Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 21, 2008

Kelulusan UN SMP Turun; Sumbar Turun 2 Persen

Kelulusan UN SMP Turun;
Sumbar Turun 2 Persen

Jakarta, Persentase kelulusan Ujian Nasional (Unas) di tahun 2008 dipastikan menurun. Setelah kelulusan UN SMA dan sederajat pada 2008 turun sebanyak dua persen, kelulusan Unas SMP/sederajat pada tahun ini ternyata mengalami penurunan satu persen.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Suyanto menyatakan, ketidaklulusan siswa SMP pada tahun ini mencapai tujuh persen, lebih tinggi dari tahun 2007 yang hanya 6,6 persen.

”Kurang lebih turun satu persen,” kata Suyanto saat dihubungi wartawan koran ini kemarin (21/6). Kemarin merupakan pengumuman secara nasional hasil kelulusan UN tingkat SMP. Berdasarkan laporan yang dirilis Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Depdiknas, persentase kelulusan SMP/Madrasah Tsanawiyah dan sederajat pada tahun 2008 adalah sebesar 92,75 persen. Angka ini turun dari tahun 2007 yang mencatat kelulusan 93,34 persen.

Suyanto mengatakan, meski persentase kelulusan turun, nilai rata-rata siswa SMP tahun ini dinyatakan naik. Tanpa menyebut angka secara rinci, dia menyebut ada penambahan nilai rata-rata meskipun tidak signifikan. ”Angkanya di sekitar tujuh sekian. Namun, selisih komanya tidak sampai satu digit,” ujar dia.

Berdasar laporan dari dinas, beberapa daerah mencatat persentase kelulusan UN hampir mencapai 100 persen. Daerah semacam Bali, DKI, Jawa Barat, Banten, dan DIY mencatat angka kelulusan hampir sempurna.

Untuk kelulusan SMP/sederajat, persentase siswa dengan kelulusan tertinggi yaitu Bali, siswa yang tidak lulus hanya sekitar 1 persen saja. Adapun Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi dengan angka ketidaklulusan tertinggi. Sekitar 20 hingga 40 persen siswa SMP di provinsi itu dinyatakan tidak memenuhi standar nilai sebesar 5,25 yang berlaku pada tahun ini. ”Di NTT jelek, ini sangat disayangkan,” terang dia.

Meski begitu, Suyanto menegaskan, Depdiknas akan tetap berusaha agar standar nilai pada UN 2009 tetap naik. Kenaikan tersebut akan dilakukan bertahap, hingga nantinya standar nilai secara nasional pada akhirnya mencapai angka 6. ”Itu target Renstra (Rencana Strategis) Depdiknas,” ujar dia.

Jika sudah mencapai target nasional, Depdiknas nantinya akan memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menentukan standar nilai masing-masing. ”Tentunya di atas 6,” kata Suyanto. Standar di atas nasional itu, bisa jadi tercapai bagi daerah-daerah yang telah mencapai kualitas pendidikan yang sudah memadai. ”Bisa saja di daerah standarnya jadi 6,5,” pungkas dia.

Turun Dua Persen

Dari data Dinas Pendidikan Sumbar, tahun ini UN SMP juga mengalami penurunan tingkat kelulusan. Dibanding tahun lalu, penurunan mencapai dua persen. Secara umum, dari 72.620 peserta yang ikut UN tingkat SMP/MTs, siswa yang tidak lulus berjumlah 5.944 orang, atau sekitar 8,19 persen. Yang lulus adalah 66.676, atau sekitar 91, 81 persen. Apabila dibagi per jenis sekolah, untuk SMP saja dari 55.026 peserta yang tidak lulus berjumlah 4.458 orang, atau sekitar 8,10 persen. Sedangkan yang lulus bejumlah 50568, sekitar 91,9 persen.

Persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) 2008 tingkat SMP Kota Padang mencapai 89,98 persen, sementara MTs tingkat kelulusan siswa mencapai 99, 67 persen. Apabila digabungkan keduanya, persentase kelulusan UN tingkat SMP/MTs, mencapai 91,14 persen. “Pada tingkat MTs, kita menduduki posisi pertama, untuk perolehan nilai UN di Sumbar. Sedangkan untuk SMP, kita pada posisi enam,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Bambang Sutrisnio.

Saat ini, lanjut Bambang, jumlah peserta UN tingkat SMP di Kota Padang memang paling banyak diantara daerah lainnya, yakni 12.644 peserta. Tetapi dengan beban sebanyak itu, hasil yang diperoleh sudah berhasil melampaui persentase kelulusan UN dari yang ditargetkan.

“Sekarang kita meminta, untuk para siswa SMP/MTs yang telah lulus agar, meneruskan pendidikannya ke SMA, MA, SMK, atau sekolah lainnya yang sederajat. Jangan sampai berhenti di sini. Kalau terkendala akan dana, siswa bisa melapor ke dinas pendidikan Kota Padang. Kita akan mencarikan solusinya,” ulas Bambang.

Sementara dari Pantauan Padang Ekspres kemarin, pengumuman kelulusan UN tingkat SMP di Kota Padang penuh warna-warni semprotan cat pilox. Tak hanya baju yang disemprot, jilbab untuk menutupi aurat kepala siswi pun berubah warna. Namun demikian sebagian siswa ada yang tidak merubah warna baju. Itu bukan berarti tidak lulus, tapi dilarang sekolah. Sebab, baju itu nantinya akan disumbangkan pada anak tak mampu.

Di SMP 12 Padang, siswa tampak bejibun menyemprotkan bajunya. Semula para siswa yang tidak begitu antusias terhadap pengumuman kelulusan UN tersebut. Akan tetapi setelah para gurunya mengumumkan jumlah siswa yang lulus UN, keceriaan tampak di wajah siswa. Kendati sekolah mewanti-wanti pelarangan pengecatan baju.

Pemandangan yang sama juga terlihat di SMP Pertiwi 2 Padang. Rani (14), salah seorang siswa SMP Pertiwi 2 Padang yang lulus mengatakan keceriaan itu hanya sekali seumur hidup. “Kita mengecat baju tidak terlalu parah. Baju yang dicat pun, baju lama. Jadi tidak begitu rugilah menyemprotnya,” katanya.

Berbeda halnya dengan Tifani (14), salah seorang siswa SMP 1 Padang yang ditemui Padang Ekspres mengatakan tidak mengecat bajunya. Sebab, pengecatan baju itu dilarang sekolah. “Larangan itu hanya diikuti oleh siswa yang menyadari saja. Sebagian teman saya tetap melancarkan niatnya merubah warna baju. Mungkin mereka tidak menggunakan pakain putih biru itu lagi,” tutupnya [Padek, 22/06/08]

About these ads

Responses

  1. Congratulation ya buat yang lulus,ada yang tau gak, berapa org yang lulus d smp 1 rambatan ?

  2. selamat ya buat yg lulus tp sayang banget lo bajunya dicoret-coret padahal masih banyak sdr kita yang membutuhkan.emang sih sekali seumur hidup tp padamikir nggak buat beramal sekali seumur hidup?harusnya kalau udah lulus yg dilakuin itu sujud syukur serta trims sama guru dan ortu yg telah berbuat semaksimal mungkin buat kita.moga-moga budaya mubazir itu nggak nular kegenerasi berikut deh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: