Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 14, 2008

Gusrizal, Penggagas Pertukaran Guru Sumbar-Australia, “Habis Manis Sepah Dibuang”

Gusrizal, Penggagas Pertukaran Guru Sumbar-Australia, “Habis Manis Sepah Dibuang”
 

Banyak keuntungan yang dapat diambil dengan program pertukaran guru Sumbar dan Australia. Selain peningkatan kualitas guru, kedatangan guru tadi ke Australia sekaligus akan menjadi duta promosi Sumbar. Ketika program tersebut berjalan, ternyata penggagas kegiatan malah dilupakan. Setelah 1997 pengajaran Bahasa Indonesia di Australia mengalami penurunan dratis. Guru di Australia merupakan duta Indonesia paling baik. Mereka sangat menentukan wajah Indonesia di dalam pikiran anak-anak Australia. Tapi peran yang dimainkan pemerintah sangat kecil, dan inilah yang disampaikan pada Gubernur Sumbar.

Akhirnya, 9 Agustus 2007 lalu di kantor Australian Education Center of the Australian Embassy di Medan, saya mendampingi Kadisdik Sumbar (Dr Rahmat Syahni) bertemu Atase Pendidikan Kedubes Australia untuk menggagas kerjasasama pertukaran guru Sumbar-Australia. Tapi mimpi itu telah jadi kenyataan. Rabu (19/3) lalu program disetujui DPRD Sumbar, berikut anggarannya. Tapi selaku penggagas, Gusrizal tidak diikutkan dalam kegiatan tadi, baik secara langsung dan tidak langsung. Bahkan Disdik telah mulai merekrut guru, tanpa membicarakan kerangka teknis dengan perencana. Berikut petikan wawancara Padang Ekspres dengan Gusrizal, penggagas sekaligus Direktur Eksekutif ELEMENT For Indonesia Australia.

Apakah Anda kecewa?

Saya tidak kecewa. Yang penting dalam hidup saya bukan hasil, tapi bagaimana sebuah roses yang saya lahirkan tadi terwujud. Saya senang gagasan saya diterima. Saya pernah sampaikan kepada Rahmat Syahni atau Burhasman, bila program ini disetujui DPRD, maka yang pertama sekali diperhatikan adalah perekrutan. Perekrutan haruslah selektif, tidak ada like or dislike. Mungkin saya terlalu keras, jadi orang tidak mau pakai saya, he he…

Kenapa Anda begitu tegas dalam perekrutan?

Tentu saja, karena saya tau betul program ini menggunakan dana APBD. Saya mengharapkan hasil yang maksimal. Kalau bisa program ini dapat dijadikan model. Guru yang dikirim harus guru pilihan. Mereka tidak hanya dituntut menggali ilmu sebanyak-banyaknya, namum pada hakekatnya mereka juga duta Sumbar yang akan berbicara banyak tentang Sumbar.

Apa program Anda dalam waktu dekat ini?

Pertengahan April ini saya akan berangkat ke Melbourne Australia. Saya akan mengajar Bahasa Indonesia di beberapa sekolah di Victoria selama sebulan penuh. Seperti biasa, saya tetap akan mempromosikan Sumbar melalui buku ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

Siapa saja yang biasanya membantu Anda di Australia?

Saya banyak dibantu oleh Kedubes Australia dan juga Dr Andri Hadi, Dirjen Informasi Deplu RI. Selama di sana saya dibantu oleh guru-guru sekolah untuk akomodasi, dan kabarnya juga akan dibantu oleh Gubernur Sumbar.

Kita berharap Bahasa Indonesia dapat berjaya kembali di Australia. Sebelum reformasi, Bahasa Indonesia sangat mendapat tempat di hati masyarakat Australia. Kita bersyukur PM Australia yang baru telah membawa angin segar serta membawa perobahan baru. Sebagai praktisi yang menggeluti bidang ini, saya harus menjemput bola. Saya tetap akan perkenalkan Indonesia ke saudara dekat kita di Australia. (Padang Ekspress, 12 April 2008)

Iklan

Responses

  1. Program pertukaran guru sangat penting untuk membangun bangsa, khusunya dalam dunia pendidikan. Program ini terus kita pertahankan untuk merekrut guru-guru bermutu dari Minangkabau. sehingga Sumbar akan mempunyai guru-guru yang berwawasan luas dan kompetitif. Saya berasal dari Payakumbuh tetapi sayang saya mengajar bahasa inggris di rantau, Jakarta. Sebagai anak rantau ingin sekali mengabdikan diri untuk membangun Sumbar.
    taragak babaliak ka kampuang.
    Pangguasa urang awak harus mamikiakan
    Bagaimana putra-putri minang kembali ka kampuang. seharusnya ada program khusus untuk manjapuik anak rantau nan punyo potensi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: