Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 28, 2007

Pasca Gempa, 20 Unit Sekolah Rusak

Pasca Gempa, 20 Unit Sekolah Rusak PBM Terganggu, Murid Cemas

Padang [Padek, 28/10/07]: Apapun namanya bencana pasti membawa dampak kerugian! Begitu pula bencana gempa yang melanda Kota Padang, Kamis (13/9) lalu, telah menimbulkan kerugian ratusan miliar lebih.
Termasuk dalam hal ini, sejumlah sekolah yang ada di Kota Padang, mulai dari SD sampai SMA. Data dari Dinas Pendidikan Kota Padang menyebutkan, sebanyak 20 unit sekolah mengalami kerusakan. Dengan rincian lima SMKN, dua SMAN, empat SMPN dan sembilan unit SDN. Sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, diantaranya SDN 43 Rawang Timur, SMAN 10 Padang, SMPN 32 Padang.

Khusus SDN 43 Rawang Timur, Kecamatan Padang Selatan dari hasil pengecekan tim teknis Kimpraswil Kota Padang, bangunan di sekolah itu dinyatakan tidak layak lagi untuk dipergunakan. Untuk sementara, murid SDN 43 Rawang Timur dipindahkan ke SD Pelindo Teluk Bayur Padang. Di satu sisi, meski bencana gempa yang melanda Kota Padang sudah berlalu hampir 2 bulan, namun dalam hal ini Pemko belum juga mencari alternatif bantuan bagi fasilitilas umum seperti sekolah. Akibatnya hingga saat ini banyak sekolah yang membiarkan begitu saja bangunan yang rusak karena tidak ada dana merehab bangunan.

Hal ini tentu saja mengganggu PBM. Sebagian sekolah yang mengalami kerusakan bangunan cukup parah, mau tidak mau menggunakan dua shift jam belajar yakni pagi dan siang hari karena kekurangan ruang belajar. Bagi yang mengalami kerusakan sedang, tetap memaksakan diri untuk menggunakan ruangan meski diliputi rasa cemas.

Seperti halnya dengan SMA Negeri 10 yang berlokasi di Jalan Situjuh Kota Padang, sekolah berstandar nasional ini terpaksa membagi jam belajar pagi untuk kelas XI dan kelas XII serta jam belajar siang untuk kelas X.
Tak hanya itu, jam belajar yang sebelumnya 45 menit jam pelajaran, dikurangi menjadi 40 menit sementara jam belajar tambahan bagi kelas XII diadakan siang hari. Beberapa dari siswa kelas XII mengaku keadaan seperti ini cukup mengganggu aktivitas belajar karena jam belajar dan diskusi sore hari bersamaan dengan jam belajar kelas XI. Laporan tim Kimpraswil Kota Padang menyatakan, bangunan sekolah tiga lantai dengan jumlah 9 ruang yang diperuntukkan bagi kelas XII dengan ukuran ruang 8 x 9 meter tidak layak lagi untuk digunakan. Dari pantauan Padang Ekspres juga terlihat sebagian badan dinding bangunan yang berada di lantai I dan II lepas dari tiang yang mengakibatkan cor tiang harus diulang. Dinding bagian dalam mengalami retak-retak besar dan lantai juga bernasib sama. Sejauh ini pihak sekolah sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Pendidikan Kota Padang, Dinas Pendidikan Sumbar, dan dinas terkait. Namun pihak sekolah tidak menyebutkan berapa kerugian yang dialami sekolah ini. Sama halnya dengan kondisi di SMP Negeri 32 Padang yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Meski tak mengalami kerusakan berat seperti SMAN 10, sekolah ini tetap tak nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar.

Sebab dari laporan guru dan pengamatan koran ini, tujuh ruang belajar termasuk ruang majelis guru dan mushalla mengalami retak pada dinding. Ini diperparah dengan rubuhnya loteng pada teras dan sebagian loteng di dalam ruangan. Ruangan ini tetap dipakai, hanya saja siswa dan guru mengaku lebih meningkatkan kewaspadaan setiap saat. Sampai saat ini, kedua sekolah tersebut baru sebatas diperiksa dinas yang bersangkutan. Pihak sekolah dalam hal ini, termasuk Dewan Komite menyatakan tak mampu merehab gedung yang dipergunakan untuk kegiatan mulia ini dan hanya berharap pada dinas terkait untuk segera mencairkan bantuan.

Fauzi Bahar, Wali Kota Padang PBM Harus Tetap Berjalan

Perbaikan gedung serta fasilitas sekolah penting dan harus segera dilakukan, demi menjaga kelancaran proses belajar dan mengajar (PBM). Dalam hal ini, kita akan menggunakan dana tanggap darurat untuk perbaikan sekolah tersebut. Di samping itu, untuk percepatan rehab bangunan sekolah yang rusak tersebut, Dinas Pendidikan dalam hal ini telah mengirimkan telaahan ke Bagian Pembangunan Setko. Lanjutnya, kita juga telah mengirimkan surat permohonan bantuan ke Sampoerna Foundation. Laporan sementara yang kita terima dari pihak Sampoerna Foundation, mereka akan turun melakukan peninjauan bulan November nanti. Namun usaha kita tidak sampai di situ saja. Lanjutnya, kita dalam hal ini juga telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Bakornas Pusat.
Dan untuk tataran lokal, kita juga telah meminta kepada sejumlah perusahaan swasta dan BUMN kiranya dapat berpartisipasi untuk menghandle rehab masing-masing sekolah yang rusak tersebut. Pendeknya, dalam hal ini, baik pemerintah dan swasta harus mengeroyok bersama-sama permasalahan ini. Saya, juga telah berbincang dengan Ketua Umum Gebu Minang untuk dapat membantu dana rehab sejumlah sekolah yang rusak akibat gempa, September lalu.Alhamdulillah, warga kita di perantauan juga telah menyatakan kesediannya untuk membantu dana rehab sekolah ini. Mudah-mudahan dana bantuan tersbeut dapat cair dalam waktu dekat ini.

Iklan

Responses

  1. proses belajar mengajar mmg harus ttp berjalan tp bagaimana dgn qt yg masih trauma dgn peristiwa ini sementara kami biasanya belajar d lantai 3 dan 4 FAk.bahasa,satra dan seni universitas negeri padang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: