Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 9, 2008

Beasiswa Lebih Tepat Dari BLT

Beasiswa Lebih Tepat Dari BLT

Rektor UNP, Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, masih mempertanyakan program pemerintah yang bakal memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mahasiswa miskin. “Kalau pemerintah memang ingin membantu, kenapa tidak lewat program beasiswa saja. Sebab selama ini juga cukup banyak program beasiswa, terutama untuk mahasiswa miskin,” kata Mawardi sesusai prosesi wisuda periode ke dua di GOR UNP hari Sabtu 7 Juni 08. 

Menurut Mawardi, UNP belum melakukan pendataan terhadap mahasiswa miskin. Karena sampai saat ini program yang dicanangkan pemerintah itu, belum ada kejelasannya. Kapan dana itu dicairkan dari pusat ke perguruan tinggi, dan bagaimana mekanismenya.

Pada kesempatan itu, UNP melakukan wisuda terhadap 526 lulusannya. Dengan perincian FIP 49 orang, FMIPA 110 orang, FIS 46 orang, FT 117 orang, FIK 33 orang, FE 45 orang, Pascasarjana 65 orang, serta MM 22 orang. Wisuda periode ke dua ini merupakan pertamakali dalam sejarah UNP, yang dilaksanakan dalam rentang waktu 4 bulan dengan wisuda periode sebelumnya. 

Mawardi mengatakan, langkah ini diambil karena sebagai universitas besar, lulusan UNP tiap tahun jumlahnya meningkat, begitupun dengan mereka yang masuk. Agar lulusan tidak terlalu banyak tiap tahunnya, maka pelaksanaan wisuda yang dulunya hanya dua kali, yakni pada bulan Maret dan September kini dibuat tiga kali.

Dalam sambutannya di hadapan wisudawan, dan civitas akademika UNP Mawardi menekankan tentang semangat optimisme. Pendidikan, katanya, harus memberikan pancing, bukan ikan.  Karena kalau pendidikan memberikan ikan, masyarakat akan dibuat manja, tidak mempunyai daya saing, dan cenderung tertinggal.

“Ijazah yang diberikan perguruan tinggi pada lulusannya bukanlah ‘ikan” yang dapat setiap kali dinikmati konsumen. Melainkan sebuah pancing dengan dimensi wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap,” jelas Mawardi.

Untuk mampu memberikan pancing yang prospektif bagi lulusannya, harus melalui proses pembelajaran yang efektif, yakni berdimensi dapat, catat dan terapkan (DCT). Namun Mawardi mengakui bahwa besarnya “pancing” yang diperoleh lulusan tergantung pada kemampuan dosen, perangkat pembelajaran, serta tekad yang kuat dari mahasiswa bersangkutan. (Padek)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: