Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juni 26, 2008

UNPK ALTERNATIF MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI BAGI MEREKA YANG GAGAL UN 2008.

UNPK ALTERNATIF MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI BAGI MEREKA YANG GAGAL UN 2008.

Oleh : Atos Indria, S.Pd *)

Nasib pendidikan di Negara kita ibarat buah “simalakama” kenapa tidak kalau standar kelulusan tidak dinaikkan maka mutu pendidikan Indonesia masih di bawah Vietnam bahkan kalau diranking sekitar ratusan, kalau dinaikkan akan ribut di seantero nusantara. Namun upaya pembenaran ujian nasional sebagaimana diuraikan dalam sebuah berita harian Kompas (31/1/2005), “Ujian Nasional Jalan Terus” menunjukkan kegagalan pemerintah memisahkan dimensi politis dimnsi teknis kebijakan pendidikan bangsa ini, Karena tentunya kita tahu kajian instrument kebijakan yang sangat bisa dilakukan dengan berbagai pro dan kontra atas kebijakan pemerintah kita menaikkan standar kelulusan ujian dan menambah 3 mata pelajaran lagi untuk diujikan sehingga menjadi 6 mata pelajaran.

Kita tentunya paham dalam konteks teori dan empiris telah direduksi menjadi pencarian sang pengambil kebijakan melihat realitas dan pengalaman yang ada selama ini.

Bagaimana hasil akhir dari sebuah UN yang telah diumumkan beberapa waktu lalu, dalam konteks substantive evaluasi pendidikan dalam berbagai makna serta implentasi dari hasil ujian itu sendiri.

Apa yang ditakutkan selama ini kalau UN adalah momok yang menakutkan betul-betul terbukti, semua unsur merasa stress ibarat sebuah bom waktu yang sudah meledak. Ketakutan dapat dirasakan, menjelang ujian berlangsung ada sebagian yang gembira karena hari pertama dapat dilalui dengan mulus, bahkan sebaliknya yang histeris karena soal yang dijawab dirasa sukar dan salah jawablah.

Efek psikologis dalam hal ini baru terlihat, tidak percuma kesiapan mental untuk mengikuti UN harus seimbang dengan usaha keras belajar dibawah bimbingan guru bidang studi dan tambahan belajar sore yang dilakukan di tiap sekolah.

Ketika ujian berlangsung faktor non teknis mempengaruhi persiapan siswa dalam menempuh UN. Di Kabupaten Pasaman Propinsi Sumatera Barat,mayoritas siswanya yang tidak lulus, tidak lulus UN, disebabkan siswa yang bersangkutan tersandung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal, mata pelajaran ini, biasanya menjadi salah satu mata pelajaran yang membantu nilai siswa, jelas Kabid SLTA/SLTP Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Fardyal, S.Pd.

Secara keseluruhan, jumlah siswa SLTA di Kabupaten Pasaman yang gagal pada UN lalu, berjumlah sebanyak 352 orang. Mayoritas siswa yang gagal, berasal dari jurusan IPS, sebanyak 338 siswa dan selebihnya berasal dari Jurusan IPS.

Kendati secara kwantitas kelulusan pada UN terjadi penurunan, namun sebaliknya kwalitas nilai siswa yang lulus pada UN, meningkat dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang terdapat di Diknas Kabupaten Pasaman, SMU I Lubuk Sikaping, masih terlihat sebagai salah satu SLTA terfavorit di Kabupaten Pasaman. Pada UN lalu, seluruh peserta UN dari sekolah itu, lulus 100 %. Untuk jurusan IPA, sekolah itu untuk Propinsi Sumatera Barat, menduduki posisi nomor 10, dari 210 SLTA di Sumbar. Sementara itu, untuk jurusan IPS, SMU I Lubuk Sikaping, berada pada urutan nomor 32.

Untuk tingkat SLTP / MTs, jumlah siswa yang gagal pada UN lalu, sebanyak 295 orang. Berdasarkan pada rangking kelulusan serta pencapaian nilai siswa pada UN Tingkat SLTP, SMP Negeri 1 Padang Gelugur, menempati rangking pertama di Kabupaten Pasaman. Sementera itu, posisi kunci, berada pada SMP 2 Mapat Tunggul, dimana tak satupun dari 22 siswa yang mengikuti UN, lulus.

Ternyata ada jalan keluar bagi siswa yang tidak lulus UN, jangan berputus asa. Ada tiga solusi yang bisa diikuti, yakni mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK), mengulang UN tahun depan atau kembali mengulang satu tahun pelajaran lagi. Ternyata alternatif pertama dipilih siswa mereka ikut UNPK atau ujian paket C yang legalitas ijazahnya sama atau setara dengan SMA, jangan ada yang berputus asa, dunia belum kiamat masih ada solusi terakhir, namun itu juga tidak mudah diraih, bagi yang mengikuti UNPK standar kelulusan sama dengan UN yakni 5,25 tiap mata pelajaran yang jumlah mata pelajaran sama yakni 6 mata pelajaran. Kendati mereka kembali bertarung bersama warga belajar paket C dari PLS, ironisnya ketika UNPK tahun lalu masih ada yang gagal ini bagi mereka yang masuk non formal,

Yang jelas pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik. Kita percaya bagaimana seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Pasaman, harus bekerjasama untuk meningkatakn mutu pendidikkan, sehingga tingkat kelulusan anak didik di UN mendatang, bisa ditingkatkan lagi, artinya pencapaian prestasi bukan tugas pemerintah, saja tapi bagaimana unsur lain seperti komite sekolah sebagai wakil dari masyarakat memotivasi dan memiliki peran yang sama dengan pendidik di sekolah.

*) Penulis Pamong Belajar dan anggota Dewan Pendidikan Pasaman

Iklan

Responses

  1. wah, sebuah pemikiran yang simpel. tidak lulus ujian nasioanl terus ikut ujian UNPK. bagus juga. tetapi, jika kita berpikir pada anak-anak yang menempuh pemelajaran di SMK, sungguh menjadi sesuatu yang diskriminasi! bagaimana tidak, pada ujian SMK ada dua aspek Kompetensi kejuruan dan Ujian nasional.
    ada anak yang dinyatakan lulus Uji kompetensinya, artinya dia mempunyai kemampuan teknik sesuai dengan program keahliannya, tetapi ternyata tidak lulus pada ujian nasional. parahnya lagi, ternyata tidak ada Ujian Paket Khusus anak-anak yang gagal/tidak lulus ujian nasional. mau ikut UNPK ternyata yang ada hanya IPA dan IPS, dan parahnya lagi SMK dilarang mengikuti ujian paket C.
    Lantas, anak-anak SMk yang sudah lulus kompetensi, mempunyai keterampilan teknis sesuai dengan standarnya tetapi gagal ujian nasional, mau dikemanakan? mengulang setahun lagi?
    wah,. itu kan diskriminasi namanya, kenapa anak-anak gagal ujian dari SMU dapat mengikuti UNPK tetapi anak-anak SMK tidak dapat, padahal mereka secara teknis sudah sudah kompeten?

  2. wah ternyata ada unpk, baru tau aq,
    aq minta doa dong moga taun ni bisa lulus un dgn nilai yg memuaskan, ya!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: