Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 12, 2008

Guru Tidak Cukup Hanya Mentransfer Ilmu

Peringatan Hari Guru Sedunia Rektor Unimed:
Guru Tidak Cukup Hanya Mentransfer Ilmu

Medan, isekolah.org – Guru sebagai pendidik untuk mencerdaskan generasi bangsa, tidak cukup lagi kalau hanya melaksanakan tugas dan kewajiban mengajarnya hanya dengan mentransferkan ilmunya kepada para siswa.

Sebab guru setelah menjadi salah satu bagian dari profesi, maka sangat dituntut mampu professional guna membentuk karakter siswa dengan pendidikan yang relevan dengan kemajuan zaman yang bergerak sangat pesat.

Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof H Syawal Gultom MPd menjelaskan hal itu ketika dihubungi Analisa, Senin (6/10). Menurut Syawal Gultom, refleksi inilah yang paling penting dari peringatan Hari Guru Sedunia.

Dijelaskan Gultom, Hari Guru Sedunia pertama kali ditetapkan UNESCO dan ILO tanggal 5 Oktober tahun 1966. Dan sejak 42 tahun silam, PBB menganggap guru sebagai bagian terpenting dan menempatkannya dalam posisi paling strategis.

Karenanya, kesejahteraan serta profesionalisme guru mendapatkan perhatian penting dan tertuang dalam Recommendation Concerning the Status of Teachers, ungkap rektor.

Lembaga Pendidikan

Untuk itu, keberadaan sekolah harus dijadikan sebagai lembaga pendidikan yang membentuk karakter siswa sesuai jati diri bangsa dengan transfer ilmu yang aktual. “Jadi tidak cukup lagi kalau dijadikan sebagai tempat pengajaran kepada siswa saja,” kata Gultom

Dijelaskan, melihat begitu besarnya tanggung jawab guru, maka dituntut melakukan perubahan sangat siginifikan dengan tugas yang diembannya, seperti ekspansi terhadap penggunaan IT, media digital.

Dengan demikian, guru secara berkesinambungan dapat meng up date perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan global untuk disampaikan kepada muridnya.

Secara terpisah Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Medan, Drs Maraguna Nasution mengatakan, kualitas guru sebagai garda terdepan wajib untuk ditingkatkan demi peningkatan kualitas pendidikan negeri ini menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, pemerintah harus menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang baku dan tidak selalu berubah-ubah, sehingga tidak sampai membingungkan para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan nasional.

Pemerintah juga harus memperhatikan pengurangan jam serta hari belajar siswa yang dialihkan dengan program pengembangan diri siswa, dengan menambah jam pelajaran, agar target belajar siswa tercapai dengan baik, kata Nasution.

Langkah ini. ujarnya mesti diikuti dengan peningkatan sarana maupun prasarana agar program pengarahan bakat siswa dapat lebih tepat sasaran serta memberi hasil guna lebih maksimal.

Selain itu, guru dituntut keikhlasan dalam melaksanakan tugasnya, yaitu dengan memberikan pengajaran dan pendidikan yang terbaik agar out put yang dihasilkan dapat lebih meningkat dari waktu sebelumnya.

Jadi guru tidak hanya berorientasi mengejar materi semata, sebab salah satu kebahagiaan pengabdian adalah ketika melihat anak didik menjadi orang berguna dan berbakti kepada nusa dan bangsa, ungkapnya [ISekolah.Org}

Iklan

Responses

  1. Fenomena perubahan persepsi atas tugas guru, yang berkutet pada transfer of knowledge memang perlu segera disikapi dengan sebaik-baiknya. bahwa secara umum tugas guru tidak hanya sebagai pengalir pengetahuan atau ilmu melainkan banyak nilai-nilai positif yang juga perlu diberikan kepada anak didik. Untuk hal tersebut peningkatan kualitas kompetensi guru menjadi pekerjaan rumah yang harus segera digarap sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan betul-betul didasari oleh kemampuan yang layak untuk proses. kita tidak seharusnya tidak berorientasi pada produk saja, melainkan proses juga harus diperhatikan secara seksama agar mampu memberikaan hasil maksimal!
    Tentu saja jika kita membahas mengenai proses, maka yang tidak ketinggalan adalah sarana dan prasarana penunjang proses. Semoga kebijakan yang mendukung proses benar0benar merupakan menara api untuk kebangkitan semangat peningkatan kualitas dalam segala hal di dunia pendidikan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: