Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 4, 2008

Rembuk Nasional Diknas:

MENDIKNAS: 30 PROGRAM PRIORITAS DEPDIKNAS
TERCAPAI DENGAN BAIK

Jakarta, 4/2 (ANTARA) – Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, pemerintah pada tahun 2008 tetap memberikan prioritas pada 36 program yang setiap tahun diukur pencapaiannya dari jumlah tersebut hanya lima program yang belum memuaskan.

“Namun secara umum dari jumlah tersebut 30 program tercapai dengan baik dan bahkan 12 program diantaranya tercapai dengan memuaskan,” katanya usai membuka acara Rembuk Nasional Pendidikan 2008 di Sawangan Kabupaten Bogor, Senin.

Sementara lima program lainnya yang belum mencapai hasil memuaskan, antara lain masalah pemerataan pendidikan tingkat SD hingga SMA dan SMK di tingkat kabupaten kota, laporan keuangan yang belum lengkap dan persentase dosen, katanya.

Menanggapi belum lengkapnya laporan dana dekonsentrasi dan laporan keuangan perguruan tinggi Mendiknas mengakui bahwa laporan tersebut masih banyak “disclaimer.

“Namun departemen ini kan besar dan paling sulit yang besar-besar itu, makanya itu penyelesaian laporan tersebut saya jadikan target dan harus ada solusinya sehingga tidak ada disclaimer terus menerus,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika yang juga Ketua Panitia Rembuk Nasional Pendidikan dalam laporannya mengatakan, tema Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2008 pada 4 Februari Hingga 6 Februari 2008 adalah “Pemantapan Pencapaian Target rencana Strategis (Renstra) “2005-2009”.

“Tema ini selaras dengan komitmen Depdiknas, yaitu seluruh target Renstra 2005-2009 dapat dicapai sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Dodi.
Menurut dia, Rembuk Nasional Pendidikan ini dimaksudkan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program tahun 2007 sekaligus mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam penuntasan target Renstra tahun 2008 dan tahun 2009.
“Melalui Rembuk Nasional ini diharapkan diketahui capaian kinerja pembangunan pendidikan tahun 2005-2007, baik oleh masing-masing unit utama depdiknas maupun oleh pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Ia mengatakan, dari Rembuk Nasional juga diharapkan pelaksanaan sembilan kebijakan terobosan pendidikan dapat dielaborasi dan dimantapkan. “Selain itu, mengetahui pemahaman seluruh pimpinan unit kerja pendidikan di pusat maupun di daerah terhadap tujuh isu pokok pendidikan dapat ditingkatkan serta komitmen untuk menyukseskannya lebih mantap,” kata Dodi.

Di samping sidang pleno, pada rembuk nasional 2008 akan membahas tujuh isu pendidikan. Pertama, penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun. Kedua, pemberantasan buta aksara. Ketiga, peningkatan akses SLTA Dan perimbangan jumlah siswa SMA:SMK. Keempat, peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi, terutama melalui peningkatan kapasitas perluasan politeknik. Kelima, redistribusi guru dan antisipasi kekurangan guru dalam waktu lima tahun ke depan.

Isu keenam, evaluasi pelaksanaan ujian nasional, kurikulum tingkat satuan pendidikan, e-administrasi, e-pembelajaran, akreditasi sekolah/ madrasah dan perguruan tinggi, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS buku, rehabilitasi sarana/prasarana sekolah, peningkatan kualifikasi dan sertifikasi guru/dosen, dan pendidikan kecakapan hidup. Ketujuh, evaluasi pelaksanaan otonomi pendidikan, satuan pendidikan, dan peran serta masyarakat.

Melalui serangkaian pembahasan dan diskusi di sidang komisi, diharapkan tercipta kesepakatan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentang penyelesaian sisa target Renstra untuk tahun anggaran 2008 dan 2009.

Rembuk Nasional dihadiri oleh pejabat eselon I dan II di kantor pusat Depdiknas serta 700 peserta dan undangan khusus lainnya. Peserta Rembuk Nasional terdiri atas pimpinan Komisi X DPR-RI, pimpinan Panitia Ad-Hoc III DPD RI, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM), dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF).

Peserta Rembuk Nasional juga berasal dari rektor universitas/ institut negeri, Dubes/KWRI di UNESCO, ketua sekolah tinggi negeri, direktur politeknik negeri, kepala P4TK, koordinator kopertis, kepala dinas pendidikan provins, kepala dinas pendidikan kab/kota, atase pendidikan, serta kepala lpmp dari seluruh provinsi. Pada acara pembukaan ini, panitia juga mengundang 55 siswa dan 40 mahasiswa peraih prestasi internasional.

Rencananya, sebelum penutupan (6/2/2008), para peserta akan mengikuti rapat evaluasi program prioritas tahun 2007 dan rencana tahun 2008 yang dipimpin oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Bidakara, Jakarta. Rapat ini juga akan dihadiri oleh seluruh gubernur dan bupati/walikota di Indonesia.

Catatan : Informasi lengkap Rembuk Nasional dapat dilihat (Klik Disini)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: