Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 3, 2007

Ibu Guru Zurita, Guru Sejati

Ibu Guru Zurita, Guru Sejati

Zurita, seorang guru di Bukittinggi yang mau gajinya dipotong demi uang masuk sekolah anak didiknya. Kisahnya­pernah diungkap Singgalang beberapa waktu lalu. Ternyata ada sisi lain yang belum terungkap. Di masanya, ketika ia sedang kuliah, ia kesulitan keuangan, seperti juga banyak orang lain. Pedih hatinya ketika itu. Namun, dermawan datang membantu. Dermawan itu bernama Azwar Anas, tokoh yang kita kenal sebagai gubernur yang dicintai rakyat. Dra.Zurita,42, guru SMK Negeri 1 Bukittinggi, adalah guru tanpa jasa. Sesungguhnya banyak guru yang seperti dia. Cuma, kita saja yang tidak, atau belum tahu. Orang-orang sederhana, lebih sering tersentuh melihat orang sederhana lainnya yang sedang mengalami kesulitan.

Perempuan yang menamatkan pendidikan sarjana (S1) di UNP Padang (IKIP-waktu itu ) jurusan Ekonomi Koperasi tahun 1988, mulai mengabdikan diri sebagai guru di SMKN 1 Bukittinggi (STM Negeri waktu itu ) sampai sekarang, tiba-tiba menjadi perhatian pengurus Perhimpunan Komite Kota Bukittinggi (PKKB), yang kemudian member­ikannya penghargaan. Penghargaan yang langsung diserahkan oleh Walikota Bukittinggi beberapa waktu lalu tersebut, menurut Ketua PKKB H.Z.Zis Dt.Nan Angek, kepada Singgalang , kemarin, berdasarkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan anak didik. Sikap yang dilakukan istri Drs.Aris Supardi yang juga seorang guru, dinilai PKKB memang patut dijadikan contoh. Sikap dan perhatian ibu 3 orang anak ini, diakui Ketua PKKB sudah cukup langka. Betapa tidak, meski harus berhadapan dengan kepala sekolah, demi seorang calon muridnya yang nyaris tidak bisa mewujudkan impiannya duduk di salah satu bangku SMKN 1 Bukitting­gi. Padahal orangtua dan anak tersebut belum pernah dikenalnya, tapi ia bersedia menjaminkan gajinya untuk memenuhi kekurangan biaya masuk anak tersebut.

Zurita sendiri mengaku tidak begitu tahu dari mana orangtua dan murid yang telah lulus seleksi di SMKN 1 Bukittinggi, sore itu, datangnya. Saat hari terakhir pendaftaran penerimaan siswa baru tahun ajaran 2007/2008, di tengah kepasrahan dengan linangan air mata, anak beranak itu, menemuinya di rumahnya kawasan Sumarapak, kelurahan Tarok Dipo. Pada saat itu, Zurita baru saja sampai di rumah, sehabis menemui Kepala SMA Negeri 2 Bukittinggi. Meski letih, belum sempat minum dan segera pula akan berangkat ke Lubukbasung. Perasaannya segera tersentuh melihat seorang tua dan calon siswa minta bantuan dengan sepenuh hati serta harap. Tanpa menghiraukan keletihan dan rencana berangkat ke luar kota , bersama kedua orang tersebut, Zurita segera menemui Kepala SMKN 1 Bukittinggi, untuk mohon membantu bagaimana seorang remaja yang datang jauh dan telah memenuhi persyaratan secara administratif untuk bisa diterima. Anak itu, tak punya uang. Hanya gara-gara tidak memiliki uang cukup, haruskah terancam batal bersekolah?

Gagal meyakinkan Kepala SMKN 1, akhirnya Zurita ikhlas menjamin­kan gajinya untuk dipotong sekitarnya Rp390 ribu lebih, sisa uang masuk sebesar Rp.980 ribu dengan surat pernyataan. “Meski gaji yang saya terima hanya tinggal sebagian kecil, namun jujur saya ikhlas, demi tercapainya harapan seorang harapan bangsa”,tuturn­ya. Maka dipotonglah gaji ibu guru ini, untuk membayar uang masuk si anak, yang entah anak siapa. Zurita yang pernah sekolah berpindah-pindah menjelaskan, apa yang dilakukannya tersebut, tidak menjadi beban baginya. Mengalir saja. Ia sendiri sesungguhnya juga pernah merasakan betapa su­litnya sekolah dengan kondisi ekonomi orang tua, ternyata pernah pula mendapat bantuan yang sama dari Yayasan Baitul Mall milik mantan Gubernur Sumbar H.Azwar Anas dan istrinya Hj.Jus Azwar Anas. Saat itu, ia kuliah, tapi saat itu pula masa sulit secara ekonomi untuk menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. Dari apa yang diperolehnya, sampai kemudian tercipta hubungan silaturrahmi yang tetap terjalin harmonis sampai kini dengan kedua tokoh yang telah mengadopsi sebagai anak asuh seperti juga para penerima beasiswa, Zurita tetap merasakan betapa besarnya arti perhatian dan bantuan orang yang mampu. Lambat laun kita tahu bahwa Azwar Anas bukan hanya sekedar gubernur tapi telah membantu banyak orang. “Terus terang, saya juga tidak tahu dari mana PKKB mengetahui apa yang saya alami dan kemudian memberikan penghargaan. Yang jelas, saya hanya berharap, tanggungjawab seorang pendidik, apalagi seorang kepala sekolah, seyogyanya juga ikut memperhatikan dan membantu anak tidak mampu, namun memiliki keinginan kuta untuk sekolah,” harapnya. [Singgalang, 03/12/07]

About these ads

Responses

  1. Ambo bangga jo Ibuk Zurita nan sabana Pahlawan Tanpa Tando Jaso ko. Samoga ateh kebaikan Ibuk Zurita ko hanyo Allah swt sajolah nan ka mambaleh handaknyo. Amiiin. Bahagialah siswa Ibuk Zurita nan dapek pertolongan Ibuk ko, karano Ibuk basadio gaji dipotong untuak manolong calon siswa 2006/2007, tapi sawakatu ambo masuak STM Negeri Bukittinggi 1969/1970 alun ado guru nan sarupo Ibuk Zurita ko, tapi Alhamdulillah bisa juo ambo tamatkan STM Bukittinggi di tahun 1971/1972. Sabana salut ambo ka Ibuk Zurita, hanyo Allah SWT sajo nan ka mambaleh jaso Ibuk Zurita. Amiiin Yarabbal’alamiiin.
    Tarimo kasih.
    zulfirman
    Tamatan STM Negeri Bukittinggi
    Jurusan Bangunan Gedung
    1972

  2. wah bagaimana nih tamatan stm ,yang udah merantau gimana kabarnya dari rachmat hidayat ,elektro 2 (th 2002)

  3. Ibu Zurita,,,, eh salah uni.. ambo salah surang nan dapek bantuan juoi dari ibu jus azwar anas…

    kini ambo cubo giah tau uni… saat iko, ibu wak tu sadang koma dan dirawat di rumah sakit pondok indah jakarta.

    mohon doa wak sadonyo untuk kesedembuhan ibu kito tercinta….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: