Anak-anak yang Aktif Secara Fisik Lebih Berprestasi
Di banyak negara, sekolah-sekolah kini lebih fokus pada mata pelajaran akademis seperti matematika dan membaca. Aktivitas-aktivitas lainnya, termasuk pendidikan olahraga, seringkali dikesampingkan. Sekarang, riset terbaru menunjukkan anak-anak yang secara fisik aktif juga lebih berhasil secara akademis.

Anak-anak yang lebih aktif secara fisik, lebih berprestasi secara akademis (foto:dok).
Dalam studi terbaru ini, para periset dari Pusat Kesehatan Universitas VU di Amsterdam menggabungkan hasil-hasil berbagai studi sebelumnya dari Amerika Utara dan Afrika Selatan, termasuk kurang lebih 55.000 anak berumur 6 hingga 18 tahun.
Dalam apa yang disebut ‘tinjauan sistematis’ atas ke-14 studi tersebut, para periset menemukan keterkaitan antara aktivitas fisik dan perkembangan kinerja akademis.
“Berdasarkan hasil-hasil studi kami, kami bisa simpulkan bahwa aktif secara fisik bermanfaat bagi kinerja akademis,” ujar Amrika Singh, ketua tim periset itu. Baca Lanjutannya…

Wah akhirnya perjalanan tour atau studi tour kami selama seminggu ke Medan Propinsi Riau berakhir. Aku harus merecall semua memoriku. Pasti rencana studi tour ini juga sudah direncanakan oleh setiap guru dan diberitahu kepada anggota keluarga masing-masing. Aku juga memberitahu pada istri dan kedua anakku.
JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP), Teuku Ramli Zakaria mengungkapkan dua hal utama yang memicu terjadinya ketidakjujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
SERTA merta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2011, Jakarta, melalui beberapa kepala sekolah, guru, pengurus komite sekolah, anggota dewan pendidikan, pengawas pendidikan, tokoh masyarakat, menyelenggarakan penelitian di SMA 1 Kota Padang, Rabu, 21 Desember. Semua informan 25 orang.
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengimbau agar lulusan perguruan tinggi tidak diam dan menunggu terbukanya lowongan menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Berbicara tentang Pancasila mengingatkan kita kepada era orde baru. Walaupun orde baru sering dikonotasikan dengan era yang penuh indoktrinasi, penekanan dari atas, dikatator, dan militerisme akan tetapi orde baru berhasil menanamkan nilai keutamaan hidup yang dikandung Pancasila. Pancasila diajarkan dalam konteks yang sangat formal. Melalui penataran P4-nya, pengertian, dan pemahaman Pancasila merambah hingga kader-kader desa di pelosok sekali pun. Hal ini dikarenakan rakyat dikenalkan dengan nilai-nilai keutamaan Pancasila. Pancasila benar-benar masuk dalam kognitif setiap rakyat, lebih-lebih para peserta didik. Pada gilirannya Pancasila dipedomani sebagai model dalam pembentukan karakter anak bangsa yang ditanamkan pada generasi muda.
INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik belum optimalnya kinerja guru meski sudah mendapatkan peningkatan kesejahteraan.















![Ajukan pertanyaan Anda, Ustadz akan cari jawabannya, [klik disini] Anda bertanya? – Ustadz menjawab!](http://enewsletterdisdik.files.wordpress.com/2010/12/professor_finny_blinking_lg_clr.gif)


Siapa, berkomentar Apa