Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 23, 2008

2009, Dana BOS Naik 50 Persen

2009, Dana BOS Naik 50 Persen

Padangpanjang, Peningkatan anggaran di sektor pendidikan menjadi 20 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2009 akan diikuti dengan peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tak tanggung-tanggung, Mendiknas Bambang Sudibyo tengah mengajukan usulan besaran dana BOS tahun mendatang, naik 50 persen dari dana BOS tahun 2008 yang bernilai Rp11,2 triliun.

Alokasi anggaran pendidikan tahun depan, jelas Bambang diusahakan memenuhi tuntutan konstitusi sebesar 20 persen dari total APBN atau sebesar Rp224 triliun. Target tersebut, selain diikuiti dengan kenaikan tunjangan dan gaji guru, juga akan diiringi dengan kenaikan dana BOS. Dari catatan Padang Ekspres, jika total dana BOS tahun 2008 bernilai Rp11,2 triliun, dan pengajuan disetujui DPR RI, tahun 2009 akan terealisasi dana BOS sebesar Rp16,8 triliun.

”Peningkatan tersebut baru angka minimal. Mungkin saja jumlahnya bisa lebih dari itu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan di seluruh tanah air dan merealisasikan wajib belajar 9 tahun. Jika tidak cukup, adalah sebuah kewajiban dari pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota untuk mencukupkan,” ujarnya pada wartawan usai penandatanganan prasasti rehabilitasi dan pembangunan sekolah yang rusak akibat gempa di SMA N 2 Padangpanjang, Selasa (23/9).

Peningkatan dana BOS tahun mendatang, diharapkan Bambang dapat mengurangi beban orangtua murid atas pungutan-pungutan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Untuk tahap awal ini, walaupun dana BOS juga diberikan untuk sekolah swasta, Bambang tetap akan memprioritaskannya pada sekolah negeri.

”Tidak ada pungutan, kecuali di sekolah swasta. Atau jika dibutuhkan pungutan tersebut tetap dibolehkan di Sekolah Bertaraf Internasional (SBI),” tambahnya. Jika anggaran pendidikan tahun depan terealisasi sebesar Rp224 triliun atau 20 persen dari total APBN, artinya dana BOS baru memakai 7,5 persen dari total anggaran pendidikan. Sisanya menurut Bambang akan terserap untuk gaji guru dan sektor lainnya.

Anggarkan BOM

Selain untuk dana BOS, juga dianggarkan dana Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOM) untuk sekolah menengah atas. Namun Bambang belum bisa berani memberikan persentase angka pastinya. Pastinya, angka tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran lainnya. ”Dana BOM disediakan untuk peningkatan manajemen sekolah. Mungkin tidak untuk keperluan fisik, tapi untuk kebutuhan untuk meningkatkan mutu sekolah,” lengkapnya.

Baik BOS ataupun BOM menurut Bambang Sudibyo belum tentu serta-merta membebaskan biaya pendidikan. ”Yang penting niat baik pemerintah daerah. BOS yang ada belum mampu menggratiskan pendidikan dasar,” katanya. Pada 2008 pemerintah menetapkan besaran BOS untuk sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah Rp254 ribu. Sementara untuk sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah sederajat Rp354 ribu.

Saat ini, ada 28.702.394 siswa tingkat SD, dan 11.060.344 siswa tingkat SMP yang membutuhkan dana BOS. ”Kami telah menghitung kembali usulan dana BOS untuk 2009, yaitu Rp381 ribu per siswa per tahun untuk jenjang pendidikan sekolah dasar dan Rp531 ribu per siswa per tahun untuk jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Angka tersebut juga akan ditambah BOS buku yang besarnya Rp20 ribu,” ujarnya sembari menambahkan besaran dana BOS tiap provinsi akan berbeda adalah sesuai dengan tambahan dari pemerintah daerah [Padek]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: