Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 22, 2008

Guru Sumbar tak Boleh Magang ke LN

Guru Sumbar tak Boleh Magang ke LN

Padang, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi mengungkapkan, program magang dan studi banding sejumlah guru daerah ini ke luar negeri tidak diizinkan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). “Pada dasarnya program yang ditujukan untuk peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik itu tidak diperkenankan Depdagri,” kata Gamawan di Padang, Minggu. Program yang akan didanai APBD Sumbar 2008 itu menjadi salah satu kegiatan yang dikoreksi oleh Depdagri dan anggarannya diminta untuk dialihkan mendanai kegiatan dalam rangka peningkatan layanan dasar kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar dalam pembahasan APBD 2008 mengajukan program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidik dengan mengikuti magang di Australia. Magang itu akan diberikan kepada guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada satuan pendidikan bertaraf internasional. Selain itu juga diprogramkan studi banding guru bertaraf internasional dari Sumbar ke Beijing, Cina. Namun dua kegiatan itu tidak diperkenankan Depdagri, kata gubernur.

Atas kebijakan Depdagri itu, Pemprov Sumbar telah memberikan penjelasan dan disarankan oleh Depdagri untuk dilakukan rasionalisasi dengan tetap mempedomani Surat Edaran Mendagri No.098/3210/SJ tanggal 15 Desember 2004 perihal perjalanan dinas ke luar negeri.

Kemudian disarankan mempedomani Permendagri No.20/2005 tentang perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat, pegawai di lingkungan Depdagri, pemerintah daerah, pimpinan dan anggota DPRD. Selain itu, harus mempedomani Instruksi Presiden No.11/2005 tentang perjalanan dinas ke luar negeri, tambah gubernur. Demikian Antara [Singgalang, 22 September 2008]

Iklan

Responses

  1. Saya meresa perlu untuk ikut bersuara atas judul berita harian umum Singgalang, taggal 22 September di atas; bukan saja karena saya, kebetulan, adalah ketua tim guru magang yang disebut-sebut dalam berita tersebut, akan tetapi juga karena saya merasa terpanggil untuk ikut bersuara dalam usaha memajukan mutu pendidikan di Sumbar, dan di Indonesia umumnya.

    Mutu pendidikan kita yang anjlok, katanya mau ditingkatkan menjadi bermutu tinggi, setara pendidikan di negara maju. Lalu kita mestinya belajar, dengan mencontoh dan meniru, dari mana untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar itu; kalau bukan dari luar negeri?

    Kalau guru kita yang mengajar di sekolah dasar dan menengah tidak diizinkan pergi belajar (magang) ke luar negeri (Australia) dengan dana APBD, apakah ada dana yang bisa dikeluarkan pemerintah pusat (baca Depdagri) untuk itu?

    Sementara itu, adalah ironis bahwa Dinas Pendidikan Propinsi memperuntukkan beasiswa dari dana APBD Sumbar hanya bagi dosen perguruan tinggi saja (kata Kasubdin STPDO). Lebih istimewanya lagi, mereka dapat melanjutkan pendidikan sesuai pilihan mereka di jenjang S2 dan S3. Lalu, kapankah mereka akan menyumbang kembali untuk pendidikan dasar dan menengah secara langsung? Pada hal, anggaran pendidikan bagi Dinas Pendidika Propinsi sejatinya adalah untuk menangani pendidikan dasar dan menengah di Sumbar. Pendidikan tinggi katanya sudah otonom, dan mempunyai anggaran tersendiri.

    Kita terbukti belum mampu untuk memberikan pelatihan sendiri bagi guru MIPA SBI di dalam negeri. SDM kita untuk itu belum memadai. Hal ini diperlihatkan oleh pelatihan, yang kita lakukan dua tahun berturut-turut (2005 dan 2006). Kita melakukan Pelatihan Guru MIPA Bilingual Piloting dengan dana APBN, di gedung Bhakti Bunda dengan fasilitas seadanya. Para pesertanya mengeluh. “Apa yang kita dapatkan dari dua kali pelatihan itu belum apa-apanya dibanding dengan pengalaman magang di sekolah pilihan di Australia Juli- Agustus, lalu”, kata sebahagian mereka.

    Paling tidak ada dua propinsi lain yang akan meniru program magang ke Australia yang dilakukan Sumbar tahun ini di tahun yang akan datang (2009). Mereka adalah Jawa Timur, yang digerakkan oleh Drs. Sirdjanul Ghufron, M.Ed., dan dari Disdik Propinsi Lampung, yang dipimpin oleh Dra. Retno, M.Ed.

    Apakah yang akan dilakukan Disdik Propinsi Sumbar ke depan untuk menyikapi aturan Mendagri disebut di atas?

    Apa komentar bapak ibuk anggota DPRD Propinsi Sumbar dari Komisi IV yang ikut melihat langsung pelaksanaan program magang itu di Australia?

    Mungkinkah Disdik Sumbar akan bisa mendatangkan para pelatih dari Australia untuk menatar guru MIPA SBI kita sebagai ganti dari program magang?

    Mau mengapa kita, setelah magang ke luar negeri dilarang Mendagri? Apa kata Mendiknas tentang pelarangan ini?

    Padang 22 September 2008

    Fekrynur
    cc : pakguruonline@yahoogroups.com

  2. Pak Fekri, dan kawan2 Yth

    Membaca keluhan2 dengan tidak diizinkannya guru2 untuk mengikuti training di LN saya hanya ingin mengingat kembalikepada Bapak Pemda bagaimana rencana pembangunan strategis yang dilaksanakan oleh Malaysia di tahun 70an. Mereka mengirimkan antara 10 sd. 20 % guru mereka ke berbagai negara secara bertahap (setiap tahun), untuk mengisi kekosongan mereka datangkan guru2 dari Indonesia. Lihat sekarang hasilnya bukan main, SDM kita jauh tertinggal dari Malaysia yang di tahun 70an kita lebih unggul dari mereka.. Kenapa Pemda tidak merencanakan mengirim setiap tahun 10 – 20 % guru2 kita ke berbagai negara sesuai dengan bidang studi mereka. Memang hasilnya baru bisa dilihat 15 tahun kedepan, tidak bisa kita harapkan hasilnya pada waktu pemilihan Kepala Daerah yang akan datang. Apalagi saya pernah dengar Gubernur kita pernah mengatakan Sumbar adalah Pabrik Otak bukan Otot, tolong buktikan ?

    Best Regards,
    Zamris Habib, Jakarta

    http://educational- technology- forum.blogspot. com/
    http://zamrishabib. wordpress. com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: