Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 26, 2008

Hasil UN Mengecewakan

Hasil Pra UN Mengecewakan
SMA Hanya Lulus 12 Persen

Hasil Pra Ujian Nasional (Pra UN) 2008 siswa SMP dan SMA sederajat di seluruh kabupaten/kota di Sumbar

Padang, [Padek] Evaluasi hasil Pra Ujian Nasional (Pra UN) 2008 siswa SMP dan SMA sederajat di seluruh kabupaten/kota di Sumbar mengecewakan. Ini ditunjukkan dengan rata-rata jumlah siswa yang lulus di setiap tingkatan tak lebih dari 15 persen. Untuk tingkat SMA sederajat sebanyak 87 persen siswa tidak lulus atau hanya 12 persen. Sedangkan untuk tingkat SMP kelulusan siswa hanya 14,14 persen dari 55.087 siswa sedang 85,86 persen lainnya gagal. Empat kabupaten, yaitu Mentawai, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Dharmasraya mendominasi siswa yang tidak lulus. Data Dinas Pendidikan Sumbar mencatat untuk SMA jurusan IPS 90,94 persen siswa Sumbar tidak lulus. Sedangkan siswa SMA jurusan IPA, dari 13.894 peserta hanya 12,70 persen yang lulus 2007 ini 5,25.

Ketidaklulusan banyak terjadi di tiga mata pelajaran baru yang akan diujikan pada UN 2007/2008 ini. Yakni kimia, fisika dan metematika. Rata-rata nilai kelulusan siswa di tiga mata pelajaran ini hanya berkisar 3 atau 4. Padahal kelulusan UN tahun Daerah yang memiliki nilai terendah ini, yakni Mentawai (tidak ada yang lulus), Solok Selatan (tidak ada yang lulus), Dharmasraya ( 0,98 persen lulus) dan Pessel (1,33 persen lulus). Sama halnya dengan jurusan IPA, ketidaklulusan di jurusan IPS lebih parah. Hanya 9,06 persen siswa yang lulus dari 19.483 peserta. Mata pelajaran matematikan penyumbang terbesar ketidaklulusan mereka. Empat daerah yang juga mendominasi banyak ketidahlulusan, yakni Mentawai (tidak ada yang lulus), Solok Selatan (tidak ada yang lulus), Dharmasraya ( 0,38 persen lulus) dan Pesisir Selatan (1,05 persen lulus). Sedangkan untuk Kota Padang SMA jurusan IPA, Padang sebanyak 21,56 persen yang lulus. Sedang SMA IPS, Padang berada di posisi 7 dengan kelulusan hanya 3,78 persen.

Sedangkan untuk SMP dari 55.087 siswa SMP yang mengikuti Pra UN 2008, hanya 14,14 persen yang lulus. Umumnya mereka gagal di mata pelajaran Matematika dan IPA. Empat daerah dengan nilai terendah tidak lulus, yakni Kepulauan Mentawai hanya 2,491 persen yang lulus, sedang 97,59 persen lainnya gagal Pra UN. Kabupaten Solok Selatan hanya mampu meluluskan 3,74 persen siswanya. Selanjutnya Pesisir Selatan dan Dharmasraya. Untuk Kota Padang sendiri sebanyak 19,45 persen siswa yang lulus. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman Bur mengaku tidak kecewa dengan hasil tersebut. Sebab Pra UN tersebut sebagai latihan dan motivasi bagi siswa tersebut dalam menghadapi UN tanggal 22–24 April 2008 mendatang. ”Tahun lalu hasil Pra UN kita juga turun. Hanya 10 persen yang lulus. Tapi dalam kelulusan UN ternyata tidak mengecewakan. Dengan hasil seperti ini siswa akan termotivasi belajar lebih giat setelah melihat hasil ini,” kata Burhasman kepada Padang Ekspres kemarin.

Burhasman Bur mengungkapkan rendahnya tingkat kelulusan itu bukan berarti siswa peserta UN tidak siap dalam menghadapi UN. Apalagi dengan tambahan pelajaran kimia, fisika, biologi untuk tingkat SMA. Dari hasil evaluasi Pra UN, ini lanjutnya bisa dilakukan analisis kemampuan siswa menjawab soal dan tingkat kesukaran soal yang diujikan. Analisis tersebut lebih rinci dengan menguraikan per butir soal yang tidak bisa dijawab oleh siswa. ”Kita sudah membuat analisis empiris pra UN untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing sekolah. Teknisnya sendiri diserahkan ke masing-masing sekolah. Karena analisis empiris tersebut guru-guru dan sekolah bisa mengambil langkah sendiri untuk mengatasi kekurangannya,” kata Burhasman. Sementara itu, Kasi Pengajaran dan Evalusi Dinas Pendidikan Sumbar Hamidah menambahkan ada dua hal yang menjadi pokok bahasan dalam analisis empiris. Yakni berdasarkan analisis hasil dan butir soal.

Pada analisis hasil setiap sekolah mendapatkan nilai-nilai anak didiknya. Sedang analisis per butir soal adalah persentase kemampuan siswa menjawab setiap soal. ”Kalau soal yang sulit diharapkan diberikan perhatian yang lebih dengan melakukan remedial teaching Sedangkan untuk soal yang mudah, cukup diberikan pengayaan saja.” Kata Hamidah. Hamidah mengaku semua analisis empiris hasil pra UN ini sudah didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota. Sehingga masing-masing sekolah bisa menindaklanjutinya dengan segera. (afrianingsih P)

Lulus Pra UN Hanya 65 Persen
“Nur Amin: Bukan Hal yang Menakutkan”

Padang, [Padek], Hasil Pra Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA se-Kota Padang diumumkan, kemarin. Dari hasil tersebut, hanya sekitar 65 hingga 70 persen siswa SMA lulus. Mata pelajaran yang menyebabkan siswa tidak lulus untuk kelas IPA mata pelajaran Fisika dan mata pelajaran Geografi serta Ekonomi untuk kelas IPS. Meskipun demikian,…

pihak sekolah tetap optimis untuk dapat meluluskan siswanya hingga 100 persen sebab saat ini masih banyak kesempatan untuk memperbaiki dan menganalisa kelemahan siswa. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumbar, Kota Padang menempati 10 besar hasil Pra UN tingkat Sumbar. Untuk SMA jurusan IPA, Padang menempati posisi lima dengan 21,56 persen yang lulus. Sedang SMA IPS, Padang berada di posisi 7 dengan kelulusan hanya 3,78 persen. “Soal mata pelajaran Fisika yang paling sulit dikerjakan siswa. Sebab soalnya perpaduan antara soal cerita dan hitungan, sehingga tidak teliti saja siswa mengerjakannya, hasilnya akan salah.

Begitu juga dengan Geografi dan Ekonomi bagi siswa IPS, soal yang paling sulit dikerjakan. Padahal menurut standar soal tersebut masih dalam batas jangkauan siswa,” ujar Kepala SMAN 10 Padang, Safarni Budaya Putra kepada Padang Ekspres, Selasa (25/3). Ia menyebutkan di SMAN 10, untuk IPS jumlah siswa yang lulus mencapai 45 orang sedangkan yang tidak lulus 29 orang, jika dipersenkan mencapai jumlah siswa IPS yang lulus 60,81 persen. Sedangkan untuk siswa IPA yang lulus mencapai 141 orang sedangkan yang tidak lulus mencapai 120 orang. Menyikapi permasalahan ini, Safarni segera mengambil langkah dengan memanggil orangtua siswa yang anaknya tidak lulus. Hal ini penting untuk menindaklanjuti kepada orangtua juga harus turut serta dalam pengawasan anaknya.

Wakasek SMAN 1 Padang, Ramadhansyah mengatakan saat ini jumlah keseluruhan siswa yang lulus Pra UN mencapai 75 persen. Siswa IPA yang lulus mencapai 86 persen sedangkan IPS yang lulus jumlahnya 68 persen. ”Kita tetap optimis siswa nantinya mampu lulus 100 persen dan berusaha untuk meraih nilai tertinggi sebab saat ini masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Kita juga telah mengambil langkah terhadap permasalahan ini. Diantaranya dengan mengelompokan siswa berdasarkan nilai yang diperolehnya sehingga masing-masing siswa ditangani secara pribadi,’ ujarnya.

Optimis Lima Besar UN

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Nur Amin mengatakan berdasarkan pengalaman tahun lalu, sedikitnya jumlah siswa yang tidak lulus Pra UN ini bukanlah hal yang menakutkan. Sebab biasanya jumlah siswa yang lulus saat UN justru lebih banyak dibandingkan Pra UN. ”Hasil Pra UN sedikit yang lulus karena siswa menganggap ini masih uji coba sehingga mereka tidak terlalu serius mengerjakannya. Jadi kita optimis nanti saat UN jumlah siswa yang lulus lebih banyak,” ujarnya saat dihubungi koran ini. Ia mengatakan saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan Pra UN khusus untuk Kota Padang, hal ini dilakukan untuk terus melatih siswa dapat menghadapi UN sesungguhnya lebih baik. ”Berharap pihak sekolah tetap optimis untuk meraih peringkat terbaik di sekolahnya. Justru sedikitnya jumlah siswa yang lulus dujadikan pemicu kepada siswa untuk meningkatkan cara belajar dan menganalisa soal.

Sekolah Swasta Bersiap

Ketua Badan Pengelola Pendidikan Yayasan Bukit Barisan yang mengelola pendidikan SMA, Ir Indra Syarif mengatakan pihaknya memberlakukan belajar tambahan dua kali lipat dari yang digariskan Dinas Pendidikan. Hal itu dilakukan, karena ia menyadari kemampuan siswanya tidak sama dengan siswa lain yang mengecap pendidikan di sekolah negeri. Bahkan ia mengakui, siswanya mengalami kegamangan menghadapi UN. Namun dengan strategi yang dilakukan sekolah, ia berharap kelulusan memuaskan nantinya. Meskipun demikian, menurut mantan anggota DPRD Padang periode 1992-1997, pemberlakuan jam tambahan belajar ini tidaklah efektif untuk menggenjot kesuksesan UN, karena pemberlakuan jam tambahan itu bersifat instans. Karena hanya berlangsung 4 bulan efektif sebelum pelaksanaan UN. Pemberlakuan strategi seperti itu tidak berdampak kepada peningkatan kualitas kemampuan siswa, tetapi mereka hanya mampu menyelesaikan soal, tanpa mampu memahami apa yang sesungguhnya dipelajari.

Ia menyatakan tidak setuju dengan sistem UN saat ini yang mengeneralisir kemampuan siswa. Karena pada kenyataannya, tidak semua siswa mendapatkan perlakuan pembelajaran yang sama, tidak mendapatkan sarana pendidikan yang sama, kualitas pemberdayaan guru juga berbeda-beda. Ia memberi saran, mestinya pemerintah memberlakukan tes diagnotis dari awal-awal untuk mengklasifikasi siswa berdasarkan kemampuannya. Pengujian kemampuan siswa juga mesti dilakukan berdasarkan pendekatan tersebut. “Jadi UN tidak diberlakukan secara umum, tetapi dibedakan sesuai dengan kemampuan siswa,” ulasnya.

Kesiapan Siswa Jelang UN, Forsir Otak Lewat Bimbel

Belajar…belajar dan belajar, agaknya kata-kata inilah yang terpatri di dalam pikiran siswa kelas tiga SLTA untuk mempersiapkan diri menempuh Ujian Nasional (UN). Tidak cukup dengan belajar tambahan di sekolah, para siswa pun rela mengisi kekosongan waktunya untuk bimbingan belajar (Bimbel) di lembaga bimbel. Semua ini dilakukan siswa dengan satu tujuan, lulus UN. Meski siang hari itu hawa panas, namun sejumlah siswa yang sejak pagi telah belajar tetap semangat untuk mengikuti pelajaran tambahan. Bagi siswa yang penting saat ini lulus sehingga mereka sanggup lakukan apapun, mulai dari belajar tambahan, bimbingan belajar bahkan mengikuti sejumlah try out. Pelajaran tambahan ini digelar untuk mempersiapkan siswa menempuh UN. Apalagi saat ini hanya sekitar 50 persen siswa yang lulus ujian Pra UN yang diumumkan Selasa (25/3).

”Meski lelah mengikuti serangkaian persiapan UN, namun bagi saya ini adalah perjuangan untuk masa depan.

Sehingga setiap proses pembelajaran baik saat sekolah pagi, belajar tambahan dan bimbel di lembaga juga saya ikuti. Untuk mengimbangi aktivitas yang padat ini saya imbangi dengan mengkonsumsi multi vitamin,” ujar Gina salah seorang siswa SMAN 10 Padang. Siswa yang baru saja kembali dari pertukaran pelajar di Australia ini mengatakan sejak kelas tiga ini orangtuanya pun membebaskan ia dari pekerjaaan rumah seperti cuci piring dan masak. Pasalnya, seharian dari pagi hingga sore dan malam hari ia hanya fokus untuk belajar. Lain halnya dengan Elo, siswa IPS yang mendapat nilai tertinggi untuk Pra UN IPS mengatakan UN dianggapnya bukanlah suatu beban. Sebab ia terbiasa belajar setiap hari sehingga belajar dianggap suatu kebutuhan bukan beban.

Meskipun demikian ia mengaku untuk menutupi kekurangan pelajaran di sekolah ia tetap mengikuti bimbingan belajar. Apalagi saat ujian Pra UN kemarin, ia merasakan soal Geografi sangat sulit sehingga untuk UN harus terus ditingkatkan metode belajarnya. Melin, salah satunya siswa III IPA yang saat ini gagal dalam ujian Pra UN mengatakan meskipun ia telah belajar dengan baik dan juga ikut bimbel namun tetap saja ia kesulitan untuk menyelesaikan soal Fisika dan Matematika. Apalgi ia gampang sakit sehingga menjelang ujian ini ia seringkali jatuh sakit. Kondisinya inilah yang membuat orangtuanya selalu berpesan, agar ia tidak terlalu memaksakan belajar.

Pra UAS BN Berlangsung Tertib

Sekolah Dasar (SD) di Kota Padang, kemarin, serentak melakukan Pra Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (Pra UAS BN) (lihat grafis). Untuk Kota Padang, murid yang mengikuti Pra UAS BN berjumlah 14.979 orang dari 124 sekolah. Pelaksanaannya pun dilakukan pergugus dalam setiap kecamatan. “Dari pantauan saya secara umum ujian berlangsung aman, tidak ada masalah mencolok. Cuma pada Kecamatan Padang Timur terjadi kekurang LJK (Lembar Jawaban Komputer), tapi sudah diantisipasi,” terang Kasi TK SD Dinas Pendidikan Kota Padang, Laila Fatma. Pantauan Padang Ekspres, SDN Percobaan Jalan Ujung Gurun No 56 sebagai gugus 1 melaksanakan ujian terhadap 230 orang murid SD dari empat sekolah, yaitu SDN 23 dan 24 Ujung Gurun, SDN 26 Rimbo Kaluang, serta SDN Percobaan. Kepala Sekolah SDN Percobaan yang juga sebagai panitia, Saparman Nur mengatakan pelaksanaan Pra UAS BN pada hari pertama di gugus 1 secara umum berjalan dengan lancar. Ujian berlangsung dari pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB.

“Tetapi dari jadwal yang telah dibuat, peserta ujian diharuskan datang pukul 07.30 WIB. Jadi sisa waktunya yang setengah jam digunakan untuk persiapan ujian, seperti cara pengisian abo, absensi peserta, dan lainnya,” kata Saparwan di ruangan panitia ujian gugus 1 SDN Percobaan, kemarin. Saparman menjelaskan pelaksanaan Pra UAS BN telah mengacu pada prosedur operasional standar (POS) yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam POS itu telah tertera tata cara pelasaksanaan Pra UAS BN, mulai dari penjadwalan, tata tertib ujian, sistem pengawasan, sekolah penyelengara serta ketentuan lainnya. “Untuk pengawas saja dilakukan sistem silang. Jadi tidak ada guru yang mengawas murid dari sekolah tempat ia mengajar. Soal ujian juga langsung datang dari provinsi, yang 25 persennya dibuat oleh Depdiknas serta 75 persennya dibuat oleh Disdik Provinsi dengan jumlah butir soal 50 buah.” jelas Saparman.

Menurut Saparman, sebenarnya Pra UAS BN dilakukan dalam rangka menghadapi UAS BN yang sebenarnya. “Dari hasil Pra UAS BN akan dilakukan analisa terhadap tingkat kesulitan belajar, serta materi pelajaran yang belum memuaskan. Jadi menurut hemat saya pelaksanaan Pra UAS BN sangat efektif,” ucapnya. Seorang peserta ujian dari SDN Percobaan, Ridho, ketika dimintai komentarnya mengatakan tidak ada kendala terhadap ujian yang baru saja dilaksanakan. “Tidak jauh beda dengan try out bang,” katanya.

Iklan

Responses

  1. Justeru yang menarik bagi saya adalah jika nanti justeru yang lulus ujian UN mendekati 100%. Ada apa …..?

  2. Bagaimana hasil try out UASBN sekolah dasar tingkat propinsi yang kemaren

  3. AAsaa!bagaimana cara melihat hasil ujiaan pra un kemaren? ASS

  4. Saya juga seorang pendidik, menurut kami itu adalah fakta nyata/murni hasil siswa. Kalau nantinya hasil UN lebiih tinggi itu adalah strategi guru dan tim sukses yg bantu saat ujian. Jgnkan sekolah minim, sekolah berstandar nas. Jg doyan.

  5. aku ingin lu²s………………………………..

    • makany giat belajar,supaya lulus dex

  6. apa seluruh sekolah dikota padang aq memuaskan hasil ujian tahun ini???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: