Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 25, 2008

Guru Honorer Capai 10 Ribu Orang, Sertifikasi Genjot Mutu Guru

Guru Honorer Capai 10 Ribu Orang,
Sertifikasi Genjot Mutu Guru

Kesejahteraan guru masih saja menjadi permasalahan di negeri ini. Dalam hal ini, banyak yang menilai guru belum mampu memberikan pendidikan yang baik terhadap muridnya. Walaupun banyak siswa-siswa pintar hasil didikan guru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi hal itu tercoreng oleh aksi tawuran dan aib-aib lainnya yang menodai buruk dunia pendidikan. Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, guru di Sumbar saat ini berjumlah sekitar 73.171 orang. Dimana lebih kurang 3.000 merupakan guru bantu yang telah masuk dalam database. Sedangkan guru honorer yang belum masuk database, atau dengan kata lain yang gajinya tidak dibiayai APBN jumlah cukup banyak, mencapai 10.000 orang.

Namun dari 73.171 jumlah guru yang ada itu, 46.999 orangnya belum berkualifikasi S-1. Masih banyak mereka yang hanya mempunyai kualifikasi D-2, bahkan yang hanya tamatan sekolah pendidikan guru (SPG), yang setara dengan tamatan SMA. Ini tentu cukup memiriskan, sebab selain mengebiri UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, juga membuat seorang guru tidak bisa disertifikasi, dan mendapatkan tambahan gaji.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Burhasman Bur, saat ini pemerintah pusat dan provinsi telah berupaya untuk meningkatkan kulitas dan kesejahteraan guru. Bahkan sejak 2007 telah dilaksanakan program kualifikasi guru, yang bekerjasama dengan pemerintahan kabupaten/kota.

“Dimana dengan meningkatkan kualifikasi guru-guru yang belum berijazah S-1 menjadi S-1, kita berharap kualitas dan kompetensi guru yang bersangkutan juga semakin meningkat. Dan program ini telah kita gulirkan kepada seluruh kabupaten/kota, tetapi masih ada daerah yang tidak meresponnya, padahal ini sangat penting,” ucapnya.

Padahal dengan ijazah S-1, lanjut Burhasman, guru berpeluang untuk disertifikasi. Dan mendapat tambahan tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji, di luar gaji poko dan tunjangan fungsional. Itu semua berlaku bagi guru PNS ataupun yang guru honorer. “Kita berharap dengan tingginya tuntutan akan pendidikan saat ini, guru bisa meningkatkan kompetensinya, salah satunya dengan peningkatan kualifikasi, serta melakukan sertifikasi,” tukasnya.

Hingga 2007, guru di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar yang telah disertifikasi berjumlah 6.421. Dan mereka berhak untuk menerima tunjangan fungsional setiap bulannya. Tetapi sayangnya, sampai sekarang belum semua guru yang telah disertifikasi itu telah menerima tunjangan fungsional. Padahal pemerintah pusat telah menurunkan tunjangan untuk profesi guru di Sumbar Rp7 miliar. Sedangkan yang akan disertifikasi pada tahun ini berjumlah 5.385 orang.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Nur Amin, mengatakan bahwa jumlah guru di Kota Padang berjumlah 9.600 orang.

Lebih dari setengahnya, yakni 5.100 orang merupakaan guru honorer. Pada tahun 2007 telah dilakukan sertifikasi kepada sekitar 643 orang guru. Sedangkan pada tahun 2008 ini telah diusulkan 1.065 guru untuk di sertifikasi.

Nur Amin juga mengakui bahwa dari sekian banyak guru di Kota Padang, masih banyak mereka yang belum melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. “Kita berharap dengan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi, guru-guru betul-betul bisa memiliki empat kompetensi yaitu, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan Kompetensi kepribadian. Bagi guru yang tidak memiliki keempat kompetensi itu, mereka akan tertinggal,” pungkasnya. [Padek, 25/11/08]

Iklan

Responses

  1. oom, baa nasib kami yang honor di KOta Pariaman, apo dak ada penjelasannyo lai?, lah abih sapatu jo gincu tapi dak juo ado penjelasan, masuk PNS baru kami dicampakaan, apo modeko urang minang kini? tolong kepado om-om yang ada di sinan, caliak nasib kami, lah gaji saktek, dipotong pulo, a malahan kini lah 8 bulan alun juo manarimo, kama pai utak urang diateh kini?
    kami tau, dak ado yang nyuruah honor, tapi kalau dak ado kami dak pulo kajalan sekolah tu do, sia yang kamaja?, jadi tolong samo-samo kito peduli jo sesama manusia, jan dunsanak om jo yang om kana.

  2. guru honor SDN.masa 7th usia 39th belum disertifikasi

  3. apakah sertifikasi sudah tepat sasaran dan bagaimana dg program pengangkatan guru honor jd pns


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: