Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 12, 2008

Pra UN 25 Feb 2008

Pra UN Dilaksanakan 25 Februari 2008

Padang, Siswa SMP dan SMA di Kota Padang mesti belajar tekun dan sungguh-sungguh agar sukses menyelesaikan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Sebab beban tidak hanya berat lantaran pertambahan mata pelajaran yang di-UN-kan, tetapi passingrade juga naik menjadi 5,25.

“Kita minta siswa kita sungguh-sungguh agar mereka tidak gagal UN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Padang, Nur Amin di Balaikota, Senin (11/2). Menyikapi hal tersebut, setiap sekolah saat ini, ujarnya telah melakukan tambahan belajar dan juga try out untuk meningkatkan kemampuan siswa menjawab soal.

Direncanakan, 25 Februari ini, siswa tingkat terakhir SMA akan mengikuti Pra-UN yang naskahnya berasal dari provinsi. Sementara jadwal pra-UN SMP 3 Maret dan SD 10 Meret. Namun jadwal itu, lanjut Nur Amin tentative, melihat kesanggupan dan kesiapan soal.

Siswa kelas XII SMA akan mengikuti ujian Pra UN, 25 Februari. Tentunya dibutuhkan keseriusan siswa dalam belajar menghadapi pra UN maupun UN.

Adapun mata pelajaran SMP yang ditambah mata pelajaran IPA. Sementara untuk SMA menurut Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi untuk SMA IPA dan untuk IPS meliputi mata pelajaran Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi, sedangkan Bahasa meliputi mata pelajaran Bahasa Asing, Sastra Indonesia, dan Antropologi. Dengan mekanisme dan metode persiapan yang sedang dilakukan, Nur Amin optimis, UN 2008 menuai kembali kesuksesan tahun lalu.

Sementara untuk siswa kelas VI SD, mata pelajaran yang di-UN kan meliputi tiga mata pelajaran Matematika, bahasa Indonesia dan IPA. Tapi nama ujiannya bukanlah UN, tetapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UABSN). Berbeda dengan SMP dan SMA, soal untuk UASBN nantinya terdiri dari dua soal, yaitu soal dari provinsi dan dari pusat. Perbandingannya, provinsi menyediakan 75 persen dari soal UASBN, sementara pusat hanya 25 persen. Tidak ada pasingred untuk siswa SD ini, kelulusan mereka ditentukan oleh sekolah.

Namun demikian, sekolah tidak dapat akan dapat bermain curang, karena nilai siswa untuk tiga matapelajaran tersebut dikirim ke pusat, sehingga nilai tersebut menjadi barometer kejujuran sekolah dalam menentukan kelulusan siswanya. “Jadi saya rasa, sekolah tidak dapat main-main dalam hal menentukan kelulusan,” ulas Nur Amin. (Padeks)

Iklan

Responses

  1. menurut saya UN
    akan menimbulkan yang nama nya kebohongan bagi semua pihak
    yang siswa ingin lulus berusaha mencari kunci,
    orang tua ingin anak nya lulus menyokong perbuatan si anak, dengan berbagai cara
    tidak lepas dari pihak sekolah
    agar siswa nya lulus 100%, melakukan berbagai cara agar sekolah nya menuai prestasi.

    pantas saja negara kita selalu bobrok dimata dunia, malaysia yg berkoar2 mengatakan bangsa serumpun berani melecehkan negara kita.

    PR penting bagi para pejabat pendidikan
    apa langkah yg harus di tempuh agar menjadi indonesia yg sukses, terutama bidang pendidikan,
    karna kita tau generasi muda, yg belajar di sekolahan inilah tanga2 indonesia berikut nya.

    karna kita tau.!!!”
    nabi MUHAMAD. SAW
    bisa sukses dan di hargai para musuh nya karna KEJUJURAN “


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: