Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Januari 28, 2008

Pelatihan Multimedia Pembelajaran Berbasis ICT di SMAN 1 X Kt. Singkarak

PELATIHAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DI SMAN 1 X KOTO SINGKARAK

——–
Drs. Ariasdi

Eric Ashby mengatakan bahwa dalam sejarah peradaban manusia, setidaknya telah terjadi empat revolusi besar pada bidang teknologi pembelajaran. Revolusi pertama yakni terjadi ketika orangtua menitipkan anak kepada seorang guru untuk mendapatkan pendidikan. Masa ini merupakan cikal bakal dimulainya sebuah profesi yang disebut guru. Guru saat itu merupakan orang yang dipandang mempunyai kelebihan. Siswa datang kepada guru untuk belajar.

Revolusi ke dua terjadi ketika manusia mengenal tulisan. Tulisan sebagai lambang-lambang yang disepakati guna menyampaikan suatu pesan. Pesan-pesan yang semula disampaikan secara lisan, sejak saat itu mulai disampaikan secara tertulis. Saat itu orang menulis dengan mempergunakan media apa saja, seperti kayu, tulang, batu, daun, sampai ditemukannya kertas. Kertas pertama kali diperkenalkan di negeri Cina oleh seorang bernama Cai Lun tahun 105 M. Sejak ditemuinya kertas, budaya tulis semakin berkembang pesat.

Perkembangan budaya tulis semakin pesat saat memasuki revolusi ke tiga, yakni ditemukannya mesin cetak. Mesin cetak membawa dampak yang sangat luas dalam komunikasi tulisan, yang semula buku ditulis dan disalin oleh orang perorang, maka setelah ditemukannya mesin cetak, tulisan dapat diterbitkan secara masal. Mesin cetak telah memberi warna kepada kehidupan manusia modern.

Pada penghujung abad 20 kita menyaksikan revolusi selanjutnya yang sangat menakjubkan, yaitu revolusi elektronik. Revolusi elektronik pada bidang teknologi pembelajaran dimulai sejak ditemukannya citra bergerak (motion picture) tahun 1910, siaran radio (1930), televisi pendidikan (1950) serta computer dan internet (1980). Awal abad 21 merupakan kelanjutan dari rebolusi elektronik. Pada masa ini, dikenal berbagai istilah berkaitan dengan pembalajaran elektronik atau sering disebut elearning. Konsep elearning sendiri mencakup terminology yang sangat luas, dari mulai pembelajaran plus elektronik sampai dengan electronic based learning.

Saat ini di sekolah telah mulai diperkenalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pendayagunaan TIK dalam pendidikan pada dasarnya adalah suatu kelanjutan proses revolusi pembelajaran yang masih belum selesai. Sejalan dengan perkembangan teknologi computer, istilah TIK sendiri semakin identik dengan computer, sehingga apabila disebutkan TIK maka yang dimaksud biasanya akan menunjuk kepada penggunaan computer dan internet.

Pada blueprint (cetak biru) perkembangan TIK SMA, disebutkan terdapat tujuh peranan TIK dalam pendidikan, yakni: sumber belajar, alat bantu atau media belajar, fasilitas atau sarana belajar, standard kompetensi, pendukung administrasi, pendukung system manajemen dan infrastruktur kelembagaan.

Sedangkan dalam proses pembelajaran sendiri, setidaknya TIK menempati tiga peranan, yakni sebagai konten pembelajaran (standar kompetensi), sebagi media pembelajaran dan sebagai alat belajar. Atau dengan kata lain: belajar menggunakan computer, menggunakan computer untuk belajar, dan belajar melalui computer.
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Penelitian tersebut antara lain yang dilajukan oleh Francis M. Dwyer. Hasil penelitian ini antara lain menyebutkan bahwa setelah lebih dari tiga hari pada umumnya manusia dapat mengingat pesan yang disampaikan melalui tulisan sebesar 10 %, pesan audio 10 %, visual 30 % dan apabila ditambanh dengan melakukan, maka akan mencapai 80 %. Berdasarkan hasil penelitian ini maka multimedia interaktif dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran.

Multimedia telah mengalami perkembangan konsep sejalan dengan berkembangnya teknologi pembelajaran. Ketika teknologi computer belum dikenal, konsep multimedia sudah dikenal yakni dengan mengintegrasikan berbagai unsure media, seperti: cetak, kaset audio, video dan slide suara. Unsur-unsur tersebut dikemas dan dikombinasikan untuk menyampaikan suatu topic materi pelajaran tertentu. Pada konsep ini, setiap unsure media dianggap mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan salah satu unsure media dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan media lainnya. Misalnya, penjelasan yang tidak cukup disampaikan dengan teks tertulis seperti cara mengucapkan sesuatu, maka dibantu oleh media audio. Demikian juga materi yang perlu visualisasi dan gerak, maka dibantu dengan video.

Pada pertengahan decade tahun 80-an tatkala teknologi computer multimedia mulai diperkenalkan, maka sejak saat itu multimedia pembelajaran berbasis kommputerpun dimulai. Terdapat berbagai sebutan untuk media pembelajaran berbasis computer seperti CAI (Computer Assisted Instruction), MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif), software pembelajaran mandiri, media presentasi berbantuan computer, dll. Setiap penyebutan tentu saja mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pengembangnya.

Media penyimpananpun berkembang mulai dari kemasan disket dengan kapasitas 1,4 MB, CD dengan kapasitas 650 MB, sampai dengan DVD yang berkapasitas 4,7 GB.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi jaringan dan internet, maka multimedia berkembang tidak terbatas pada standalone PC, tapi juga berbasis jaringan, sehingga sumber belajar menjadi lebih kaya.

Pembuatan bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dirintis oleh Direktorat Pembinaan SMA sejat tahun 1990,dimulai dengan pelatihan guru-guru MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) dalam pembuatan multimedia pembelajaran. Kegiatan tersebut berlanjut dan berkembang sehingga kurun waktu tersebut telah dihasilkan banyak multimedia pembelajaran (bahan ajar berbasis TIK).

Sejak tiga tahun belakangan ini (mulai tahun 2005), SMA N 1 X Koto Singkarak – Kabupaten Solok telah tercatat sebagai salah satu kontribusi nasional dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK ini untuk disebar ke seluruh nusantara. Pada tahun 2005 untuk materi mata pelajaran TIK (Trik dan Teknik Membuat Desain Grafis), 2006 untuk materi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Praktik Pelaksanaan Manasik Haji) dan 2007 untuk materi mata pelajaran Geografi (Gempa Bumi dan Tsunami). Hanya saja, sampai saat ini kita masih belum mampu meraih medali emas. Namun setidaknya Kabupaten Solok pada umumnya dan SMAN 1 X Koto Singkarak pada khususnya telah melangkah terlebih dahulu mendahului Kabupaten – Kota di Sumatera Barat ini. Bahkan pada tahun 2007, pulau Sumatera hanya terwakili oleh dua provinsi, yakni Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Melihat data terakhir di atas, kita boleh merasa bangga dan senang. Namun untuk perkembangan media pembelajaran itu sendiri, hal tersebut merupakan ‘bencana’, karena tidak  adanya perkembangan kontribusi dari sekolah-sekolah lainnya. Padahal masih terlalu banyak materi mata pelajaran lainnya yang belum tersentuh.

Menjawab realita di atas, maka SMA N 1 X Koto Singkarak pada hari Sabtu, 26 Januari hingga Senin, 28 Januari 2008 telah mengadakan Pelatihan Pembuatan Multimedia Pembelajaran Berbasis ICT untuk guru-guru se Kabupaten Solok. Materi pelatihan ini di bagi menjadi dua sesi, paket Presentasi Pembelajaran dan Pembuatan Software Pembelajaran Mandiri. Dalam pembukaan workshop ini juga ditampilkan demonstrasi Software Multimedia Pembelajaran hasil karya Ariasdi untuk Lomba Multimedia Pembelajaran Tingkat Nasional dalam dua tahun terakhir (2006-2007) untuk materi Pendidikan Agama Islam (Praktik Manasik Haji) dan Geografi (Gempa dan Tsunami). Antusias pengunjung, yang juga terdiri dari perwakilan UNP (Jasnur Asri), terlihat jelas dengan laris manisnya karya tersebut dicopy untuk diputar sendiri di PC masing-masing. Begitu juga pada saat workshop berlangsung, peserta dengan bernafsu terus memburu Ariasdi (narasumber workshop) dengan berondongan pertanyaan seputar teknik pembuatan media tersebut. Wah, pokoknya, tiga hari berlalu tanpa terasa. Mudah-mudahan Kabupaten dan Kota lainnya di Sumatera Barat juga menggelar kegiatan serupa, agar pembelajaran berbasis ICT di Ranah Minang ini juga berkembang seperti teman-teman kita di pulau Jawa dan kota besar lainnya. Insya Allah, Ariasdi siap membantu…..he….he….promosi nih……..

Reverensi: Panduan Pengembangan Multimedia Pembelajaran; Depdiknas 2007

Iklan

Responses

  1. Wah, ternyata masih ada pejuang-pejuang pendidikan di Sumatera Barat ini yang masih menggeliat, sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Bagaimana LPMP Sumatera Barat? Kami membutuhkan orang-orang seperti Pak Ariasdi. Tolong dihadirkan sebagai narasumber jika ada pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis multimedia ini di LPMP.
    Untuk Pak Ariasdi, bagaimana caranya mendapatkan bahan ajar yang Bapak buat itu? Kami kan juga ingin memilikinya.
    Terima kasih.

  2. Ah, Pak Noviardi terlalu membesar-besarkan. Saya menjalankan semua itu cuma karena hobby.

    LPMP pada Desember 2005, setelah merebut medali perak lomba media pembelajaran pada tahun tersebut, saya sempat diundang untuk presentasi di hadapan kepala-kepala sekolah dan komite se Sumatera Barat. Namun proses pembuatannya memang tidak sempat saya paparkan karena ajang tersebut berupa seminar, bukan workshop. Saya hanya menyampaikan betapa strategisnya dunia cyber jika diterapkan pada lingkungan pendidikan.

    Untuk mendapatkan media tersebut, terus terang, saya mempunyai keterbatasan dalam memenuhi permintaan satu per satu. Saya ingin saran dari redaksi e-newsletter.

  3. Pak Ariasdi Yth,

    Saran kami kiranya Pak Asriadi berminat untuk memperbanyak bahan pelajaran yang telah disajikan dalam media pembelajaran berupa CD atau VCD secara massal, silahkan dihubungi UPTD Baltekkomdik Prop. Sumbar, mudah-mudahan UPTD Baltekkomdik Prop. Sumbar ini dapat membantu.

    Dan, jika Pak Asriadi ingin berbagi bahan ajar yang telah disajikan dalam vidio untuk sesama guru, kami sarankan diupload ke YouTube, atau di Media Jardiknas sehingga dapat diakses oleh mereka yang membutuhkan dimanapun mereka berada.

    Wassalam,
    Redaksi

  4. Bagaimana UPTD Baltekkomdik Prov. Sumbar? Dapat dibantu? Soalnya bahan ajar multimedia ini berupa media pembelajaran interaktif, tidak berupa video yang berjalan sekuensial. Lagi pula, media ini memang sangat dibutuhkan sebagai informasi untuk seluruh masyarakat yang hidup di pesisir pantai barat Sumatera pada umumnya.

    Buat Pak Walikota Padang, saya mohon maaf jika sampai berita ini saya muat, saya belum mengirimkan kopi-an CD ini ke kantor Bapak. Insya Allah dalam minggu depan.

    Terima kasih.

  5. hallo.. assalamualaikum…….
    saya mia, alumni smu n x koto singkarak angkatan 2001…
    mau tau keadaan sekolahan neh…
    terima kasih…

  6. unsur multimedia apa saja mas? tolong …… mkasih

  7. buat ‘quido’

    unsur multimedia: teks, grafik, still image, animasi, audio dan video. semoga ini yang dimaksud quido.

    trims kembali

  8. Assalamu’alaikum Wr.WB

    Alhamdullilah ….saya sangat senang sekali membaca artikel ini karena masih ada pejuang – pejuang pendidikan yang peduli dengan perkembangan teknologi di sumatera barat….semoga saja…apa yang dicita-citakan oleh pak ariasdi bisa tergapai……, mungkin kita bisa sharing….untuk…mengembangkan IT di sumatera barat untuk kemajuan sumatera barat

    saya aktif di YM : dorabernadisman@yahoo.com

    wassalam

    Alumni SMU NEGERI I X KOTO SINGKARAK, ANGKATAN 1999.

  9. assalamualaikum….
    pak Ariasdi yth
    saya ingin sekali melihat dan mempelajari media pembelajaran berbasis multimedia yang bapak buat khususnya pelajaran geografi.
    mohon petunjuk bagaimana saya bisa mendapatknnya.
    terimakasih

  10. Bu Delfiazi yth,
    beberapa judul multimedia pembelajaran yang telah saya buat sebahagian telah dipaketkan oleh Baltekkomdik Tk. I Prov. Sumatera Barat untuk materi Geografi, di antaranya; Gempa Bumi dan Tunami, Longsor, Abrasi dan Erosi. Silahkan Ibu kontak langsung ke Baltekkom, karena hak edarnya telah saya serahkan.

    Maaf atas keterlambatan membalas e-mail ini.

    Salam,
    Ariasdi.

    Trims Pak Zul.

  11. P Arisadi Selamat anda menjadi juara pembuatan Bahan Ajar PAI ( manasik Haji ) bagaimana kalau topik-potik lain dalam PAI juga dibuat.
    Hal ini tentu sangat membantu kami sebagai Guru PAI dalam menyampaikan pelajaran di kelas.
    Atau barangkali selain manasik haji sudah ada bahan lain , saya juga mau di kirimi. Demi da’wah kita.
    Semoga amal baik bapak diterima oleh Allah.

  12. terima kasih buat bapak/ibu guru yg telah memajukan SMU sy tercinta mudah2an semakin maju…
    untuk para junior semangat!!!!!
    jgn mw kalah sama senior


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: