik dan (sebagian) anak didik kita yang baru saja menempuh ujian nasional (unas). Patutlah ditorehkan dalam sejarah kita tentang bobroknya suatu generasi bangsa di tahun ajaran 2008/2009, terutama di 33 SMA dari 8 provinsi di negeri tercinta ini (dan masih mungkin bertambah lagi (Jawa Pos 2/6/09). Sangat menyedihkan, memprihatinkan, dan menyakitkan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Juni 4, 2009

”Rokok dalam Carano” atau “Sirih dalam Carano”

”Rokok dalam Carano” atau “Sirih dalam Carano”

Oleh: Marjohan, M.Pd

Hidup ini penuh dengan kegiatan-kegiatan sosial. Kegiatan-kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk seremonial, mulai dari seremonial penuh kesedihan sampai kepada seremonial penuh glamour. Orang Minang mengatakan bahwa “kaba baiak baimbauan, kaba buruak bahamburan- kabar baik diberitahukan dan kabar buruk berhamburan”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 30, 2009

Fungsi Dewan Pendidikan

Fungsi Dewan Pendidikan

Oleh : Prof. H. Jasmi Jusfah,
Ketua Dewan Pendidikan

Pendidikan nasional di daerah dilaksanakan atas dasar pemikiran bahwa masyarakat di daerah merupakan fondasi yang kuat dalam pengembangan kualitas SDM. Dalam bidang moral, masyarakat daerah lah yang paling mengetahui permasalahan dan kebutuhan mereka sendiri dan mereka itulah yang harus berperan lebih besar sebagai penentu kebijakan operasional, penanggungjawab, serta pelaksana terdepan dari pengelolaan sistem pendidikan nasional.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 25, 2009

Ujian Kesetaraan SLTA Akan Digelar 23 Juni

Ujian Kesetaraan SLTA Akan Digelar 23 Juni

PADANG–Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) untuk siswa SLTA dan sederajat yang tidak lolos Ujian Nasional (UN) akan digelar 23 Juni hingga 26 Juni mendatang.

Sementara UNPK tingkat SLTP (paket B) dan UNPK setingkat SD (Paket A) akan digelar 1 Juli hingga 3 Juli mendatang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 23, 2009

Mengembalikan Roh Pendidikan

Mengembalikan Roh Pendidikan

Oleh : KI Supriyoko,
(Mantan Sekretaris Komnas Pendidikan Indonesia)

SEKARANG ini, pemerintah sedang gencar menyosialisasikan pendidikan gratis, sampai-sampai Bambang Sudibjo selaku Menteri Pendidikan harus terjun langsung. Program ini banyak membantu masyarakat, terutama kelompok miskin, namun ternyata ada ”hantu besar” di balik itu.

Program ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan. Padahal, kualitas pendidikan kita sampai sekarang masih belum mapan. Pada 27 Januari 2009, ketika Centro de Información y Documentación mengumumkan 1.000 perguruan tinggi terbaik dunia, Top 1.000 World Universities Ranking on the Web 2009, masyarakat kita ”geger”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 19, 2009

What I’ve learned from Australia

What I’ve learned from Australia

Oleh : Zubaidah Ningsih (Zubeth)
Master by Research Student in Chemistry
Soft Condensed Matter Group
School of Chemistry, Melbourne University

Tulisan ini dibuat setelah saya mengamati anak2 Indonesia yang besar di Australia. Mencoba menelaah mengapa pendidikan di Indonesia seakan-akan gagal memproduksi anak2 cerdas dan pintar sehingga bule2 terasa superior dibanding kita. Juga sebagai jawaban atas pertanyaan para rekan guru di Pondok Putri Hidayatullah Batu yang berkenan mengundang saya untuk sharing pengalaman di dunia pendidikan di Australia. Semoga bisa memberi manfaat.

Belajar di Australia sedikit banyak telah membantu saya membuka mata tentang pendekatan lain di dunia pendidikan. Bulan pertama mengikuti Introductory Academic Program; sebuah program khusus yang diselenggarakan untuk menjembatani perbedaan pola pendidikan Indonesia dan Australia; cukup membuat saya sadar betapa tidak kreatifnya saya. Setelah membaca beberapa jurnal tentang perbedaan filosofi pendidikan Barat-Timur baru sadarlah saya apa perbedaan mendasar diantara keduanya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 16, 2009

Pak Guru Siapkah Bersaing dengan Internet?

Pak Guru Siapkah Bersaing dengan Internet?

PESATNYA arus globalisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)saat ini menuntut perubahan sikap dan pola pikir guru. Sebab, peran guru saat ini makin tersaingi dengan keberadaan internet dan televisi. Sekolah melalui gurunya harus bisa menjadi lembaga yang tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga nilai-nilai luhur.

Baca Lanjutannya…

Oleh: enewsletterdisdik | Mei 6, 2009

SMPN 8 Padang Adakan TOEFL untuk Siswa

SMPN 8 Padang Adakan TOEFL untuk Siswa

Kepala Sekolah SMPN 8 Padang, Ernawati Syafar, S.Pd

SMPN 8 Padang gelar Test of English as a Foreign Language (Toefl) untuk siswa, guru dan pegawai. Kegiatan ini sebagai inovasi dan kreativitas positif bagi lembaga pendidikan yang tengah menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

SMPN 8 Padang telah memasuki tahun ketiga sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pertama di Sumatera Barat. Demi mengejar tarap SBI, terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga menjadi insan cerdas yang kompetitif di era global serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tahun Pelajaran 2008/2009 SMPN 8 Padang kembali menyiapkan siswanya agar memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang berlevel Internasional. Sejak tanggal 4-6 Mei 2009 sebanyak 150 orang siswa kelas IX yang akan menamatkan studinya pada tahun ini mengikuti TES TOEFL yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Universitas Negeri Padang,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 8 Padang, Ernawati Syafar, S.Pd di ruang kerjanya, tadi siang.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori