Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 6, 2008

Pelaksanaan Pra-UN Lancar “Disdik Belum Punya Target”

Pelaksanaan Pra-UN Lancar “Disdik Belum Punya Target”

Secara umum pelaksanaan Pra-Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA yang digelar serentak kemarin, berjalan dengan lancar. Tak ditemukan adanya persoalan yang berarti, baik kekurangan soal atau pun ketidakhadiran siswa yang selama ini menjadi momok kekhawatiran.

Bahkan kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sejumlah bangunan SMA-nya hancur akibat gempa beberapa waktu lalu. Pelaksanaan Pra-UN di dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni Kecamatan Pagai Utara Selatan dan Sipora, berjalan dengan lancar. ”Semua logistik Pra-UN, termasuk soal-soal sudah didistribusikan 3 hari sebelum hari ‘H’. Termasuk penempatan petugas untuk mengawal pelaksanaan Pra-UN hingga Kamis (6/3) mendatang,” terang Kepala Disdik Sumbar Burhasman Bur, saat monitoring Pra-UN SMA. Hari pertama pelaksanaan Pra-UN, Kadisdik Sumbar mengunjungi tiga SMA di Kota Padang. Yakni, SMA Pertiwi I, SMA 8 dan SMA 7.

Ikut mendampingi Kadisdik, Kasubdin Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Amsir dan Kasi Tenaga Edukatif (Tentif) Afrizal Mukhtar. ”Seperti yang kita lihat hari ini (kemarin, red) dalam monitoring, semua berjalan lancar. Semoga kondisi ini terus berlanjut hingga hari terakhir pelaksanaan Pra-UN,” ujar Burhasman. Pantauan Padang Ekspres di tiga SMA yang sempat dimonitor Kadisdik tersebut, hanya 1 orang siswa yang tidak hadir Pra-UN, yaitu di SMA Pertiwi I , Air Tawar Barat. Dua SMA lainnya, SMA 7 dan SMA 8, seluruh siswa hadir mengikuti hari pertama Pra-UN. Satu orang siswa yang tidak hadir di SMA Pertiwi I, kata Kasek Rahmaniar, adalah siswa yang sudah sebulan belakangan ini tak pernah sekolah, juga tidak pernah memberi kabar.

Ditanya target kelulusan siswa 2008, Rahmaniar menargetkan lulus 100 persen. Sekadar diketahui, tahun lalu, 5 orang siswa SMA Pertiwi 1 tidak lulus UN. ”Angka ini tidak muluk-nuluk. Untuk mencapai target tersebut, kami telah mengupayakan untuk melaksanakan belajar tambahan serta try out bagi siswa kelas III,” tuturnya. Hal senada juga diutarakan Kapsek SMA 8 Drs Djanawir. ”Kita bertekad untuk meluluskan siswa 100 persen, tahun ini,” ulas Djawir sembari menyebutkan tahun lalu 17 orang dari 306 siswanya tidak lulus.
Seperti diketahui, sebanyak 54.552 siswa SMA/MA dan SMK mengikuti Pra-UN untuk tahun pelajaran 2007/2008. Rinciannya, SMA/MA sebanyak 40.836 orang dan SMK sebanyak 13.716 orang.

Untuk SMA jurusan IPS, mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi ditambah Matematika, Sosiologi dan Geografi. SMA jurusan bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah bahasa asing, Sejarah dan sastra Indonesia. SMA jurusan IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan untuk SMK, mata pelajaran UN yang akan diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan.

Belum Berani Pasang Target

Terkait target perbaikan peringkat UN untuk tahun ini, Burhasman mengaku belum menargetkan. Hal ini dikarenakan masing-masing Disdik kabupaten/kota belum memiliki target yang terukur terhadap target perbaikan peringkat UN. Namun demikian, Disdik Sumbar meyakinkan, peringkat UN tahun ini harus lebih baik dari peringkat tahun lalu. ”Belum, kita masih menunggu target yang terukur dari masing-masing Disdik kabupaten/kota.

Kita baru bisa menyusun target tersebut, kalau masing-masing Disdik telah memberikan target terukurnya,” terang Burhasman. Gubernur Sumbar, kata Burhasman, juga tidak terlalu banyak menuntut target yang muluk-muluk dalam perbaikan peringkat UN tersebut. Hal itu didasarkan rata-rata passing grade kelulusan yang naik dari 5,0 (tahun 2007) menjadi 5,25 (tahun 2008). Di samping itu, mata pelajaran UN yang diujikan juga bertambah. ”Namun begitu, Gubernur selalu mewanti-wanti agar pihak sekolah betul-betul dapat menyiapkan UN secara optimal,” ujar Burhasman.

Lancar: Siswa SMA 10 Padang mengikuti Pra Ujian Nasional hari pertama di sekolahnya kemarin.

Ditambahkan Burhasman, biarpun hasil Pra-UN tidak akan mempengaruhi standar kelulusan siswa, namun hasil Pra-UN sangat menentukan sebagai tolok ukur kemampuan siswa untuk menghadapi UN yang sebenarnya. Untuk itu, Burhasman berharap kepada seluruh siswa agar dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi Pra-UN.

”Untuk lebih mengasah kemampuan siswa biar lebih sukses dalam UN, Disdik Sumbar beserta tim pembuat soal (guru dan dosen) sengaja membuat soal Pra-UN lebih sulit dari soal UN. Pendeknya, biar siswa babak belur dalam Pra-UN, namun sukses di UN, jelasnya. Tak hanya Pra-UN, di setiap sekolah, tambah Burhasman juga dilaksanakan try out, post test dan remedial test untuk mengasah kemampuan siswa biar lebih sukses dalam UN. ”Semua bentuk tes tersebut, pendeknya berguna sebagai ajang pemanasan siswa untuk mengikuti UN,” demikian Burhasman.

Siswa Tak Anggap Remeh

Sementara di Padangpariaman dan Pariaman, wartawan Padang Ekspres Darwisman melaporkan pelaksanaan Pra-UN hari pertama berlangsung sukses. Meski belum UN yang sesungguhnya, namun siswa tetap mengikutinya secara serius. ”Biarpun hanya Pra-UN, namun soal-soal yang diujikan tidak dianggap remeholeh siswa. Mereka menyadari, ini sangat menentukan guna menghadapi UN yang akan digelar nantinya,” kata Siska, siswa SMAN 1 2xEnamlingkung.

Ia mengaku, soal yang diujikan rumit-rumit juga. Hingga, membuatnya pusing menjawab soal demi soal yang diujikan. Untuk menghadapi Pra-UN ini, katanya, dia sudah mati-matian untuk belajar baik melalui belajar tambahan di sekolah, maupun dilakukan bersama teman-teman, dan belajar sendiri di rumah. Namun, hasilnya juga belum maksimal. ”Yang jelas untuk menghadapi UN nantinya, saya akan belajar sungguh-sungguh, sehingga target lulus bisa dicapai,” ungkapnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Bahari dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Padangpariaman Syamsurizal ketika dihubungi secara terpisah kemarin, mengaku sejumlah persiapan telah dilakukan pihaknya untuk menghadapi UN mendantang. Di antaranya, memberikan pelajaran tambahan kepada siswa kelas III, kemudian memperbanyak jadwal belajar untuk membahas soal-soal ujian tahun 2007 lalu.

Salah Isi Lembar Jawaban

Lain lagi di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Altas Maulana melaporkan, secara umum ujian berjalan dengan baik. Cuma kendalanya, siswa belum begitu mamahami untuk mengisi lembar jawaban komputer. Bahkan ada siswa yang mengisi lembaran jawaban dengan menggunakan ballpoint, seharusnya dengan pensil. ”Pelaksanaan Pra-UN baru dilaksanakan hari ini (kemarin, red), jadi wajar ada siswa yang salah dalam menggunakan lembar jawaban. Kita juga langsung menukar lembar jawaban tersebut dengan yang baru, kalau ditemukan siswa salah mengisinya.

Jadi tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan Pra-UN hari ini,” terang Kepala SMA Istiqamah Simpangempat Pasbar Zarfani di ruang kerjanya, kemarin. Pelaksanaan Pra-UN di SMA Istiqamah diikuti 206 siswa dengan 11 lokal, menurut Zarfani berjalan dengan baik, serta tidak ada gangguan mengenai soal dan lembar jawaban. Antusias siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan juga sangat tinggi karena sebelumnya siswa yang akan ikut Pra-UN diberikan tambahan belajar sore setiap hari [padeks]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: