Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 4, 2010

Masalah RSBI, DPR Panggil Mendiknas

Masalah RSBI, DPR Panggil Mendiknas

JPNN.COM, JAKARTA – DPR RI berencana akan memanggil Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) terkait mahalnya biaya pendidikan di sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Namun anggota Komisi X DPR RI, Dedi Wahidi mengatakan, sebelum memanggil jajaran Kemendiknas, pihaknya terlebih dulu akan menggelar rapat internal di Komisi X, guna membahas mengenai masalah mahalnya biaya pendidikan di sekolah ini.

“Akan kami rapatkan dulu secara internal. Nanti akan kami rapatkan bersama dengan Kemendiknas, entah dalam minggu ini atau minggu depan,” jelasnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (2/6).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menandaskan, RSBI memang dibolehkan untuk memungut biaya dari calon siswa. Akan tetapi, pengelola RSBI dipandang telah kebablasan, dengan menetapkan pungutan yang tinggi bagi siswa dari kalangan mampu. Dampaknya, siswa miskin pun kebanyakan (jadi) tersingkir, karena tidak mampu membayar sejumlah uang yang diinginkan sekolah.

Kemendiknas, terang Dedi pula, terlihat lepas tanggung jawab dalam mengawasi penyelenggaraan RSBI, dengan berlindung kepada otonomi daerah. Padahal katanya, semua program pendidikan itu mustinya dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Apalagi dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), sudah jelas diamanatkan bahwa pemerintah mesti menjamin agar pendidikan dapat disentuh oleh semua lapisan masyarakat. “Harus ada pengawasan. Jika melanggar, cabut saja izinnya,” tegasnya.

Dedi menggarisbawahi bahwa hanya sekolah swasta yang dilegalkan memungut biaya mahal. Sedangkan RSBI sendiri, pada dasarnya masih terintegrasi dengan sekolah negeri. “Kalaupun memang sarana-prasarananya lebih bagus dari sekolah negeri, pungutan mahal pun tidak dibenarkan, karena subsidi dari pemerintah ke sekolah negeri masih mengalir,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, anggota Komisi X Hetifah, juga berkomentar senada soal perlunya pemanggilan Mendiknas terkait persoalan tersebut. Dirinya pun menyatakan, sebelum agenda rapat kerja pada Jumat (4/6) mendatang, akan ada rapat kerja dengan Kemdiknas yang mengagendakan pembahasan rencana kerja strategis Kemdiknas. “Namun (di situ) akan kita sisipkan mengenai isu-isu baru seperti RSBI ini,” jelasnya.

Politisi Golongan Karya (Golkar) itu, juga turut menambahkan bahwa biaya pendidikan di RSBI sudah sangat keterlaluan mahalnya. “Di Jakarta, untuk masuk SMA RSBI, membutuhkan biaya Rp 40 juta. Sedangkan untuk tingkat SMP mencapai belasan juta. Ini sudah sangat mengkhawatirkan,” ungkap Hetifah. (cha/jpnn)

Berita Terkait:

  1. Kemendiknas Tak Mau Atur Pungutan RSBI
  2. Dikeluhkan Mahal. Kemdiknas Panggil Sekolah RSBI
  3. RSBI Butuh Peraturan Mendiknas
About these ads

Responses

  1. Saya pikir langkah DPR RI untuk memanggil Menteri Pendidikan Nasional guna memperbincangkan berbagai hal/ problem berkenaan dengan RSBI (bukan hanya tentang biaya yang mahal, tetapi juga tentang kualitas pembelajaran yang cenderung tidak jauh lebih baik dari sekolah biasa) adalah langkah strategis, bahkan krusial. Kalau pun kebijakan itu tetap akan dilanjutkan, perlu kajian mendalam terhadap persiapan sebuah sekolah untuk menjadi RSBI. Jika tidak, asumsi yang berkembang saat ini: RSBI tidak lain adalah bentuk nyata dari bisnis pendidikan di Indonesia. Terima kasih !

  2. saya cenderung tidak ada RSBI ,,tapi cenderung lebih prioritaskan sekolah berbasis lokal..dengan sendirinya pasti akan lebih maju persaingan di pentas nasional maupun internasional..

  3. rsbi adalah sekolah cara yahudi yang tdk punya sense of culture… apakah rsbi bisa mencetak anti korup…tolng jagan komersialkan pendidikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: