Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 20, 2009

FAKTOR KEBAHASAAN: Minat Belajar Sains Turun

FAKTOR KEBAHASAAN: Minat Belajar Sains Turun

KUALA LUMPUR (Ant/Lampost): Gara-gara pengajarannya menggunakan bahasa Inggris, minat pelajar Malaysia kepada sains terutama IPA (ilmu pengetahuan alam) dan matematika menurun.

Direktur Eksekutif Pembina (Permuafakatan Badan Ilmiah Nasional) Malaysia, Abdul Raof Hussin, mengatakan suatu kajian yang dilakukan Pembina, penyampaian bahasa Inggris dalam pelajaran IPA dan Matematika sejak 2003 hanya mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebesar empat persen saja.

Kajian yang dilakukan oleh 53 pakar bahasa itu menemukan penyampaian bahasa Inggris telah menimbulkan kerugian berganda pada murid, terutama sekali kepada 75 persen murid yang setengah pandai dan lemah di bidang bahasa Inggris, IPA, dan matematika.

Pola pengajaran dalam bahasa Inggris, menurut hasil kajian Pembina, telah membunuh minat, semangat dan gairah murid-murid untuk belajar IPA dan matematika sejak di sekolah dasar. Apalagi buku-buku pelajarannya pun sudah dalam bahasa Inggris.

Kajian Pembina itu melibatkan tujuh universitas negeri, di antaranya Universitas Putra Malaysia, Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Perguruan Sultan Idris, Universitas Sains Malaysia, dan Universiti Teknologi Mara. Kajian dilakukan antara Juni hingga Desember 2008.

Dengan tegas Pembina mengatakan bahwa sistem pengajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris yang dimulai sejak tahun 2003 harus dihentikan dan dikembalikan ke sistem semula menggunakan bahasa dan buku pelajaran bahasa Melayu.

Hasil kajian Pembina, analisis terhadap ujian 5.595 sampel pelajar kelas lima dari 56 sekolah dasar mendapati prestasinya makin merosot dan semakin merosot ketika naik kelas enam. Kemerosotan terjadi akibat kegagalan pelajar memahami konsep IPA dan matematika karena tidak mampu berinteraksi dengan guru atau murid lain menggunakan bahasa Inggris.

Sekitar 8.000 orang Malaysia melakukan long march ke istana raja Malaysia, Sabtu (7-3), untuk menyampaikan petisi agar raja mau mencabut kebijakan pemerintah Malaysia soal pengajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris. Unjuk rasa yang disponsori oleh berbagai asosiasi budayawan, sastrawan dan pakar bahasa itu dibubarkan polisi dengan tembakan gas air mata.n S-1 [Lampung Post]

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: