Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 20, 2008

Anggaran Pendidikan Dikurangi, Akibat Krisis Global

Anggaran Pendidikan Dikurangi, Akibat Krisis Global

Anggaran pendidikan yang direncanakan pemerintah dalam RAPBN tahun 2009 sebesar 20 persen, kembali akan dikurangi. Kondisi ini dipicu terjadinya krisis finansial di Amerika Serikat. Pengurangan diperkirakan akan mencapai Rp16 triliun. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi X DPR RI Irwan Prayitno usai Wisuda mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) periode ke-83 di GOR UNP, Sabtu (18/10). Kendati demikian, ia mengatakan bahwa beberapa item yang masuk dalam anggaran pendidikan itu seperti dana bantuan operasional sekolah BOS, tunjangan fungsional dan profesi untuk guru dan dosen serta dana untuk wajib belajar sembilan tahun tidak akan dikurangi. Bahkan malah seperti dana BOS ditambah menjadi dua kali lipat.

Ia juga mengatakan bahwa hampir 50 persen dari anggaran pendidikan itu digunakan untuk penuntasan wajib belajar sembilan tahun. “Kita tidak bisa mengingkari bahwa walaupun sudah merdeka selama 63 tahun, tapi kita masih jauh tertinggal dari negara-negara lain,”ujar Irwan. Untuk itu, lanjutnya politik anggaran pendidikan terus diarahkan pada beberapa kebijakan strategis.

Yakni pada perluasan dan pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dan daya saing pendidikan. Serta melakukan akuntabilitas dan mengangkat citra pendidikan Indonesia . Sementara untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, pemerintah pun tidak main-main. Bahkan dari tujuh unit utama Depdiknas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Ditjen Dikti mendapat alokasi dana terbesar nomor dua yakni sekitar Rp14,313 triliun.

Berada di bawah Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen MPDM) sebesar Rp21,741 triliun. “Anggaran sebesar itu selain untuk peningkatan mutu,relevansi dan daya saing pendidikan tinggi, juga digunakan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi. Sebab sampai saat ini APK mahasiswa Indonesia di pergurun tinggi baru sekitar 17,26 persen.

Pendidikan: Krisis finansial di AS tak pelak merecoki anggaran pendidikan yang telah diplot pemerintah dalam RAPBN 2009 sebesar 20 persen. Anggaran pendidikan diperkirakan turun mencapai Rp16 triliun.

Bila dibandingkan dengan China 20,3 persen, Philipina 28,1 persen, Malaysia 32, 5 persen, Thailand 42,7 persen dan Korea yang mencapai 91 persen. Tentu Indonesia sangat jauh tertinggal,” ungkap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini. Rektor UNP, Prof Dr Z Mawardi Effendi dalam pidato sambutannya pada wisuda yang dirangkai dengan acara Dies Natalis itu membahas tentang sinergisitas antara kompetensi, daya saing dan pengendalian diri.

“Kami telah menempa para lulusan dengan berbagai ilmu dan keterampilan.Khusus untuk tenaga pendidik, mereka juga telah ditempa dengan berbagai kompetensi pendidikan. Sekarang semua diserahkan pada mereka, hanya saja saya berharap kompetensi yang didapatkan itu dapat diwarnai dengan upaya pengendalia diri,” ujarnya. [Padek, Senin – 20/10/2008]

Iklan

Responses

  1. menurut saya pengurangan anggaran bagi pendidkan tidak tepat karena masih sangat banyak sekolah dan lembaga pendidikan di indonesia yang masih membutuhkan biaya

  2. Krisis global jangan dijadikan alasan untuk mengurangi anggaran dana pendidikan. lebih baik kurangi saja anggaran biaya service terhadap orang merencanakan pengurangan anggaran pendidikan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: