Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 10, 2008

Pendidikan Berkualitas, Sebuah Cita-Cita

Pendidikan Berkualitas, Sebuah Cita-Cita

Oleh : Leonardy Harmainy,
Ketua DPD Golkar Sumbar/Ketua DPRD Sumbar

Pendidikan adalah modal dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. Pendidikan adalah jawaban antisipatif terhadap keterbelakangan dan kebodohan. Untuk konteks Indonesia, pendidikan selain menjadi pekerjaan yang membutuhkan keseriusan juga komitmen yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Adanya realitas sosial seperti 52% dari jumlah rakyat miskin yang berprofesi sebagai buruh tani dan belitan krisis ekonomi yang masih menimpa masyarakat di seantero nusantara serta kewajiban pemerintah dalam memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20% adalah pekerjaan rumah bangsa ini yang harus diselesaikan secara cerdas dan bijak.

Mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas merupakan rangkaian panjang yang harus dipahami secara utuh. Artinya, pendidikan yang berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti, pemerataan pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Pendidikan yang berkualitas harus diawali dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Satu hal yang penting disadari bahwa perguruan tinggi yang berkualitas tidaklah berdiri sendiri. Perguruan tinggi yang berkualitas sangat ditentukan oleh lulusan SLTA sebagai inputnya. SLTA yang berkualitas ditentukan oleh lulusan SLTP. Dan SLTP yang berkualitas sangat ditentukan oleh lulusan SD yang berkualitas pula. Bagaimana mungkin perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang berkualitas kalau inputnya berasal dari lulusan SLTA yang tidak standar.

Sekolah standar adalah solusi argumentatif mewujudkan pendidikan berkualitas. Secara kondisional, sekolah standar adalah sekolah yang mampu menciptakan kemandirian dengan kualifikasi lulusannya siap menguasai iptek. Selain itu, sekolah standar berhasil menerapkan kurikulum berbasis kompetensi sehingga semuanya serba terukur. Dengan demikian, sekolah standar menjadi sebuah sistem yang saling berhubungan.

Sebab, sekolah standar akan menggambarkan pola interaksi dalam penyelenggaraan pendidikan yang lebih elegan, dialogis, dan responsif. Prakteknya, akan ada guru standar, standar kesejahteraan guru, atau standar proses belajar mengajar. Bila hal ini berjalan dengan baik maka akan terjadi kompetisi yang sehat. Sebab, mengajar di sekolah standar menjadi idaman setiap pengajar.

Bayangkan jika sekolah standar (minimal) ada di setiap kecamatan. Bila ini terwujud maka distribusi pendidikan berkualitas akan bersifat merata. Atau setidaknya ini akan mencegah terjadi eksodus pendidikan ke pusat ibu kota. Artinya, seorang siswa yang berasal dari kecamatan pinggiran ibukota tidak perlu lagi bersekolah ke pusat ibukota. Hal ini dimungkinkan sebab tidak ada lagi perbedaan kualitas yang mencolok antara sekolah di pinggiran ibukota dengan di pusat ibukota.

Kita juga menyadari kalau saat ini realitas menunjukan bahwa pengangguran terus bertambah. Tuntutan kerja semakin tinggi sementara lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kenyataan ini memang membutuhkan perhatian khusus. Sebab, pengangguran yang tinggi berkorelasi positif terhadap tingkat kriminalitas di masyarakat. Karena itu, peningkatan lulusan menjadi catatan penting. Terlebih lagi yang cukup meresahkan adalah munculnya pengangguran intelektual di kalangan sarjana. Untuk itu, koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi (KISS) antar-pihak yang berkompeten menjadi kunci keberhasilan mewujudkan kualitas pendidikan.

Kualitas pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah tetapi masyarakat juga senantiasa didorong untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepedulian masyarakat dan keberpihakan pemerintah dalam pendidikan menjadi kata kunci yang mesti berjalan seiring.

Kepedulian masyarakat yang besar misalnya, bila tanpa dukungan pemerintah tentu akan menimbulkan kesenjangan dalam pengadaan sarana dan prasarana. Sementara, perhatian pemerintah yang tinggi tanpa didukung peran serta masyarakat (terutama dunia usaha) yang baik juga akan berdampak pada daya tampung lulusan di dunia kerja.

Saat ini peningkatan kualitas perguruan tinggi menjadi suatu keharusan. Perguruan tinggi bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki misi mendasar yakni, menghimpun, memelihara, dan mentransfer nilai-nilai pengetahuan (knowledge) yang baru kepada generasi baru.

Nilai-nilai baru tersebut adalah kerja keras, menghormati orang lain, semangat berbangsa dan bernegara serta budaya baca. Setidaknya ada dua hal yang mesti diperhatikan dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi yakni, pertama, peningkatan kualitas tenaga pengajar (dosen); kedua, Ketersediaan fasilitas gedung atau sarana dan prasarana pendidikan.

Peningkatan kualitas dosen menjadi prasyarat mewujudkan perguruan tinggi berkualitas. Dosen yang berkualitas tentunya akan mempengaruhi proses transfer pengetahuan dan sikap mental peserta didik. Keadaan ini tentunya akan berdampak pada penciptaan suasana akademik yang kondusif. Kondisi ini akan semakin komplit bila didukung sarana dan prasarana. [Padek]

About these ads

Responses

  1. pendidikan berkualitas memang merupakan sebuah harapan yang hendak dicapai oleh bangsa ini, maka tidak heran jika setiap tahunnya ketentuan kelulusan ditingkatkan untuk anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah. Tetapi, apakah benar hanya dengan meningkatkan ketentuan kelulusan, maka secara otomatis dapat meningkatkan kualitas?
    peningkatan kualitas pendidikan memang harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam kehidupan masyarakat belajar di seluruh lini kehidupan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: