Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 14, 2008

Kelulusan UN SLTA Tak Meningkat, Rata-rata Ketidaklulusan 9 Persen

Kelulusan UN SLTA Tak Meningkat,
Rata-rata Ketidaklulusan 9 Persen 

Padang, Sabtu [14 Juni 2008]. Hasil Ujian Nasional (UN) 2008 tak jauh berbeda dari tahun lalu. Kendati hasil pra Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA beberapa waktu lalu mengecewakan, namun hasil UN yang akan diumumkan secara resmi di sekolah-sekolah hari ini cukup mengembirakan. Data sementara Dinas Pendidikan Sumbar menyebutkan rata-rata 9 persen siswa tidak lulus UN tahun 2007. Dengan nilai kelulusan harus di atas 5,25. Untuk jurusan IPA dari 13.894 peserta sebanyak 95 persen siswa dinyatakan lulus. Sedangkan untuk jurusan IPS dari 19.483 peserta sebanyak 87 persen siswa dinyatakan lulus. Sedangkan tahun lalu persentase kelulusan 95,52 persen dari jumlah peserta 32.767. Sedangkan untuk tingkat MA, tingkat kelulusan mencapai 87,78 persen. Tingkat SMK, dari 13.960 peserta, 1.452 tidak lulus (10,4 persen) atau sekitar 89,6 persen yang lulus.

Sedangkan kelulusan tahun 2006 hanya 93,80 persen dari jumlah peserta 32.666. Artinya di tahun 2007, terjadi peningkatan kelulusan sebesar 2 persen. Sedangkan di tahun 2008, tidak terjadi peningkatan kelulusan. Namun jika dibandingkan dari hasil Pra UN yang digelar Februari lalu sebanyak 87 persen siswa tidak lulus atau hanya 12 persen yang lulus Pra UN. Siswa jurusan IPA, hanya 12,70 persen yang lulus. Sedangkan siswa jurusan IPS hanya 9,06 persen siswa yang lulus dari 19.483 peserta.

Sampai kemarin, Dinas Pendidikan Sumbar belum menjelaskan persentase kelulusan di masing-masing kabupaten/kota. Sehingga belum diketahui daerah mana yang meluluskan siswa paling banyak dan paling sedikit. Meski tahun lalu, Dinas Pendidikan selalu menginformasikan rangking dan kelulusan di tiap-tiap kabupaten/kota.

Begitu dengan mata pelajar yang menyumbang paling banyak untuk kelulusan siswa belum diketahui. Dari hasil evaluasi pra UN, ketidaklulusan banyak terjadi di tiga mata pelajaran baru yang akan diujikan pada UN 2007/2008 ini. Yakni Kimia, Fisika dan Matematika. Rata-rata nilai kelulusan siswa di tiga mata pelajaran ini hanya berkisar 3 atau 4.

”Alhamdulillah, jumlah siswa kita yang tidak lulus hanya sedikit. Rata-rata sekitar 9 persen siswa kita tidak lulus. Dari berita yang saya baca kelulusan secara nasional 11 persen. Ini berarti rata-rata kelulusan kita lebih tinggi dari rata-rata nasional,” kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Gubernuran kemarin.

Gubernur meminta agar Sumbar tetap berada dalam peringkat 10 besar. Karena peringkat Sumbar sudah mencapai angka 8. Berbagai upaya kata Gubernur sudah dilakukan agar kelulusan siswa yang mengikuti UN terus membaik. Mulai dari penambahan jam belajar bagi peserta UN dan pelaksanaan pra UN untuk menguji kesiapan siswa dalam menghadapi UN.

”Hasil UN ini nantinya akan dilakukan evaluasi dimana kelemahan siswa dalam menghadapi UN. Sehingga kita mengetahui di pelajaran mana yang akan harus diperbaiki,” kata Gubernur Sumbar yang juga meminta agar Dinas Pendidikan Sumbar membuat peringkat hasil UN di setiap kabupaten/kota. Hal ini untuk memudahkan dalam mengevaluasi di setiap kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman Bur mengungkapkan, pihaknya akan membuat peringkat untuk masing-masing kabupaten/kota. Burhasman menambahkan, hasil UN tersebut akan diumumkan secara resmi hari ini di sekolah-sekolah.

Burhasman Bur mengungkapkan, hasil UN di yang diperiksa di Jakarta ini belum 100 persen menyatakan siswa tersebut lulus. Karena nantinya, kelulusan juga ditentukan oleh ujian akhir sekolah. ”Hasil UN ini bukan satu-satunya penentu kelulusan. Karena kelulusan juga ditentukan oleh ujian di sekolah. Makanya itu tergantung di sekolah nantinya,” tambah Burhasman Bur yang tidak menjelaskan data lebih rinci kelulusan UN 2008. (Padeks)

Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan
Dilaksanakan Akhir Juni 2008

Jakarta, Senin (9 Juni 2008) — Penyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Tahun Pelajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode. Ujian periode I untuk program Paket C dilaksanakan pada 24-27 Juni 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 1-3 Juli 2008. Ujian Periode II untuk program paket C diselenggarakan pada 11-14 November 2008,sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 18-20 November 2008. Mulai 2008 UNPK diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, Senin (9/06/2008).

Hadir pada acara Koordinator UNPK-BSNP Yunan Yusuf, Sekretaris UNPK-BSNP Suharsono, Direktur Pendidikan Kesetaraan Ditjen PNFI Depdiknas Ella Yulaelawati, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Ka Puspendik Balitbang) Depdiknas Burhanuddin Tolla, dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama Amin Haedari.

Hamid mengatakan, pemerintah tidak menetapkan target kelulusan UNPK, tetapi akan memantau efektivitas proses pembelajaran pada program Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta UNPK tahun 2008. Menurutnya, hal ini dilakukan bukan semata-mata disebabkan karena dari banyaknya siswa yang tidak lulus pada UN formal. “Tetapi juga karena program Paket A, B, dan C reguler, serta homeschooling yang setiap tahun berjumlah sangat signifikan,” katanya.

Hamid menyebutkan, jumlah kelulusan peserta UNPK 2007 Paket A 79,1 persen, Paket B 86,84 persen, Paket C IPS 76,32 persen, dan Paket C IPA 72,66 persen. Sementara jumlah peserta UNPK 2007 kontribusi dari yang tidak lulus UN formal untuk Paket B 60 persen dan Paket C 42 persen.

Yunan menjelaskan, peserta UNPK terdiri atas tiga jenis yakni, peserta reguler dari masyarakat belajar pendidikan kesetaraan, peserta belajar mandiri atau pada homeschooling, dan peserta dari siswa yang tidak lulus pada UN formal.

Yunan mengatakan, khusus untuk peserta dari siswa yang tidak lulus UN formal pada jenjang SMK tidak diperbolehkan mengikuti UNPK. Hal ini, kata dia, disebabkan karena pada Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak menyebutkan bahwa SMK boleh mengikuti UNPK. Selain itu, kata dia, ada mata pelajaran yang diujikan di UNPK, tetapi tidak dipelajari di SMK. “Kita tegaskan betul untuk SMK tidak boleh lagi mengikuti UNPK,” katanya.

Yunan menyebutkan, materi yang diujikan untuk program Paket A meliputi lima mata pelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Untuk program Paket B materinya meliputi enam mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Sementara, lanjut Yunan, untuk program Paket C bidang IPS akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan Matematika. Selanjutnya, pada program Paket C bidang IPA akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Yunan menyampaikan, peserta UNPK dinyatakan lulus apabila memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai pada mata pelajaran lainnya minimal 6,00. “Peserta UNPK yang dinyatakan belum lulus dapat mengikuti UNPK periode berikutnya,” ujarnya.

Yunan menambahkan, bagi peserta UNPK yang pernah mengikuti UNPK Paket A, Paket B, dan Paket C pada periode sebelumnya dan dinyatakan belum lulus, maka nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari mata pelajaran yang sama. “Jadi kalau dia mengulang pada bulan November, maka nilai yang digunakan adalah nilai yang tertinggi ketika dia mengikuti ujian yang kedua itu,” katanya.

Burhanuddin menyebutkan, peserta UNPK Paket A sebanyak 58.833 orang, Paket B sebanyak 235.016 orang, dan Paket C IPA dan IPS sebanyak 224.595 orang. Adapun biaya penyelenggaraan UNPK disediakan oleh pemerintah. Untuk Paket C total sebanyak Rp.97.000,00 per siswa. “Artinya mungkin berbeda antara di Jakarta Rp.50.000, sedangkan di Maluku Utara lebih mahal, tapi rata-rata sekian,” katanya.

Amin mengatakan, di lingkungan pondok pesantran banyak santri yang tidak mengikuti pendidikan formal, tetapi mengikuti Pendidikan Kesetaraan. Dia menyebutkan, jumlah institusi yang ikut UNPK sebanyak 620 pondok pesantren tersebar di 178 kabupaten/kota. Adapun jumlah peserta UNPK 2008 di bawah naungan Departemen Agama sebanyak 37.597 orang terdiri atas peserta Paket C 26.493 orang, Paket B 8.276 orang, dan Paket A 2.828 orang. [Pers Depdiknas]

Iklan

Responses

  1. terjadi banyak kecurangan wktu unas kamarin didaerah surabaya, mohon ditindak, banyak siswa depresi akibat standar kelulusan yang terlalu tinggi

  2. rasanya memang sakit saat melihat kenyataan bahwa banyak anak kita yang gagal dalam ‘menyiasati’ ujian nasional. dikatakan ‘menyiasati’ sebab kenyataannya memang begitu banyak trik yang dipergunakan agar lolos dari nilai minim untuk lulus. tentang UNPK, khususnya untuk satuan tingkat pendidikan SMK, semakin membingungkan, bagaimana tidak jika ternyata yang tidak lulus dari UN dan ikut UNPK ternyata diikutkan pada kelompok IPA dan didalamnya ada biologi, yang tentunya sama sekali tidak dipelajari di SMK, kalau masalah Organ mesin sih anak-anak dapat, tapi kalau organ bio, wah jauh…capek deh! kenapa sampai sekarang belum diputuskan untuk diadakannya UNPK khusus SMK? semoga ada perhatian. lagi pula anak-anak yang lulus UNPK, misal dari SMK, maka ijasahnya adalah Paket C jurusan IPA, yang tentunya sangat jauh dari kompetensi yang dikuasainya di saat SMK, tentunya sangat menggelisahkan bahwa anak-anak ditekankan untuk menguaai praktek sesuai program kejuruannya dan mampu, tetapi saat UN gagal karena salah satu, salah dua atau salah tiga dari tiga mata Uji UN. duh, rasanya suakit banget!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: