4.000 Siswa Tak Lulus UN
PARIAMAN TERBAIK
Hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Sumbar 2008/2009 meningkat dari 87,55 ( 2008) menjadi 93,98 persen. Sayangnya, 4.000 lebih siswa tidak lulus. Pariaman menjadi yang terbaik dalam kelulusan UN kali ini.
Bahkan untuk SMA IPA nyaris mencapai 100 persen, dengan kelulusan 99,29 persen. Senin (15/6) ini, hasil UN diumumkan secara serentak di tiap sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Sumbar Drs. Burhasman Boer, MM., kepada wartawan, Minggu (14/6) di Padang menyebutkan, hasil UN itu harus diketahui peserta ujian. Teknis pemberitahuan kepada siswa diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota.
Peserta UN SLTA tahun 2009 diikuti 56.607 peserta. Dengan rincian 14.786 (SMA IPA), 21.208 (SMA IPS), 266 (SMA Bahasa), 13.159 (SMK), 1.742 (MA IPA), 4.655 (MA IPS),75 (MA Bahasa) dan 716 (MA Agama). Jumlah peserta naik dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 54.170 peserta.
Burhasman menegaskan, hasil UN saja tidak menentukan siswa lulus sekolah. Sebab ada empat hal yang mesti dipenuhi, yaitu siswa menyelesaikan semua program dari semester I sampai V, kecuali siswa yang berada di kelas akselerasi, siswa memperoleh nilai rata-rata baik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok pelajaran etika dan estetika, serta kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
Persyaratan ketiga adalah, siswa harus lulus ujian sekolah (US) dan keempat, harus lulus ujian nasional (UN). Tak dipenuhi salah satu, siswa dinyatakan tak lulus. Makanya hasil UN itu belum bisa diumumkan, kalau belum diaplikasikan dengan apa yang ada di sekolah. Yang diumumkan Senin (15/6) itu sudah diaplikasikan.
Untuk SMA IPA lulus 14.681 (99,29 persen) dari total peserta 14.786, SMA IPS lulus 20.353 (95,97 persen) dari total 21.208 peserta, SMA Bahasa lulus 171 (64,29 persen) dari 266 peserta, SMK lulus 11.609 (88,22 persen) dari 13.159 peserta.
Kemudian MA IPA lulus 1625 (93,28 persen) dari 1.742 peserta, MA IPS lulus 4.016 (86,27 persen) dari 4.655 peserta, MA bahasa lulus 63 (84 persen) dari 75 peserta dan MA agama lulus 680 (94,97 persen) dari 716 peserta. Sedangkan sekolah mendapat rata-rata terbaik ada pada tabel.
Burhasman juga menyebutkan bagi siswa yang tak lulus UN, diberi kesempatan untuk mengikuti ujian paket IPA-C dan IPS-C yang dilaksanakan 23 s.d 26 Juni mendatang. Pelaksananya kabupaten /kota dengan tetap dibawah pengelolaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan, sama dengan pelaksanaan UN. Syaratnya, kartu UN dan keterangan tidak lulus UN dari sekolah.
“Hanya mata pelajaran ditambah satu, pendidikan kewarganegaraan. Lainnya sama. Untuk IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indosia, Biologi, Fisika, Kimia dan Matematika. Sedang IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Matematikan, Sosiologi dan Geografi,”ujar dia.
Siapa siswa jawara dalam UN itu, Burhasman mengaku dalam waktu dekat wartawan diundang lagi, termasuk peringkat UN secara nasional. Pihaknya belum diberitahu pusat. Baru sebatas hasil UN Sumbar. o101
Peringkat Terbaik UN Sumbar
SMA IPA :
- SMA 1 Pariaman
- SMA 3 Bukittinggi
- SMA 2 Solok
SMA IPS :
- SMA 1 Bukittinggi
- SMA Muhammadiyah 1 Padang
- SMA 1 Bukittinggi
SMA Bahasa :
- SMA 3 Payakumbuh
- SMA 1 Solok
- SMA 1 Akabiluru, 50 Kota
SMK :
- SMK 2 Bukittinggi
- SMK Kosgoro Bukittinggi
- SMF YIB Bukittinggi
MA IPA:
- MAN X Koto Singkarak
- MAN Solok
- MAN 2 Payakumbuh
MA IPS :
- MAS PP Syekh Adimin Aidi, 50 Kota
- MAS Adlamah Tampo Ujung, Pasbar
- MAN X Koto Singkarak
MA Bahasa :
- MAN 2 Batusangkar
- MAN Kotobaru
- MAN Payakumbuh
MA Agama :
- MAN 2 Padang
- MAN Lubuk Sikaping
- MAN X Koto Singkarak
Sumber : Harian Singgalang



















Bagaimanapun hasilnya, angek dingin kito tarimo sebab katanyo itulah “gambaran /wajah kito”, aratinyo jan dicari lo lai kambiang itamnyo. sebab kambiang indak manga-manga inyo lah sato pulo kanai sasaran, walau pun kambiang ibo wak di inyo. awak nan alun sempat agak labiah elok dikeceen lo dek taga iko, taga itu. atau kawan lai agak rancak nilainyo, wak katokanlo inyo tantu iyo, inyo dakek atau inyo jauh dari sianu tu. atau di kecekeen lo inyo KKN bagai, dapek bocoran bagai, pokok ee babagai-bagailah alasan nan wak cari-cari dengan tujuan untuak manutuik kemaluan eh maaf maksud ambo, manutuik kelemahan dan malu awak. jadi suko ndak suko, tarimo sajaloh apo adonyo, abih carito. lah tu.
Oleh: ALFAHRI on Juni 16, 2009
at 4:57 am
bukan berarti qt g seneng dngn hasil yg udh 90 persenan tapi lihat donk ntr gmn di SNMPTN ny,berapa abnyak siswa/siswi qt yang diterima di PTN favorite?????????
yang penting kualitas bukan kuantitas,,,,i think!
Oleh: aryo on Juni 17, 2009
at 7:17 am
Sebuah resiko yg harus diambil agar mutu generasi indonesia jempolan…makanya mari belajar..jaman persaingan makin ketat..siapa lambat maka dia terlambat..
Oleh: mandiripro on Juni 20, 2009
at 6:00 pm
Cap jempol ambo untuak sma piaman, bisa mangalahkan sma faforit di kota padang nan kecekee sakolah baklas internasional. Alah dibuktikan dek guru2 di piaman nan batua2 sebagai pendidik indak sekedar pengajar. Selamat semoga lebih sukses di tahun2 mandatang
Oleh: benjamin rivai on Juni 22, 2009
at 1:27 am
alhamdulillah aku lulus :)
Oleh: HasruL on Juni 22, 2009
at 6:39 am