Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 11, 2008

SMPB 2008 Terancam Batal

SPMB 2008 Terancam Batal

Padang, Padek— Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2008 terancam batal. Kalau tidak ada lagi kesepahaman antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Menteri Keuangan (Menkeu), Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Itjen Depdiknas), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Menteri Pendidikan Nasional Indonesia (Mendiknas), terkait Keputusan Menteri Keuangan (Kepmenkeu) tahun 2001 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada PTN.

Demikian kata Rektor UNP, Z Mawardi Effendi, kemarin di ruangannya. Menurut Mawardi, terpisahnya dua kubu PTN pelaksana SPMB saat ini disebabkan beragamnya pemahaman rektor PTN terhadap Kepmenkeu tahun 2001 tentang PNBP. 41 PTN yang kebanyakan dari wilayah timur punya pemahaman bahwa pemasukkan dalam SPMB termasuk dalam PNBP, sehingga harus masuk kas negara. Sedangkan golongan lain berpendapat bahwa pemasukkan dalam SPMB bukanlah masuk dalam kategori PNBP. ”Mereka, 41 PTN yang kebanyakan dari wilayah timur merasa kurang setuju dengan mekanisme pengelolaan keuangan SPMB selama ini,” ucap Mawardi.

Efeknya, lanjut Mawardi bisa saja nantinya anak-anak Sumbar yang ingin kuliah di ITB, UI, UGM, IPB, Unpad atau PTN lainnya, harus ikut tes di PTN bersangkutan. “SPMB atau apalah namanya, sebenarnya selain untuk menampung masyarakat Indonesia yang ingin kuliah di PTN, juga diadakan untuk merekatkan bangsa ini. Kalau perekat bangsa ini sudah tidak ada lagi, mungkinkah tujuan pendidikan akan tercapai,” tegasnya. Mawardi juga menerangkan bahwa selama ini SPMB dilaksanakan oleh lembaga independen yang berada di bawah paguyuban rektor se-Indonesia, dengan nama Perhimpunan SPMB. “Selama ini yang melaksanakan SPMB bukanlah PTN, tetapi sebuah lembaga independen,” terang Mawardi.

Sesuai Jadwal

Pendapat berbeda disampaikan Pembantu Rektor (PR) I Unand Prof Dr Novesar Jamarun. Kendati tergabung dalam 41 universitas yang menolak mekanisme pengelolaan keuangan oleh Perhimpunan SPMB, ia berkeyakinan seleksi penerimaan mahasiswa baru atau apapun namanya akan tetap berlangsung sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan. Dalam pertemuan di Institut Teknologi Surabaya (ITS) Unand diwakili Pembantu Rektor II Dr Werry Dharta Taifur. “Kita tergabung dalam kaukus tersebut. Bukannya tidak ada SPMB lagi. SPMB kan cuma nama saja. Kita hanya menginginkan mekanisme yang lebih baik. Kalau untuk penerimaan dan mekanisme bagi calon mahasiswa sama saja,” jelasnya. Menurut Novesar, sebenarnya seluruh PTN tidak ada perbedaan pendapat. Hanya saja pemahaman rektor PTN tentang pengelolaan keuangan SPMB adalah PNBP cukup beragam.

Iklan

Responses

  1. sebenarnya kebijakan Pemerintah dalam Sertifikasi Guru adalah Baik karna akan memotivasi para Guru sebagai ujung tombak dalam proses pendidikan untuk lebih berprestasi.
    Selama ini masalah kesejahteraan guru selalu menjadi bahan pembicaraan dalam Pendidikan. Sepetutnya Guru jangan terus dinina bobokan dengan sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tetapi harus mendapat tanda jasa seperti halnya Tentara yang telah menunaikan tugas dalam pertempuran. Banyak para pejabat, Mentri, penusaha, dll telah sukses dalam hidupnya sebagai jasa para Guru. Maka sepatutnya pemerintah mempunyai rasa untuk berbalas budi terhadap Guru.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: