Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Januari 18, 2011

Menjadi Guru Yang Sukses

Menjadi Guru Yang Sukses

Oleh: Yeni Nopiyanti, S.Pd, M.Pd
(Guru MTs Ar-Rosyidiyah Sungai Alam Bengkalis- Riau)

Kesuksesan seorang guru bukan dilihat dari besarnya gaji yang diterima dan besarnya tunjangan yang diperoleh, namun berapa banyak siswa yang dapat berubah kearah yang lebih baik. Menjalankan profesi guru dari hati merupakan sebuah motivasi terbesar untuk menjalankan tugas sebagai seorang pendidik dengan tujuan menghantarkan peserta didik untuk meraih kesuksesan. Untuk menjadi seorang guru yang sukses ada beberapa hal yang mesti dilakukannya:

Pertama, Hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa; Guru adalah orang tua siswa disekolah. Keharmonisan hubungan antara guru dengan siswa akan memotivasi siswa untuk senang dengan gurunya. Kesenangan siswa terhadap seorang guru adalah langkah awal kesuksesan seorang guru. Sebagai seorang guru mesti berupaya untuk mengetahui keanekaragaman kecerdasan para siswa yang akhirnya berdampak pada keanekaragaman gaya belajar mereka. Kondisi ini menuntut guru tidak berhenti untuk belajar agar dapat melakukan inovasi dalam memenuhi gaya belajar siswa, dengan demikian hubungan antara guru dengan siswa akan semakin erat, karna siswa merasa kebutuhan cara belajar yang mereka kehendaki terpenuhi.

Kedua, Mengetahui tentang siswa; Siswa bodoh, siswa nakal, siswa rajin dan siswa pandai ini merupakan kalimat yang sering muncul apabila seorang guru ditanya apa yang mereka ketahui tentang siswa-siswanya. Mengetahui tentang siswa tidak terbatas pada mengetahui apa yang sering mereka lakukan di sekolah, karna guru tidak banyak tahu bagaimana kehidupan siswa di luar sekolah. Maka luangkan lah waktu untuk menyelami kehidupan siswa-siswa sehingga ini akan membantu guru bagaimana cara mengarahkan mereka kearah yang lebih baik. Tidaklah ilmiah seorang guru yang mengatakan siswa bodoh, siswa nakal bila tidak terlebih dahulu memahami banyak hal tentang siswa-siswanya.

Ketiga, Memiliki semangat pengabdian; Keikhlasan seorang guru untuk mengajar dan mendidik tanpa membatasi waktu hanya jam disekolah yaitu seorang guru yang selalu siap sedia kapan saja siswanya membutuhkan bimbingan dan arahannya. Keikhlasan seorang guru sebagai seorang pendidik dengan memberikan yang terbaik pada anak didiknya sebagai modal untuk meaih kesuksesan, maka kesuksesan menjadi seorang guru telah berada dalam genggaman.

Keempat, Penguasaan pengelolaan  ruang kelas; Ruang kelas adalah yang di dalamya akan dijumpai begitu banyak fonemena yang mengandung berbagai pelajaran tentang hidup dan pembentukan karakter siswa. Keanekaragaman tingkah laku siswa sesuatu yang sangat mengasikkan untuk diteliti dan dipahami. Isnawati (2010) menyatakan Untuk menjadi seorang guru yang sukses mesti mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengelola ruang kelas dimana proses pembelajaran berlangsung. Mengelola ruang kelas tidak hanya memberikan teguran dan berbagai macam peringatan kepada siswa sewaktu siswa membuat keributan. Namun bagaimana mengkondisikan sebuah ruang kelas yang penuh semangat, aktif dan memiliki motivasi yang tinggi agar para siswa dapat mempelajari berbagai macam karakter dari manusia-manusia yang ada di dalamnya.

Kelima, Belajar adalah kebutuhan; Belajar seumur hidup mesti menjadi semboyan yang dimiliki seluruh guru. Perubahan zaman yang juga berdampak pada perubahan cara siswa dalam menerima pembelajaran menuntut guru untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran. tidak sedikit siswa yang bolos dari sekolah dengan alasan jenuh dengan gaya belajar guru. Seorang guru yang baru berumur 50 tahun tidak membaca buku dengan alasan tidak memiliki kemampuan lagi menerima apa yang dibaca merupakan salah satu penyebab kegagalan pendidikan. Karena menganggap mengajar hanyalah sebuah rutinitas yang mesti diselesaikan. Siswa-siswa berhak mendapatkan lebih dari gurunya mereka berhak mendapatkan hal yang paling berarti dalam hidup mereka melalui kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan bersama guru disekolah.
—————
Download artikel ini dalam versi word document [klik disini]

About these ads

Responses

  1. Trima kasih banyak Yeni… semoga Yeni menjadi guru tauladan bagi murid2 dan teman2 guru….. Amin….. Usul ikut saja menjadi guru tauladan… semoga sukses……

    • terima kasih ya buk. Amin.

  2. Tulisan Ibu bagus ! Tq

  3. —————-
    السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
    —————————-
    Tulisan Ibu Yeni ini sangat bagus, itulah yang yang harus dijiwai oleh setiap guru.
    Sekaitan dengan tulisan tsb. ada satu hal yang perlu saya sampaikan kepada kita semua, yaitu seperti yang disampaikan oleh Ibu Yeni di atas…”Tidaklah ilmiah seorang guru yang mengatakan siswa bodoh, siswa nakal bila tidak terlebih dahulu memahami banyak hal tentang siswa-siswanya”.

    Kita sebagai pendidik wajib menghadapi semua karakter anak didik, jangan seperti guru-guru di sekolah “faforit”. Mereka hanya mau mendidik anak-anak pilihan saja.
    Baik piliahan kecerdasan maupun pilihan kemampuan ekonomi.

    Mereka membagakan diri pula terhadap sekolah-sekolah yang serba berkekurangan.
    Sebagaimana yang saya ketahui salah satu sekolah di Padang terpaksa menjadi juru penyelamat dari anak-anak yang terusir dari sekolah-sekolah lain yang mana guru-gurunya melakukan pilihan terhadap calon anak-didiknya.

    Maka faktor inilah salah satu sumber kekacauan sistem pendidikan dalam masyarakat. Letakanlah dan bangunlah kesuksesan itu di dalam bingkai “keadilan”.

    Wassalam

  4. Sy setuju dg tulisan Ibu berjudul Menjadi Guru Yang Sukses, kalau boleh saya menam
    bahkan pd point 4,Penguasaan Pengelolaan Kelas…selama ini persepsi mengenai Ruang utk Belajar itu hanyalah Kelas…pdhl “ruang” utk belajar itu bisa dimana saja Guru Olah raga,Kesenian,Prakarya,Biologi, ruang belajarnya tidak hrs di kelas…Justru di Luar Kelas itu murid bisa memperoleh “Sumber Belajar” yg luas skl. Selain persepsi Guru tentang Mengelola Ruang…juga soal mengelola “Waktu”,ini juga banyak Guru berpandangan bahwa “Waktu” belajar hanyalah pd “Jam Sekolah” sj, shg Dampaknya adalah Guru tidak memilah dan memilih bahan belajar mana yg tepat diajarkan pd jam sekolah,dan bahan belajar mana yg hrs dipelajari di luar jam sekolah dg Metode Tugas Terstruktur. Kalau ada guru yg menugasi Murid itu namanya selalu PR (Pekerjaan rumah)…biasanya cuma mengerjakan soal2 buatan Guru atau LKS….Jika pemahaman Guru ttg Waktu belajar ini baik ditambah mampu memilah dan memilih Bahan Belajar scr tepat mk Pembelajaran akan efektif…Tdk akan terjadi keluhan: Wah materi smester ini terlalu padat Jumlah pertemuan/waktunya tidak cukup. Trmksh.

  5. Setuju bu………..

  6. Pendidikan Network – Salut Ibu Yeni!

    Re: “Seorang guru yang baru berumur 50 tahun tidak membaca buku dengan alasan tidak memiliki kemampuan lagi menerima apa yang dibaca merupakan salah satu penyebab kegagalan pendidikan.”

    Kalau kita lulus dari Jurusan Pendidikan itu hanya awal perjalanan pembelajaran kita. Belajar terus adalah kewajiban dan kebanggaan guru yang profesional.

    Kita juga mempunyai kewajiban untuk membaca secara rutinitas, maupun mengembankan kebiasaan siswa-siswi kita juga membaca, membangunkan budaya baca.

    Pada pembaca: Apa peran-nya perpustakaan di sekolah anda?
    “Pusat belajar mengajar” atau Gudang Buku?
    http://pendidikan.net/perpustakaan.html

    Selamat Berjuang Ibu Yeni!

    Salam Pendidikan

  7. Terima kasih untuk semua masukan dan sarannya. Mudah2 an kita semua selalu diberikan kekuatan untuk tetap memotivasi diri dalam menjalani tugas sebagai agen perubahan……

  8. Ass. Tulisan buk Yeni mudah-mudahan mengugah para guru untuk meningkatkan profesionalisnya. Saya tertarik dengan kalimat kekihlasan yang merupakan salah satu indikator keberhasilan guru. Masih banyak diantara teman kita yang seprofesi yang meremehkan keiikhlasan, sehingga kalau ada kegiatan di sekolah yang mungkin nilai nominalnya sedikit jadi malas untuk melaksanakan kegiatan. Semoga keikhlasan dalam berkaraya akan diberi balasan dari Allah dalam segala hal. Selamat berkarya dan berjuang dunia dan akhirat

  9. Mkasih tulisan ya bu Yeni, bagus koq!

  10. andai aja smua guru beritikad seperti yang ibutulis. betapa maju dunia pendidikan di negeri tercinta ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: