Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 2, 2007

Membangun Kreatifitas Tidak Hanya Berorientasi Pada Sertifikasi

Membangun Kreativitas Tidak Hanya Berorientasi
Pada Sertifikasi

Oleh: Mohammad Saroni.
Guru SMK Brawijaya Mojokerto

1. Latar Belakang

Setiap orang di dalam kehidupannya ditunut untuk menampilkan eksistensi dirinya secara maksimal. Hal ini sebagai ajang untuk menunjukkan bahwa mereka berperan dalam kehidupan. Tanpa hal ini, maka seseorang hanya akan menjadi boneka atau robot yang menunggu perintah sebelum mereka mengerja-kan sesuatu.
Salah satu langkah konkrit yang dapat dilakukan sebagai bentuk peran serta seseorang dalam kehidupan adalah membangun diri secara sinergis dengan berbagai kondisi yang ada di dalam kehidupan. Mereka harus men-sinergiskan kondisi dalam dirinya dengan kondisi di luar dirinya. Dalam hal ini, mereka harus menampilkan kompetensi yang ada di dalam dirinya dan me-nerapkannya di dalam pola kehidupan nyata sehingga dapat mewarnai pola kehidupan masyarakat.
Sebenarnya, secara implisit kita masing-masing memegang peranan penting dalam pola kehidupan bermasyarakat dan secara sadar harus dapat memposisikan diri sebagaimana tupoksi masing-masing. Jika kondisi tersebut kita laksanakan dengan sebenarnya dan sebaik-baiknya, maka yakinlah bahwa kehidupan menjadi lebih baik, lebih teratur dan pada akhirnya dapat mem-berikan kontribusi maksimal kepada anggota masyarakat.
Dan, guru adalah anggota masyarakat intelek sehingga yang diharapkan adalah peran sertanya dalam mengembangkan pola kehidupan dalam masya-rakat intelek dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya, khususnya di dunia pendidikan. Guru adalah para pemikir yang bertanggungjawab terhadap kondisi dunia pendidikan di negeri ini. Berkembang dan tidaknya dunia pendidikan di negeri  ini tergantung pada peran serta para guru dalam setiap upaya pengem-bangan yang dilakukan dalam dunia pendidikan.

Hal ini sebenarnya merupakan kewajiban yang harus dilakukan guru agar eksistensi dirinya  dapat diakui secara positif oleh semua pihak, terutama masyarakat. Apalagi selama ini kita mendapati kenyataan bahwa dunia pendidikan di negeri ini masih dipandang miring, belum menunjukkan kualitas proses yang maksimal. Padahal jika kita jujur mengakui, maka dunia pendidikan di negeri ini telah berhasil memberikan kontribusi yang sangat besar di dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), anak bangsa ini. Sangat banyak anak bangsa yang berkualitas dan semua itu tidak terlepas dari peranan dunia pendidikan, kerja guru.

Guru adalah garda terdepan dari dunia pendidikan sehingga sangat diharapkan mereka dapat mewarnai pola kerja yang ada di dunia pendidikan, khususnya di sekolah tempatnya bekerja, baik secara pribadi maupun dalam kelompok kerja. Oleh karena itulah, maka guru seharusnya mampu meng-aktualisasikan kompetensi dirinya secara maksimal dan selanjutnya mengem-bangkan kemampuan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.

2. Sertifikasi Untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Bahwa kualitas seseorang adalah tergantung pada komptensi yang ada di dalam dirinya. Semakin banyak kompetensi yang dimiliki, maka secara langsung kualitas dirinya semakin tinggi. Ada perbandingan lurus antara kompetensi diri dengan kuaitas diri.

Dengan kompetensi yang dimiliki oleh guru, maka seharusnya guru dapat menjadikannya sebagai sarana untuk mengembangkan dunianya secara maksimal. Untuk hal tersebut sipwelukan tingkat kepedulian yang tinggi atas kemauan mengaktualisaisikan diri secara utuh dalam dunia pendidikan yang digelutinya. Oleh karena itulah perlu dikembangkan rasa cinta terhadap profesi sebagaimana nasionalisme yang tumbuh di dalam diri. Kesetiaan kita terhadap profesi atau pekerjaan perlu dikembangkan secara maksimal dan diwujudkan dalam langkah-langkah strategis yang lebih mengutamakan kualitas pembel-ajaran daripada sekedar kuantitas, apalagi sekedar  untuk melaksanakan tugas semata.

Dilihat dari sisi kuantitas, negeri ini sangat berlimpah tenaga kerja atau SDM yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Kita mempunyai guru yang jumlahnya cukup fantastis, walaupun belum dapat menutup kebutuhan ideal guru-guru yang layak, khususnya guru di daerah terpencil. Jumlah guru di negeri ini memang sangat bayak, tetapi jika dilihat dari sisi kualitas, tentunya kita semua mengetahui kondisinya.

Oleh karena hal tersebut, maka program sertifikasi dicanangkan sebagai salah satu langkah konkrit pada kepedulian terhadap upaya peningkatan kualitas hasil proses pembelajaran. dengan sertiofikasi, maka diharapkan dapat terkondisikannya SDM yang benar-benar mempunyai kemampuan melaksana-kan tugas dan kewajibannya dalam proses pembelajaran dan pendidikan.

Kita harus mengakui bahwa selama ini amsih banyak guru yang terlena oleh tugas dan kewajiban yang monoton tanpa ada perkembangan yang berarti. Mereka terlena oleh kestatisan yang ‘diakui atau tidak’ sama sekali tidak memberikan tantangan yang berarti terhadap profesi mereka. Selama ini kita melihat kenyataan bahwa guru-guru hanya berkutet pada tugas dan tugas yang terus menerus mengalir tanpa dapat dibendung sehingga tidak ada waktu untuk kegiatan yang lain.

Hal ini memang sebuah alasan yang klasik, alasan yang setiap saat selalu kita dengar dari sekian banyak guru. Banyak tugas yang harus diselesaikan, sehingga waktu yang dimiliki habis untuk hal tersebut. Dan, kegiatan ini rutin harus dilakukan setiap hari, bahkan tidak hanya di sekolah melainkan juga hingga ke rumah. Tugas dan kegiatan yang monoton ini jelas menjadikan kita terlena dan kehilangan semangat untuk mengembangkan diri secara professional sebab apa yang harus dilakukan sebenarnya sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan di hari-hari sebelumnya. Oleh karena kondisi seperti itulah, maka kita perlu menyadari jika selanjutnya kreativitas para guru tidak begitu menonjol. Mereka telah kehilangan kesempatan untuk berkreasi sebab selama ini segalanya sudah siap dilaksanakan serta waktu yang mereka miliki telah habis untuk menyelesaikan tugas rutin, misalnya menyusun program dan sebagainya. Akibatnya, kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sangat-lah kecil dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kreativitas guru.

Program sertifikasi yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini tidak lain adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para guru untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas diri masing-masing. Dengan program sertifikasi ini, maka mau tidak mau guru harus memikirkan cara dan langkah untuk mengembangkan diri sebab salah satu unsur yang dipertimbangkan dalam sertifikasi adalah pengembangan diri. Bahkan unsur pengembangan diri telah menjadi penilaian terbesar untuk mengetahui tingkat kualitas dan kelayakan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Dengan program sertifikasi yang dicanangkan, pemerintah mencoba untuk menyeleksi guru yang berkualitas sedemikian rupa sehingga mereka yang berkualitas bakal mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, dalam hal ini seperti yang diberitakan, mereka mendapatkan tunjangan yang cukup meng-giurkan. Dan, memang sudah seharusnya hal tersebut diberikan kepada guru-guru yang benar-benar berkualitas.

Secara umum, sertifikasi terhadap guru sebenarnya merupakan program penyeleksian guru-guru berkualitas untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dunia pendidikan sehingga seharusnya hal tersebut dilakukan secara obyektif dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan negeri ini. Kita berkeinginan untuk meningkatkan kualitas hasil proses pendidikan, untuk hal tersebut, maka sangat diperlukan guru-guru yang mempunyai kelayakan dan kualitas sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itulah, maka perlu ketegasan pembuat kebijakan penilai untuk meluluskan ataupun menggagalkan pengajuan jika memang layak atau tidak layak mendapatkan sertifikat kualitas pendidik. Sebab, memang hal tersebutlah tujuan penyelenggaraan sertifikasi guru. Kalau ternyata semua guru yang dialokasikan mengikuti proses sertifikasi dan ternyata lancar-lancar saja saja, sebab berkas yang disyaratkan dalam sertifikasi ter-penuhi, walaupu proses pemberkasan tersebut dilakukan berulang-ulang agar memenuhi persyaratan, berarti memang ada pengkondisian agar dapat dilulus-kan, maka apalah artinya diterapkan sertifikasi sebab bagaimanapun semuanya pasti lulus! Sekali lagi kita perlu menekankan dalam hati dan nurani masing-masing bahwa program sertifikasi bertujuan untuk mengembangkan kualitas dunia pendidikan dengan guru yang benar-benar berkualitas.

3. Kreativitas Adalah Kunci Peningkatan Kualitas SDM

Ada yang bilang bahwa jika kita ingin berkualitas, maka pupuklah kemampuan diri dan kembangkan semaksimal mungkin dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan bidang kerja sehingga dapat semakin menambah kualitas diri dalam pola pergaulan antar kolega maupun di hadapan anak didik yang tentunya sangat berharap mempunyai guru-guru yang berkualitas.

Kualitas merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya dapat diciptakan jika kita berkemauan untuk hal tersebut. Setiap orang dapat saja mengkondisi-kan dirinya sehingga menjadi orang-orang yang berkualitas sebab pada dasarnya setiap orang mempunyai kemampuan untuk hal tersebut. Sebagaimana sebuah pisau, maka setiap pisau mempunyai kemampuan untuk menjadi tajam. Setiap pisau pada awalnya sangatlah majal sehingga tidak dapat dipergunakan sebagaimana fungsinya. Dan, jika hal tersebut dibiarkan sebagai-mana yang ada, maka sampai kapanpun pisau tersebut tetap majal. Jika kita menginginkan pisau itu tajam, maka kita harus melakukan proses pengasahan secara teratur dan tidak pernah bosan. Pisau semajal apapun jika kita mengasahnya secara teratur dan kontinyu, maka dapat menjadi tajam juga.

Begitu juga halnya dengan guru, pada dasarnya para guru adalah kelompok orang-orang yang berkualitas, tetapi karena  jarang diasah, maka ke-mampuan yang mereka miliki tidak dapat berkembang sebagaimana seharus-nya. Bagaimana seorang guru yang memiliki kemampuan tinggi dapat ber-kembang jika mereka sama sekali tidak pernah diasah, yang jelas dengan tingkat kemampuannya yang tinggi bakal menjadi terpuruk jika tidak pernah diasah. Sebagaimana sebilah pisau yang tajam jika sama sekali tidak diasah, pada akhirnya bakal menjadi pisau yang sangat majal dan tidak dapat dipergunakan sama sekali.

Untuk hal tersebut, maka guru seharusnya selalu berusaha untuk me-ngembangkan diri dengan mengasah kemampuan yang dimilikinya secara mak-simal sehingga semakin lama semakin meningkat kemampuan tersebut dan mampu menjadi  aspek unggulan bagi diri. Hal ini tidak hanya untuk guru-guru yang berkemampuan rendah, melainkan juga untuk guru-guru yang ber-kemampuan tinggi agar kemampuan yang dimiliki benar-benar dapat berkem-bang sebagaimana seharusnya.

Jika sertifikasi menunut para guru untuk meningkatkan kualitas driinya, maka sudah seharusnya guru secara terus menerus mengasah kemampuan yang dimilikinya sehingga benar-benar menjadi mumpuni dalam bidangnya. Kemam-puan yang dimiliki oleh guru seharusnya secara teratur diasah sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas dirinya. Kita tidak hanya berbicara untuk guru-guru yang memang mempunyai bekal kemampuan diri yuang tinggi, melainkan juga untuk para guru yang merasa kemampuan dirinya sangat rendah, walau sebenarnya setiap guru mempunyai kemampuan diatas rata-rata orang. Dengan menjadi guru saja sudah menunjukkan bahwa tingkat kemampuan kita melebihi orang kebanyakan dan itulah bekal terbaik yang kita miliki dan seharusnya selalu kita kembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas diri.

Jika kita ingin meningkatkan kualitas diri, maka langkah konkrit yang dapat kita lakukan adalah dengan mengasah kemampuan tersebut secara berke-sinambungan dengan mengaktifkan kegiatan, yaitu memperbanyak kreasi ber-kaitan dengan potensi diri. Semakin banyak kreasi yang kita hasilkan, maka semakin tinggi kualitas diri kita. Oleh karena itulah, jika kita ingin berkualitas, maka perbanyaklah kreativitas diri dalam bidang kerja sehingga mampu me-nemukan hal-hal baru atau mampu menghasilkan kreasi yang terbaik bagi kehidupan, khususnya bagi dunia kerja.

Ya, jika kita ingin meningkatkan kualitas diri, maka salah satu jalan terbaik adalah meningkatkan daya kreasi secara signifikan dengan tugas dan tanggungjawab yang diemban sehingga secara langsung mneunjukkan eksistensi diri di lingkungan kerja. Bagaimanapun jika seseorang dapat menunjukkan kualitas diriya secara baik, maka hal tersebut dapat memposisikan dirinya dalam pola kehidupan masyarakat intelek atau masyarakat secara umum. Hal ini diakui ataupun tidak kita harus mengakui bahwa kreativitas merupakan kunci menuju peningkatan kualitas diri dalam atat pergaulan masyarakat dunia pendidikan. Dan, peningkatan kualitas diri akan membawa dampak pada atensi terhadap diri kita pribadi.

Dengan demikian, maka setidaknya jelas bagi kita bahwa sebenarnya peningkatan kualitas drii merupakan keharusan bagi setiap guru untuk dapat menyelenggarakan rposes pendidikan dan pembelajaran yang benar-benar berkualitas dan dapat membawa anak bangsa pada peningkatan kemampuan diri. Kalau kemudian pemerintah mencanangkan program sertifikasi, maka sebenarnya hal tersebut tidak seharusnya mejadi salah satu penyebab signfikan terhadap peningkatan kreativitas guru.

Dengan memperhatikan penjelasan diatas, maka setidaknya telah tumbuh kesadaran di dalam hati kita bahwa guru memang sangat perlu melakukan berbagai kegiatan untuk dapat mengembangkan diri agar semakin berkualitas. Sebagaimana sebuah pisau, semajal apapun jika setiap saat diasah, maka pada saatnya pasti menjadi sangat tajam. Tetapi, setajam apapun pisau yang kita miliki, tetapi jika sama sekali tidak pernah diasah, tentunya bakal menjadi majal dan bahkan tidak dapat dipergunakan.

Guru yang merasa berkemampuan rendah-pun dapat mengembangkan kemampuannya menjadi sangat tinggi jika setiap saat selalu mengasah diri dengan berbagai kreativitas yang menunjang bidang kerjanya. Dengan  krea-tivitas yang kita lakukan, maka setidaknya secara pribdai kita mendapatkan berbagai hal positif bagi kehidupan kita.

Bagaimanapun dengan meningkatkan kreativitas diri, maka kita telah membangun branding diri dimata semua orang dan hal ini berarti telah mening-katkan kualitas diri dimata kolega.

 

Oleh karena tulah, maka sebaiknya mulai sekarang kita mengasah diri dengan sebaik-baiknya tanpa harus meyangkut pautkan hal tersebut dengan program sertifikasi sebab peningkatan kualitas diri sebenarnya  merupakan sebuah keharusan bagi setiap guru untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang kita lakukan untuk anak bangsa yang mengikuti proses pembelajaran di kelas kita. tanpa adanya sertifikasi dan janji kenaikan atau tunjangan setelah lulus proses sertifikasi.

 

 

 

Setiap saat guru memang harus meningkatkan kemampuan dirinya agar apa yang diberikan kepada anak didik merupakan hal terbaik dan terbaru sehingga saat anak didik menyelesaikan waktu belajarnya, maka bekal pengetahuan, keterampilan yang didapatkan di sekolah merupakan hal yang berlaku di masyarakat. Jika kondisi seperti ini dapat kita ciptakan, maka upaya mengagkat pamor dunia pendidikan yang selama ini terpuruk dalam Lumpur kegagalan dapat segera dapat dientas dan pamor kualitas pendidikan negeri ini kembali naik dan diperhitungkan dalam tata pergaulan masyarakat inter-nasional.

Semoga

Alamat :
Mohammad Saroni
Jl. Raya Gembongan RT 32/RW VIII No. 52
Telp. 0321 – 7226628; 081 654 991 955 Gembongan, Gedeg, Mojokerto 61351 Jawa Timur

e-mail: mohammad_saroni13@yahoo.co.id
Alamat Kerja: SMK Brawijaya Mojokerto
Jl. Empunala No. 242 Telp. 0321 – 395616 Kota Mojokerto

—————–
Download artikel ini dalam format word document [klik disini]


Responses

  1. Salam Kenal Pak.. Artikelnya bagus dan menarik.. Saya masih dalam belajar. Boleh Link Ya?

    • boleh saja. Kita sama-sama belajar kok…

  2. Ada apa di balik kepegawaian SMK Braijaya? Kok Mengeluarkan Pegawai seenaknya sendiri?

  3. Untuk Ketua Yayasan yang baru, diharapkan kebijaksanaannya dalam memimpin!!!!!

  4. Bravo untuk SMK Brawijaya Mojokerto

  5. hallo bro.. ya’ opo kabare almni brawi agktn ’05.kie aq unyil mpk3

  6. gimana kabare alumni Brawijaya yang lainnya….. coba kunjungi smkbrawijayamojokerto1.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: