Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Agustus 2, 2008

Hasil UN Tak Bisa Jadi Acuan Masuk PTN

Hasil UN Tak Bisa Jadi Acuan Masuk PTN

[JAKARTA] Hasil ujian nasional (UN) tidak bisa dijadikan acuan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, UN dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) merupakan dua hal yang sangat berseberangan. PTN memiliki kriteria khusus dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa.

“Bagaimana mungkin hasil UN dijadikan dasar acuan untuk masuk PTN. Ini dua hal yang sangat berbeda,” kata pakar pendidikan Winarno Surakhmad, kepada SP, di Jakarta, Kamis (31/7). Hasil SNM PTN diumumkan Jumat (1/8), pukul 00.00 WIB. Pengumuman bisa dilihat di situs http://www.snmptn.ac. id.

Selain itu, pengumuman bisa juga dilihat di situs Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip).

Sebanyak 400.000 calon mahasiswa mengikuti SNM PTN. Calon mahasiswa itu memperebutkan 82.000 kursi yang tersebar di 57 PTN.

Winarno menegaskan, esensi UN adalah untuk pemetaan mutu pendidikan nasional, bukan penentu kelulusan. Menurutnya, jika hasil UN dipakai sebagai ukuran untuk masuk PTN tentunya sangat irasional.

Dia menerangkan, PTN memiliki pengendalian mutu yang bagus dalam penyaringan calon mahasiswa. Karena itu, PTN tetap memberlakukan tes yang sesuai dengan intelektualitas calon mahasiswa.

“Kalau UN kan hanya sekadar menjawab soal dengan benar. Pokoknya lulus atau tidak,” ujar Winarno.

Kalaupun pemerintah memaksakan hasil UN sebagai salah satu syarat masuk PTN tanpa memperhatikan perbedaan kualitas pendidikan sekolah yang masih besar, katanya, tentu akan berpengaruh kepada mutu PTN, dan bisa memerosotkan mutu PTN.

“Seharusnya pemerintah membenahi lebih dulu karut-marut pendidikan di sekolah terkait kebijakan UN sebagai penentu kelulusan,” tuturnya.

Pendapat serupa disampaikan pakar pendidikan dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Marcellino. Dia mengemukakan, kebijakan UN yang bisa menjadi acuan masuk PTN akan membuat mutu PTN merosot.

“Bagaimana tidak? Kualitas PTN kita sudah lumayan bagus dan sudah memiliki tes yang terstandardisasi dengan baik, sementara mutu UN masih dipertanyakan,” ucapnya.

“PT di luar negeri memiliki tes tersendiri bagi calon mahasiswa. Otonomi PT di luar negeri dalam menyaring calon mahasiswa sangat dihormati karena menyangkut mutu. Jadi, bukan karena sudah lulus mata pelajaran yang di-UN-kan kemudian PTN menyiapkan tes di luar mata pelajaran yang sudah di-UN-kan. Tidak semudah itu. Sebaiknya pemerintah mengkaji ulang,” katanya.

Kecuali, menurut Marcellino, jika kualitas lulusan SMA sudah setara dan bagus mungkin baru bisa hasil UN menjadi acuan masuk PTN. Dia juga menegaskan bahwa persoalan hasil UN untuk acuan masuk PTN bukan sekadar efisiensi anggaran.

“Ini lebih kepada mempertaruhkan mutu PTN. Harus diakui ujian masuk PTN kita sudah kredibel,” tuturnya.

Pendapat Rektor

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Fasli Jalal mengatakan, pemerintah akan mengkaji dan meminta pendapat dari ahli pendidikan dan seluruh rektor PTN. “Jika semua sepakat, tinggal dibuat peraturan menterinya,” ujarnya.

Fasli mengatakan, tujuan hasil UN dijadikan salah satu syarat masuk PTN adalah agar sistem pendidikan dasar terintegrasi dengan pendidikan tinggi,” katanya, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (29/7).

Dia mengharapkan, PTN hanya mengujikan mata pelajaran terkait jurusan yang tidak diujikan dalam UN.

“Tes kompetensi jangan diulang dua kali, kalau perlu tes yang lain bisa ditambah tes bakat atau kemampuan skolastiknya,” katanya. [Suara Pembaruan Daily]

Iklan

Responses

  1. sejak pertama ujian nasional diterapkan adalah untuk mengetahui tingkatan kemampuan anak didik di setiap bagian negeri ini. penilaian ini dijadikan sebagai upaya untuk mengetahui standar kemampuan anak didik di setiap bagian negeri ini, tetapi kemudian mengalami perubahan dan dijadikan sebagai salah satu penentu kelulusan anak didik.
    Masalahnya selanjutnya adalah kenyataan bahwa hasil ujian tersebut bukan merupakan tiket menuju ke pendidikan lebih lanjut. Jika memang demikian, maka seharusnya ujian nasional tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan sebab sebenarnya masih banyak kecerdasan yang dimiliki anak didik sehingga mampu dan berhasil dalam hidupnya. Ujian nasional itu menjadikan anak didik dan banyak pihak merasa terjepit!
    apalagi ternyata kelulusan dengan ujian standar nasional tidak dapat dijadikan semacam tiket masuk PTN, wah sangat menggugurkan semangat anak-anak!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: