Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 4, 2007

SMK, Mencetak Tenaga Terampil Berbasis Sekolah

Sekolah Menengah Kejuruan,
Mencetak Tenaga Terampil Berbasis Sekolah

Oleh: Mohammad Saroni
(Guru SMK Brawijaya & PGRI Kota Mojokerto)

—–1. Latar Belakang

Masalah kualitas hasil pembelajaran yang terus mengalami penurunan selalu menjadi wacana yang sangat memilu-kan, khususnya untuk pengelola pendidikan. Dan, untuk hal tersebut banyak cara ditempuh sebagai solusi permasalahan. Tetapi, tetap saja semua itu belum dapat menyelesaikan permasalahannya.

Setiap tahun pertambahan angka pengangguran terus meningkat yang disebabkan oleh kenyataan bahwa kualitas diri para lulusan belum dapat mencapai tingkat maksimal. Mereka lulus sekolah dengan kualitas pas-pasan sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan, apalgi jika kondisi ekonomi keluarga sama sekali tidak mendukung keinginan bersekolah lebih lanjut. Jadilah mereka sebagai lulusan yang menganggur, tidak ada pekerjaan sebab tidak ada kemampuan di dalam dirinya.

Terkait dengan kondisi tersebut, maka sekolah menengah kejuruan memberi-kan alternative solusi dengan memberikan bekal kompetensi yang terpakai di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan bekal; inilah, siswa diharapkan mampu menghadapi kehidupan lebih baik sebab mempunyai kemampuan untuk bekerja.

Tetapi, di dalam hal ini yang terpenting adalah bahwa bersekolah bukanlah semata-mata untuk mencari pekerjaan. bersekolah memang tidak dialokasi-kan sebagai alat untuk mencari pekerjaan, melainkan sebagai bekal untuk bekerja dengan cara menciptakan pekerjaan untuk dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Siswa yang bersekolah di kejuruan dipersiapkan sedemikian rupa dengan berbagai keterampilan kejuruan sesuai bidang yang dipelajarinya. Mereka mendapatkan pembelajaran teknik di bengkel sekolah dengan melakukan secara langsung kegiatan-kegiatan keterampilan. Dengan bekal inilah, maka siswa yang sudah lulus dapat menerapkan keterampilannya dan tidak perlu mencari pekerjaan sebab pekerjaan itu sebenarnya sudah ada di dalam dirinya.

2. Esensi Pembelajaran Kejuruan

Pembelajaran di sekolah kejuruan sebenarnya merupakan pembelajaran khusus bagi para siswanya. Kekhususannya tersebut terkait dengan materi pembelajaran yang diberikan kepada anak didik. Bahwa di dalam proses pembelajaran di sekolah kejuruan, materi pelajaran dibagi atas tiga aspek dasar yaitu normatif, adaptif, dan produktif.

Aspek normatif memberikan pembelajaran nilai-nilai positif di dalam kehidupan, aspek adaptif memberikan pembelajaran ilmu pengetahuan yang dapat diadaptasi dalam  kehidupan, dan aspek produktif memberikan pem-belajaran keterampilan yang memungkinkan anak didik untuk menciptakan barang-barang terpakai di dalam kehidupan sehingga

Dengan demikian, maka secara esensial kita dapat mengatakan bahwa pem-belajaran di sekolah kejuruan memungkinkan untuk terlaksananya pem-bekalan keterampilan pada para siswa. Keterampilan inilah yang merupakan perbedaan utama antara sekolah kejuruan dengan sekolah umum.

Dan, kenyataannya, lulusan sekolah kejuruan lebih dapat survive di dalam kehidupannya dibandingkan anak lulusan sekolah umum. Sebab mereka mempunyai bekal keterampilan yang dapat dijadikan sebagai pekerjaan tanpa harus mencari pekerjaan.

Inilah sesungguhnya hal esensial dari eksistensi sekolah kejuruan, yaitu mempersiapkan anak didik sebagai tenaga kerja siap melaksanakan tugas kehidupan di masyarakatnya. Anak-anak lulusan sekolah kejuruan mem-punyai keterampilan yang didapatkan dari pembeljaaran praktik di bengkel sekolah dengan berbagai pekerjaan yang mengacu pada pekerjaan yang umumnya dilakukan di masyarakat.

3. Mengurangi Angka Pengangguran dengan Bekal Keterampilan

Dengan memperhatikan esensial pendidikan di sekolah kejuruan, maka se-tidaknya kita melihat nilai lebih dari sekolah kejuruan dibandingkan dengan sekolah umum. Sekolah kejuruan memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mempersiapkan diri dengan berbagai keterampilan yang terpakai di dalam kehidupannya.

Dari berbagai sumber, khususnya dari para alumnus yang datang ber-kunjung ke sekolah atau pada saat penulis sempat menghadiri acara reuni yang diselenggarakan oleh para lulusan, maka setidaknya dari dua puluh lima alumnus yang menghadiri acara tersebut, seluruhnya telah mendapat-kan pekerjaan dan menempati posisi yang cukup baik, padahal mereka lulusan sekitar tiga tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah kejuruan lebih survive di dalam menghadapi kehidupan.

Sekolah kejuruan memang merupakan sekolah khusus yang menekankan proses pembelajarannya pada upaya memberikan keterampilan kepada anak didik sehingga mempunyai kemampuan untuk mempertahankan eksistensi dirinya di dalam kehidupan. Dengan keterampilan yang dimilikinya, maka anak didik yang sudah lulus dapat mengaktualisasi dan mengimplementasi segala kemampuan dirinya untuk dapat hidup secara baik.

Dengan demikian, maka sekolah kejuruan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk masuk ke dunia kerja secara langsung dibandingkan dengan lulusan sekolah umum yang memang berorientasi pada melanjutkan proses pembelajaran ke jenjang lebih tinggi. Sedangkan, sekolah kejuruan lebih menekankan pada persiapan anak didik untuk memasuki dunia kerja dengan berbekal keterampilan yan didapatkan dari proses pembelajaran praktik

Jika kita mengkaji hal ini, maka setidaknya kita mengetahui bahwa sekolah kejuruan mempunyai nilai positif sebab mempersiapkan anak didik untuk menjadi tenaga-tenaga siap pakai. Para lulusan sekolah kejuruan mempunyai bekal keterampilan yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk bekerja sehingga mereka tidak menjadi pengangguran terdidik.

4. Menciptakan Tenaga Kerja Berbasis Sekolah

Pada proses pembelajaran di sekolah kejuruan, anak didik diposisikan sebagai subyek pembelajaran sekaligus sebagai aspiran untuk mengerjakan berbagai pekerjaan. Dengan berposisi seperti itu, maka anak didik dilatih untuk mengerjakan pekerjaan dengan spesifikasi pekerjaan tukang pro-fessional.

Anak didik diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kompetensi dirinya secara maksimal dengan berbagai keterampilan yang disediakan oleh sekolah. Selama sekitar 6 (enam) jam dalam seminggu anak didik mengikuti proses pembelajaran praktik di bengkel sekolah dengan berbagai pekerjaan yang harus diselesaikan dari pekerjaan awal hingga finishing. Tetapi jika sekolah menerapkan sistem pembelajaran blok, maka dapat terjadi proses pembelajaran dijalani anak didik selama 3 (tiga) hari dalam seminggu atau bahkan mungkin sekali selama seminggu penuh.

Program pembelajaran di sekolah kejuruan memang lebih menekankan pada pembekalan praktik jauh lebih banyak dibandingkan pembelajaran teori. Dengan program seperti ini, maka anak didik lebih terarah pada persiapan teknis menuju penguasaan teknologi terpakai di dalam kehidupan. Penguasa-an teknologi inilah yang memungkinkan bagi anak didik untuk dapat me-ngembangkan diri secara maksimal.

Secara langsung, anak didik dipersiapkan sebagai tenaga kerja siap pakai dari bengkel sekolah. Hal ini merupakan implementasi dari semua program  pembelajaran yang terangkum di dalam kerangka pendidikan secara nasional. Dengan demikian, maka setidaknya teknologi yang diberikan ke-pada anak didik adalah teknologi berskala nasional.  Teknologi bertaraf nasional ini memungkinkan anak didik dapat menerapkan keterampilan tersebut dimana dan kapanpun. Dan itu artinya kita  menciptakan tenaga kerja berbasis sekolah.

Sekolah kejuruan melaksanakan proses pembelajaran dengan 3 (tiga) aspek pembelajaran, yaitu aspek normatif, aspek adaptif, dan produktif yang secara jelas merupakan satu bentuk pertanggungjawaban sekolah terhadap upaya peningkatan kualitas anak didik sehingga setelah masa belajar, maka anak didik benar-benar tuntas belajar. Anak didik telah mengikuti proses pembel-ajaran secara utuh dan tentu saja keterampilan merupakan modal paling utama bagi kehidupan masa depan mereka.

5. Penutup

Pendidikan adalah upaya manusia untuk mengantisipasi keadaan yang di-berikan oleh kehidupan agar tidak tergilas oleh peradaban yang terus meng-alami perubahan. Perubahan kehidupan yang selalu terjadi merupakan bukti bahwa sebenarnya hidup tidak pernah berhenti hanya di satu kondisi saja. Kehidupan selalu bergerak, dinamis sebab esensi kehidupan seperti air sungai yang terus mengalir walaupun berbagai hambatan menghalang. Kita dapat melihat kenyataan bahwa walaupun air dibendung, maka air tetap saja menerobos celah-celah yang ada hanya untuk dapat mengalir. Bahkan, jika seandainya hambatan itu begitu rapat, maka air yang mengumpul akan menciptakan sebuah tenaga potensial yang begitu dahsyat besarnya.

Pendidikan memang merupakan sebuah upaya pengkondisian sumber daya manusia sedemikian rupa sehingga mempunyai kemampuan untuk mem-berikan respon terhadap pengaruh kehidupan. Dan, implementasi dari pendidikan tersebut adalah proses pembelajaran dengan berbagai bentuk serta aspek pembelajaran. Semua kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk pertanggunjawaban atas kewajiban untuk meningkatkan kualitas diri dari generasi penyambung kehidupan bangsa.

Dan, sekolah kejuruan merupakan salah satu sekolah  dengan kekhususan-nya tersendiri memberikan proses pembelajaran yang lebih ditekankan pada peningkatan keterampilan anak didik. Dengan proses yang khusus, maka anak didik diberikan materi pemelajaran yang tidak hanya terbatas pada pembelajaran teori, melainkan juga pemelajaran praktik sesuai dengan program pemelajaran yang ditempuhnya. Dengan pemelajaran praktik ini, maka anak didik lebih dikondisikan untuk menguasai dan selalu mengikuti perkembangan teknologi  sehingga selalu mampu memberikan respon ter-hadap setiap kondisi yang ada. Anak didik tidak bakalan gagap teknologi, bahkan menjadi ujung tombak pelaksanaan atau penerapan teknologi untuk kehidupan yang lebih mudah dan terbaik.

Dari pengalaman yang ada di kehidupan, maka setidaknya kita mengetahui bahwa belajar di sekolah kejuruan, maka anak didik mempunyai ke-mampuan survive yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang bersekolah di sekolah umum. Hal ini merupakan nilai plus bagi sekolah kejuruan yang lebih menekankan pembelajaran pada aspek praktik langsung. Sebab hanya dengan memperbanyak kemampuan praktik anak didiklah, maka sebenarnya tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh anak didik. Bukankah, anak didik mengikutri proses pemelajaran adalah untuk meningkatkan kualitas dirinya? Dan, salah satu bentuk peningkatan kualitas dirinya tidak lain adalah dengan memperbanyak keterampilan diri sehingga mampu melakukan berbagai ke-giatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Bersekolah atau menempuh pendidikan merupakan kewajiban setiap manusia agar dapat meningkatkan kualitas kehidupan yang diinginkannya. Da, selamanya pendidikan merupakan salah satu cara terbaik untuk memper-siapkan diri untuk menghadapi setiap kondisi kehidupan sehingga dapat menjadi pengukir sejarah kehidupan dan bukan sekedar bagian dari sejarah kehidupan. Oleh karena itulah, maka sebaiknya kita sebagai pengelola pendidikan di sekolah kejuruan benar-benar all out di dalam membimbing anak didik sehingga benar-benar dapat mewujudkan tujuan belajarnya. Dan, hal itu harus dilakukan sejak sekarang!

—-

Download artikel ini dalam bentuk format word document [klik disini]


Responses

  1. ada yang bisa bantu?
    berapa total jumlah SMK di Sumbar?
    apa saja jurusannya?
    bagaimana dengan jumlah siswa kelas 1 skrg?
    trims

  2. Untuk mencari data SMK di Sumatera Barat, silahkan klik url berikut :

    http://npsn.jardiknas.org/cont/data_sekolah/index.php

    Wassalam,

  3. mantap………………… smg lebih maju n tambah mantapppppppppppppp…………salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: