Oleh: newsdisdiksbr | Juni 6, 2007

NAGARI BINAAN (PENDIDIKAN) PROPINSI

NAGARI BINAAN        

Oleh: Drs. Fekrynur, M.Ed.  

“…Ibu yang ‘miskin pendidikan’ cenderung tidak melanjutkan pendidikan anaknya. Kemiskinan pendidikan sangat erat kaitannya dengan kemiskinan ekonomi. Angka kemiskinan ternyata tidak berkurang, malah bertambah” [Elfindri, 2001, hal. 107.] 

Dengan niat ‘mengeroyok’, tim fasilitator yang terdiri dari berbagai sektor (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, yang dipimpin oleh Kepala Biro Pemerintahan Nagari, Pemda Propinsi Sumbar Drs. Suhermanto Raza, SH., MM. turun ke nagari binaan. Tujuannya adalah mengurangi, kalau bisa menghapuskan kemiskinan yang diderita oleh ribuan KK (kepala keluarga) sebelum tahun 2010, di sebelas (11) Nagari Binaan yang ada di Sumbar. Ke-sebelas nagari itu adalah:(1) Sungai Tarab,  (2) Pauah Kamba, (3) Aia Gadang, (4) Tanjuang Batuang,  (5) Tabek Panjang (6) Piobang, (7) Palangki, (8) Sitiuang, (9) Gauang, (10) Lubuak Malako, dan (11) Gurun Panjang;   sedangkan dua kelurahan binaan lainnya adalah: Durian II, dan Nan Balimo, dan segera akan bergabung salah satu “nagari” di Pagai Utara. 

Kegiatan yang dilakukan di nagari binaan ini adalah semacam ‘pilot proyek’-nya Pemda Propinsi yang diharapkan bisa menjadi suatu percontohan untuk cara-cara pengentasan kemiskinan. “Ini bukan untuk persiapan lomba, atau semacamnya,” ujar Suhermanto Raza. “Jadi program ini diharapkan bisa berlanjut sampai kemiskinan entas,” imbuhnya. 

Nagari yang menjadi binaan diusulkan oleh kabupaten/kota. Tim propinsi mengunjungi nagari-nagari tersebut langsung bersama dinas terkait dengan berkoordinasi secara intense dengan kecamatan dan pemda kabupaten/kota berkonsentrasi, men-sinergikan segala macam dana, daya, yang ada di tingkat propinsi dan kabupaten kota untuk mengembangkan berbagai program pengentasan kemiskinan. Ini adalah tantangan untuk berbagai dinas terkait, termasuk bagi Dinas Pendidikan Sumatera Barat. 

Kabag Pemerintahan, di Biro Pemerintahan Nagari, Drs. H. Erizal, berulangkali mengaharapkan kepada anggota tim agar anggota tim pembinaan nagari ini bekerja serius membawa bendera dan program dari kantor dan dinasnya masing-masing. Petugasnya jangan terlalu sering digonta-ganti, sehingga ada kesan kurang serius dan kurang fokus terhadap masalah nagari yang berkembang sebagai penyebab dari kemiskinan yang diderita”, tambahnya. Seberapa serius kita dari Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat untuk mengentaskan kemiskinan yang menggelayut di kalangan warga nagari binaan ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: