Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 1, 2011

Alam Takambang

Alam Takambang

Oleh : Prof. Dr. H. K. Suheimi, SpOG (KFER)

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya suka belajar. Bila melihat alam saya ingin menyapanya dan berbincang dengannya dan memetik hikmah dari setiap yang dipantulkannya.
Saya dengar suara alam, saya ikuti iramanya dan saya petik maknanya

Setiap kali saya berjalan dan setiap tempat yang dikunjungi selalu saya berusaha menyelaminya lebih dalam dan lebih dalam lagi. Biasanya saya menemukan dan mendapatkan sesuatu dari yang saya amati dan saksikan

Sangat banyak yang bisa kita petik dari alam sekitar, dan sering saya ber ucap Masyaallah, Allah berbuat dan membuat sekehandakNya.

Sering saya terpekur menyimak kebesaran ciptaanNya. Di setiap sudut yang saya amati saya berdecah kagum akan ayat-ayat tanda kebesaranNya.

Saya lepaskan pandangan ke langit dan saya tukikkan pandangan ke Bumi, pandang jauh balayangkan, pandang dakek batukiakkan, luar biasa sempurnaNya ciptaannya.

Lalu semua ciptaanNya yang dilangit serta semua Ciptaannya yang di Bumi ditundukkannya pada manussia. Agar manusia mampu belajar dari alam dan menguasai serta mengendalikan alam itu untuk ke mashlahatan kehidupan manusia. Sesuai dengan FirmanNya. “Sakharalaku maaffissssamaati wamaa ffil ardhi”. Ditundukan padamu manussia, apa2 yang ada dilangit dan apa2 yang ada di bumi serta segenap isinya.

Guru saya berkata. Kita di beri dua kitab. Satu kitab kecil yaitu Al-Qur’an. Dan satunya lagi kitab besar dengan hurufnya yang besar-besar ialah Alam takambang.

Kadang-kadang karena hurufnya yang besar itu, banyak juga manussia yang tak mampu melihatnya.

Maka kita diseru mempelajari Al-Qur’an dan mempelajari alam.

Dimalam itu Nabi Muhammad di perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan terus ke sidrat al Muntaha. “Linuriahu min ayatina”. Agar kepada Nabi Muhammad itu diperlihatkan sebahagian tanda-tanda kebesaran Kami.
Firman Allah di surat Al isra’

Makanya kata guru saya. Kita belajar dari Al quran dan kita belajar dari Alam.
Pesan nyinyik mamak kita “alam takambang jadikan guru”

Saya renungi petuah guru dan ninik mamak saya. Sehingga, dimanapun, bilapun dan apapun yang saya temui saya pelajari dan saya coba menulisnya dan saya sampaikan pada pembaca.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur’an

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.(29;6)

Katakanlah:  ‘Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): ‘Marilah ikuti kami’. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, 6;71

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

————–
Download artikel ini dalam format word documen, [klik disini]

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: