Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Juli 12, 2008

22 SENI PERTUNJUKKAN, SIAP HIPNOTIS PENGUNJUNG

22 SENI PERTUNJUKKAN, SIAP HIPNOTIS PENGUNJUNG

Sebanyak 22 seni pertunjukkan akan dipersembahkan seniman-seniman terbaik dalam dan luar negeri pada pentas Festival Seni Internasional (FSI) 2008 15 hingga 19 Juli. Eko Santoso, S.Sn Wakil Ketua FSI 2008 saat jumpa pers kemarin menjelaskan, seni pertunjukkan tahun ini bersifat kolaborasi antara tari, teater, musik dan lain sebagainya. “Jadi tidak ada yang jalan sendiri-sendiri. Ini kita lakukan supaya kesenian itu tidak bersifat terkotak-kotak. Seperti tari, tari saja yang tampil. Teater, teater saja, tidak seperti itu. Semuanya harus dikolaborasikan menjadi perpaduan performace yang apik dan memukau,”tukas Eko yang membidangi acara seni pertunjukkan.

Selain itu, FSI tahun ini sifatnya “menggiring penonton”. “Setelah penonton puas menyaksikan pertunjukan kesenian di auditorium mereka kita giring lagi ke teater arena. Habis di teater arenaa mereka kita ajak lagi ke lapangan. Jadi ada pergantian suasana antara pertunjukkan yang satu dengan yang lain,” terang Eko.

Kita harapkan dengan strategi seperti ini penonton tidak akan bosan menyaksikan pertujukkan yang akan kita persembahkan kepada mereka, katanya.

Tuna Rungu, tampilkan musik dan teater

Dijelaskan Eko, pertunjukkan kesenian yang akan tampil pada acara pembukaan yaitu, kesenian Grasak, Topeng Ireng, Lumaras Budaya Magelang yang merupakan kesenian daerah. Dilanjutkan dengan Mime, Nick and Deaf Art Community kolaborasi seni dari Inggris dan Indonesia. “Pertunjukkan ini menampilkan musisi tuna rungu dari Inggris yang piawai main piano bernama Nick. Ia berkolaborasi dengan siswa tuna rungu dari Deaf Art Community (Indonesia) dalam bentuk teater gerak. Hampir seluruh pemainnya tuna rungu. Jadi gak rugi nonton pementasan di auditorium pukul 19.30 WIB,” ajak Eko

Penampilan akhir, Selasa ditutup oleh Gamelan Kontemporer Rene Lysloff dari Amerika Serikat yang akan mengawinkan Gamelan dengan teknologi multimedia pukul 21.30 WIB.

“Ketroprak Sampah”, semuanya sampah

Hari kedua, Rabu 16 juli 2008, penonton akan dipukau dengan penampilan “Ketoprak Sampah”. Yang merupakan pentas seni pertunjukkan karya guru SMK atas nama Sumardiyono dari SMKN 2 Wonosari. Penampilan ini menampilkan para pemain yang penuh dengan sampah. Sampai-sampai seluruh kostum yang digunakan untuk pementasan tersebut berasal dari sampah.

Gambia-Indonesia berkolaborasi

Pementasan hari ketiga, Kamis 17 Juli akan diisi dengan kolaborasi Story Telling antara negara Gambia dengan Indonesia, pukul 21.00 WIB. Sebuah bentuk teater dongeng rakyat Gambia. Bentuk teater yang ditampilkan mengambil akar teater tradisional Indonesia, dimana narator bertindak sebagai pencerita dan aktor hanya pelaku cerita. Intinya, teater ini menampilkan kepiawaain para turis bermain peran.

Spektakuler dari Jogja Philharmonic Orchestra

Jum’at 18 Juli 2008 tari Bon Odori, Soran Bushi dan Yosakoi dari De Japan Odori Holic, akan unjuk kebolehan dihadapan penonton pukul 16.00 WIB di lapangan P4TK. Disamping itu pementasan juga akan disii dengan penampilan spektakuler dari Jogja Philharmonic Orchestra (Jophilo). Harianto Budi Wibowo akan menjadi conductor dalam penampilan itu nantinya. Dalam penampilan pukul 19.00 WIB, Jophilo akan melibatkan mahasiswa baru dari ISI Yogyakarta dan Sekolah Menengah Musik dengan gaya tampil yang unik, berbeda dari orchestra lainya. Penampilan Jophilo akan menjadi penampilan akbar Jum’at tersebut setelah mereka sukses tampil di Forum E-9 Ministerial Review Meeting Nusadua Bali, 10 Maret lalu.

Siglap Nusantara Orchestra (Singapura)

Siglap Nusantara Orchestra (Singapura), akan tampil pada malam minggu, Sabtu 19 Juli 2008 pukul 21.00 WIB di auditorium P4TK sekaligus menutup Festival Seni Internasional. Penampilannya akan mengiringi penampilan spektakuler dari Jophilo. Siglap sendiri merupakan perkumpulan orchestra dari sebuah sekolah di Singapura. Seluruh peralatan menggunakan alat musik tradisional jawa, yang juga dipesan dari daerah jawa. Bagaimana penampilan terbaik dari Siglap bisa kita saksikan di malam penutupan.

Tak sekadar itu saja, masih ada lagi penampilan-penampilan dari seni pertunjukkan yang telah dihimpun secara apik oleh panitia penyelenggara buat para penikmat seni di Festival Seni Internasional 2008.  [P3GKES.COM]

Informasi selengkapnya klik : http://www.pppgkes.com/index.php

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: