Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 26, 2008

Final, Keputusan Pembobotan Unas-SNM PTN

Final, Keputusan Pembobotan Unas-SNM PTN
Akhir Bulan Ini Diputuskan Beberapa Persentasenya

SURABAYA – Rencana nilai ujian akhir nasional (unas) jenjang SMA/MA masuk pembobotan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) makin dikonkretkan. Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa wacana sebelumnya tentang penggabungan unas dengan SNM PTN dibatalkan.

Pembatalan penggabungan keduanya telah disepakati oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sebagai gantinya, nilai unas akan dimasukkan dalam pembobotan untuk masuk ke PTN.

Wakil Ketua MRPTNI Bidang Penerimaan Mahasiswa Prof Haris Supratno mengatakan, MRPTNI selaku penyelenggara SNM PTN dan BSNP sebagai penanggung jawab unas sepakat bahwa kedua ujian tersebut tidak digabung. Kesepakatan itu diputuskan dalam rapat konsultasi keduanya belum lama ini.

“Keputusannya sudah final. Unas dan SNM PTN tidak akan digabung,” terang Haris yang juga rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.

Ditambahkan, pemisahan itu dilakukan berdasar tujuan utama setiap ujian yang memang berbeda. Unas bertujuan mengevaluasi hasil belajar. Bentuk soalnya cenderung mendorong pelajar untuk mengingat banyak materi. Sedangkan SNM PTN cenderung pada penguasaan terhadap bidang studi. Bentuk soalnya lebih berupa prediksi dan analisis. Karena berbeda fokus, persiapan ujiannya juga berbeda. “Nah, kalau digabungkan, tentu butuh persiapan cukup lama bagi pelajar untuk menghadapi ujian,” paparnya.

Salah satu kesepakatan yang telah diambil dalam pembobotan unas dan SNM PTN itu adalah pengawasan percetakan soal-soal. Sedangkan pengawasan di ruang ujian masih belum disepakati. Sebab, jika harus mengawasi seluruh sekolah, terang Haris, PTN akan kesulitan. Pasalnya, tenaga yang ada tidak mencukupi.

Haris menyatakan bahwa saat ini PTN hanya mengusulkan agar pengawasan dilakukan secara sampling di beberapa kabupaten/kota. Bisa juga beberapa sekolah saja. Jika demikian, PTN tentu masih punya tenaga. Pembicaraan tentang hal tersebut akan dilakukan oleh MRPTNI dan BSNP akhir Oktober nanti.

Haris menjelaskan, MRPTNI dan BSNP masih belum menemukan kata sepakat tentang teknis keterlibatan PTN dalam pengawasan unas. “Yang jelas, peran (PTN, Red) pada unas nanti lebih baik daripada menjadi pemantau tanpa kewenangan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya. Dengan hanya menjadi pemantau yang bahkan tidak boleh masuk ke ruang ujian, lanjut dia, kualitas ujian susah dikontrol.

Dalam pembicaraan akhir Oktober nanti, MRPTNI akan membahas jumlah pembobotan untuk setiap ujian tersebut. Baik unas maupun SNM PTN. Jika nanti pembobotan SNM PTN lebih berat, Haris menganggapnya sangat wajar. Pasalnya, SNM PTN memang bertujuan menjaring mahasiswa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Sahudi juga menyambut positif kebijakan nilai unas masuk pembobotan SNM PTN tersebut. Dengan begitu, unas tidak akan dijadikan nomor dua. Selama ini, siswa kurang mengutamakan ujian akhir. [Klub Guru]

Iklan

Responses

  1. pengawasan ujian nasional seharusnya dilakukan mulai dari percetakan sampai ke tempat lokasi ujian.kadang kadang kebocoran soal sering terjadi sewaktu berkas soal di pegang oleh kepala sekolah.karena satu hari sebelum ujian berkas soal telah diterima oleh kepala sekolah,dan sewaktu berkas soal dibuka pertama dikelas pengawas ujian kurang perhatian atau pura pura tidak tahu.maklumlah pengawasnya kan tukar antar sekolah maksudnya kalau si A mengawasi sekolah B maka si B mengawasi sekolah si A.kalau guru A ketat maka guru B ketat.maka saya punya usul sebaiknya yang menjadi pengawas itu bukan guru saja tapi ditambah dari kepolisian atau dosen.disamping itu peran adri tim independent yang berasal dari perguruan tingi juga kurang bahkan tidak bermanfaat dan hanya menambah beban anggaran karena yang menunjuk anggota tim independent adalah pihak sekolah.jadi mohon tim independentnya ditunjuk oleh universitas tanpa sepengetahuan pihak sekolah.ke depan sebaiknya pelaksanaan UNAS dilaksanakan secara one line didalam ruangan yang memiliki CCTV.mungkin ini bisa dilakukan setelah anggaran pendidikan 20 % cair.sekian terimakasih, semoga pendidikan kita kedepan semakin berkualitas dan dapat dibanggakan di dunia internasional.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: