Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 13, 2008

Program Kewirausahaan, Kartu As Pembelajarn SMK

Program Kewirausahaan, Kartu As Pembelajaran SMK

Oleh: Mohammad Saroni,

Guru SMK Brawijaya Mojokerto

Program pengembangan keterampilan lulusan SMK telah menjadi skala prioritas dunia pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan. Hal ini ditetapkan setelah menyadari kenyataan bahwa selama ini telah terjadi kesalahan persepsi para peserta didik.  Para peserta didik yang telah menyelesaikan masa belajarnya di SMK ternyata kurang dapat mengakomodasi program tersebut. Banyak anak didik yang ternyata hanya menguasai pelajaran secara teoritis, sementara keterampilan yang diharapkan hanya mimpi disiang bolong.

Oleh karena itulah, maka perlu dikembangkan kesadaran di hati anak didik bahwa bersekolah di SMK, keterampilan adalah bidang garapan yang paling utama. SMK merupakan sekolah dengan spesifikasi program keahlian dengan tujuan memberikan bekal keterampilan kejuruan yang dapat dijadikan sebagai bekal hidup setelah anak didik menyelesaikan masa belajarnya. .

Tetapi, kenyataannya adalah anak didik tidak mampu menjadikan kete-rampilan kejuruan yang didapatkan di bengkel sekolah untuk kehidupannya. Mereka tidak mampu menyerap dan menjadikan keterampilan sebagai bagian hidupnya. Permasalahannya adalah keterampilan yang didapatkan oleh anak didik tidak diimbangi dengan kemampuan untuk memasarkan keterampilan tersebut. Anak didik hanya terampil tetapi tidak mempunyai kemampuan  untuk menjual keterampilan tersebut.

Keadaan ini selanjutnya diatasi dengan memberikan mata diklat kewira-usahaan. Mata diklat ini memungkinkan anak didik mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kewirausahaan. Dengan materi ini, maka diharap-kan anak didik mempunyai kemampuan untuk menjual keterampilannya ke-pada masyarakat. Dengan demikian, maka eksistensi pelajaran kewirausahaan merupakan bentuk penerapan pembelajaran seutuhnya bagi anak didik.


Wirausaha adalah implementasi keterampilan


Pembelajaran di SMK memberikan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara utuh bagi anak didik. Hal ini merupakan perwujudan dari kepedulian sekolah terhadap kelanjutan dari proses pembelajaran anak didik. Artinya, sekolah tidak hanya memberikan bekal keterampilan untuk anak didik, tetapi juga kemampuan untuk menjual keterampilan tersebut.

Jika anak didik hanya diberi bekal keterampilan teknis tetapi tidak mem-punyai keterampilan untuk melaksanakan dalam kehidupan nyata, maka hal tersebut tentu sia-sia saja. Walaupun anak didik mempunyai keterampilan yang lebih dari rata-rata, tetapi jika tidak mempunyai kemampuan untuk melaksana-kannya dengan menjual kepada masyarakat, tentunya hal tersebut tidak berguna. Keterampilan tersebut hanya menjadi kebanggaan semu, tetapi tidak mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupannya.

Di dalam program pembelajaran di SMK, keterampilan merupakan aspek penting yang menjadi bidang garapan yang memungkinkan anak didik untuk mendapatkan bekal hidup. Pembelajaran keterampilan yang dilaksanakan di SMK diimplementasikan sebagai bentuk kegiatan hidup, yaitu produksi barang atau pemberian jasa untuk masyarakat. Kegiatan inilah yang diharapkan dapat menjadi andalan bagi anak didik agar dapat menjalani kehidupannya tanpa kesulitan.

Sejak tahun pertama mereka menempuh pembelajaran di SMK, sejak itulah mereka mendapatkan pembelajaran keterampilan atau praktik, yaitu praktik dasar, lalu diteruskan pada praktik lanjut di tahun kedua dan pada tahun ketiga mereka mendapatkan praktik produksi barang. Ini merupakan rangkaian kegiatan yang merupakan spesifikasi dan spesialisasi dari SMK.

Sementara untuk menunjang program pembekalan sehingga menjadi sebuah proses pembelajaran yang utuh, maka keterampilan teknis tersebut dilengkapi dengan kemampuan untuk mengelola usaha dan kemampuan untuk menjual keterampilan yang dimilikinya. Materi penunjang yang dimaksudkan tidak lain adalah pembelajaran kewirausahaan.


Pembelajaran Kewirausahaan adalah Kartu As SMK


Di dalam proses pembelajaran kewirausahaan, setidaknya anak didik diberikan materi pembelajaran yang berhubungan dengan aspek-aspek penting sehingga seseorang dapat menjadi interprenuer dan dapat survival dalam kehidupannya.  Pembelajaran kewirausahaan memberikan keterampilan khusus pada anak didik sehingga dapat mengelola keterampilannya sebagai sumber penghidupannya.

Inilah hal nyata yang dijharapkan dapat dimiliki oleh anak didik setelah mengikuti proses pembelajaran kewirausahaan. Anak didik tidak saja memiliki keterampilan teknis, melainkan juga mampu menerapkan keterampilan tersebut sebagai bekal hidupnya.

Kewirausahaan memang merupakan upaya untuk mempersiapkan anak didik menghadapi kehidupan nyata. Hal ini terkait pada kenyataan bahwa banyak lulusan yang berketerampilan tetapi kesulitan menerapkan keteram-pilan tersebut dalam kehidupannya sehingga mereka tidak mampu survival dalam kehidupannya.

Disinilah peranan pembelajaran kewirausahaan dalam implementasi keterampilan sehingga anak didik mampu bertahan dengan kemampuan menge-lola keterampilan dirinya.

Pembelajaran kewirausahaan memang merupakan kartu as bagi SMK agar anak didiknya mempunyai kemampuan lebih dan siap memasuki kehidup-an sebagai manusia yang survival. Dengan kewirausahaan, maka anak ddik terbiasa dalam kondisi ‘ usaha’ dan membangun jaringan usaha sejak bersekolah sehingga saat selesai masa belajar, maka mereka sudah memiliki pengalaman kerja, bahkan pangsa pasar/ pangsa kerja tersendiri.

Selamat untuk Sekolah Menengah Kejuruan!


————

(Download artikel ini dalam format word document, klik disini)

About these ads

Responses

  1. saya sangat setuju bahwa penerapan kewirausahaan menitik beratkan kepada siswa bagaimana mereka mampu mengembangkan bakat yang dimiliki dari bakat ini bagaimana menjadi nilai jual yang tinggi sehingga lulusan smk tidak lagi jadi tukang yang tidak sesuai dengan kemampuannya, dan yang sangat penting adalah bagaimana percaya diri bisa tertanam dalam diri siswa.
    dari guru smk ashidiqiyah batuceper tangerang

  2. memang seperti itulah seharusnya pendidikan kejuruan. Bahwa selain pengetahuan, yang paling utama adalah memberikan bekal aplikatif bagi siswa sehingga saat mereka lulus, mereka punya bekal untuk survival dalam kehidupannya. setidaknya jika selama menempuh pendidikan mereka sudah dibimbing berwirausaha, maka mereka sudha mempunyai pangsa pasar dan setelah lulus, mereka tinggal meluaskan pangsa pasar tersebut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: