Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 23, 2007

Perioritaskan Pembangunan Sekolah

Komisi X DPR RI Desak : Prioritaskan Pembangunan Sekolah


BANGUNAN SDN 05 Tanjung Beringin Kecamatan Lunang Silaut mengalami porakporanda, pasca gempa menggoyang Kabupaten Pesisir Selatan dan sekitarnya Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) lalu. Tidak hanya bagian luar, kondisi bagian dalam gedung sekolah pun mengalami kondisi yang sama.

Lunang-[Padek-23/09/07], Kendati data kerusakan sarana pendidikan yang rusak pascagempa telah didata, namun hingga kemarin kerusakannya masih belum terjamah tim evakuasi. Ironisnya, bengkalai kerusakan bangunan masih dibiarkan begitu saja, padahal sekolah ini merupakan salah satu infrastruktur yang harus segera dibenahi pasca gempa.Hal ini terlihat saat kunjungan Ketua Komisi X DPR RI, Irwan Prayitno ke Tapan, Lunang Silaut, kemarin. Dalam kunjungan ini, juga diikuti Staf Kegiatan Bencana Alam Sesditjen Mendiknasmen, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Johor Makmun, anggota DPRD Sumbar dan DPRD Pessel asal F-PKS.Kenyataan ini terlihat di SD 05 Tanjung Berangi Kecamatan Lunang Silaut yang bongkahan bata dan dindingnya masih dibiarkan begitu saja. Dan hal yang sama juga terlihat disekolah lainnya. ”Memang saat ini sekolah sedang libur, namun bukan berarti bangunan yang rusak dan hancur dibiarkan begitu saja. Saya harap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat untuk segera merinci dan membuat proposal biaya rehab sekolah tersebut. Komisi X akan mendesak Depdiknas untuk segera menganggarkannya,” ujar Irwan yang juga menjambangi korban gempa di Muko-muko, Provinsi Bengkulu ini, kemarin. Pada kesempatan kunjungan tersebut, diserahkan bantuan tanggap darurat dari Depdiknas kepada 40 sekolah yang rusak berat akibat gempa. Dengan masing-masing sekolah menerima Rp4,5 juta. Bantuan ini tidak dialokasikan untuk pembangunan fisik, namun hanya dana tangga darurat saja. “Bisa digunakan untuk bersih-bersih atau untuk keperluan lainnya, yang penting berhungan dengan kepentingan sekolah,”ujar anggota DPR asal Sumbar ini. Hal senada juga dikatakan Johor. Dikatakannya, memang dalam aplikasinya nanti, dana pembangunan dan rehab sekolah ini akan sharing antara pusat dan daerah. Dan jumlahnya tergantung pada anggaran yang diajukan.

BANGUNAN SDN 05 Tanjung Beringin Kecamatan Lunang Silaut mengalami porakporanda, pasca gempa menggoyang Kabupaten Pesisir Selatan dan sekitarnya Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) lalu. Tidak hanya bagian luar, kondisi bagian dalam gedung sekolah pun mengalami kondisi yang sama.

Namun, biasanya Depdiknas mengalokasikan untuk rehab rusak berat sebanyak 4 paket dengan total Rp230 juta perlokal. Sedangkan untuk rusak sedang sebesar Rp130 Juta perlokal dan untuk rusak ringan Rp65 juta perlokal. Pernyataan tegas dari Irwan Prayitno yang juga Ketua Komisi X DPR RI ini sekaligus memperkuat dukungan atas peringatan tegas dari Presiden SBY. Peringatan ini dilontarkan SBY saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (17/9) lalu. SBY meminta agar proses rehabilitas dan rekonstruksi segera dilakukan. Infrastrukur saran pendidikan yang rusak, rumah ibadah dan sarana kesehatan harus diprioritaskan.

1.126 Rusak

Berdasarkan data sementara, tak kurang dari 1.126 bangunan sekolah luluhlantak di daerah yang terkena gempa. Dari banyaknya gedung yang rusak tersebut diharapkan rehab gedung SD lebih diprioritaskan. Data sementara menyebutkan, bangunan itu terdiri dari gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman Bur menyebutkan, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) baru menurunkan Tim Trauma Konseling dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) untuk menanggulangi psikologis masyarakat, terutama anak sekolah pascagempa.

Menurutnya, tahap awal pascabencana sudah dilalui dengan tanggap darurat. Setelah itu dilanjutkan dengan cek lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan dari data kerusakan sementara oleh tim verifikasi. ”Jumlah kerugian total belum bisa kita tentukan. Namun mengingat waktu sekolah semakin dekat, sekolah yang rusak berat kita kondisikan di tenda dulu,” ujarnya.
Dengan hasil data yang akan dikeluarkan oleh tim verifikasi, lanjutnya, bisa ditentukan bentuk dan jumlah bantuan, baik yang berasal dari pusat maupun provinsi. ”Disdik memfasilitasi saja sebab pemegang bantuan berada pada Gubernur,” ujar Bur yang tidak menyebutkan pasti kapan data tersebut rampung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: