Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Mei 14, 2008

Bukittinggi Tuntaskan Wajar

Bukittinggi Tuntaskan Wajib Belajar, Widyakrama Diarak Keliling Kota

Wali Kota Bukittinggi Djufri menegaskan, Piala Widyakrama yang berhasil direbut Kota Bukittinggi memiliki banyak arti. Di samping sebagai bentuk keberhasilan menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun, piala tersebut juga bukti keseriusan Bukittinggi dalam mengembangkan konsep Kota Pendidikan. Bahkan penghargaan tersebut diterima bersamaan dengan peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). ”Ini sebuah kado istimewa, karena dengan makna kebangkitan nasional sekarang kita berhasil menghiasnya dengan kado Widyakrama.

Setidaknya kita dapat mengambil hikmah, bahwa pendidikan harus menjadi loncatan untuk membangun nasionalisme bangsa ini pada hari kebangkitan nasional,” kata Djufri. Sedangkan dalam konsep penuntaskan wajib belajar sembilan tahun kata dia, Bukittinggi selama ini telah membuktikan bahwa komitmen menerima dan memudahkan penerimaan anak didik untuk wajib belajar telah diakui negara. Sehingga Bukittinggi tidak hanya menjadi tujuan pendidikan bagi anak-anak Bukittinggi saja, tapi telah menjadi target pendidikan bagi anak-anak dari daerah di sekitarnya.

”Artinya, kita telah menjalankan tuntutan dan amanat UU agar pemerintah melaksanakan program pendidikan wajib belajar sembilan tahun. Bahkan Bukittinggi merupakan satu dari dua kota di Indonesia yang menerima Widyakrama dan satu-satunya di luar Jawa. Bahkan Angka Partisipasi Kasar (APK) wajib belajar kita juga cukup menonjol dibanding daerah lain, yakni mencapai 127,64 persen,” ujarnya.

Piala Widyakrama tersebut diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Wali Kota Bukittinggi Djufri di Surabaya Senin (12/3) lalu. Kedatangan piala itu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kemarin (13/5) disambut meriah dan selanjutnya dibawa ke Bukittinggi. Piala itu kemudian diserahkan secara resmi dari wali kota untuk masyarakat Bukittinggi bertempat di lapangan Kantin, yang selanjutnya diarak keliling kota.

Penyambutan Piala Widyakrama di BIM, ditunggu Asisten III Baharyadi SH serta sejumlah Kepala SMP dan SMU se-Bukittinggi. Piala yang dibawa wali kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Yalvema Miaz dari Surabaya itu mendarat di BIM sekitar pukul 13.45 WIB. Deretan marching band dan parade terlihat telah menunggu piala tersebut di sepanjang Jalan Sudirman, mulai dari depan kantor Dinas Pendidikan. Piala itu diarak wali kota dan Kadisdik dengan berjalan kaki menuju lapangan Kantin. Di lapangan Kantin sendiri telah menunggu barisan upacara yang terdiri dari pelajar SD hingga perguruan tinggi serta guru-guru, menunggu diaraknya piala tersebut keliling kota [Padeks, Rabu 14/05/08]

Iklan

Responses

  1. kenapa dinas pendidikan itu selalu mementingkan sekolah2 yang hanya mendapat nama karena dulu brmutu,tapi sekarang tidak???
    Saya sbg pelajar bukittinggi merasa kecewa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: