Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 26, 2008

SAATNYA INTROSPEKSI DIRI

SAATNYA INTROSPEKSI DIRI

Fajar 1430 H. dan 2009 M. tak lama lagi akan menyingsing. Tahun 1429 H. dan 2008 M.segera berlalu. Satu tahun lagi usia kita bertambah, satu tahun juga jatah hidup kita berkurang.

Bagi seorang muslim, berlalunya waktu hendaknya tak lewat begitu saja. Ia harus menjadi momen untuk mengoreksi diri “Hisablah dirimu sebelum dihisab pada hari kiamat” pesan Umar bin Khatab suatu ketika.

Muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan bukan semata untuk mengingat dosa-dosa yang sudah dilakukan. Tapi juga untuk merancang masa depan agar menjadi lebih baik dan bermakna. Inilah yang Allah maksudkan dalam firmannya “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’ (QS, al-Hasyr 18)

Ayat tersebut merupakan peringatan sekaligus bimbingan Allah SWT agar kita melakukan muhasabah atau instrospeksi diri. Kita diminta untuk merenungi apa yang telah kita perbuat dan menilai sejauh mana amal yang telah kita kerjakan untupersiapan sebagai bekal di akhirat.

Setiap Muslim seharusnya selalu mengingat ayat tersebut dan merenungi dengan sepenuh hati agar dapat memahami realitas diri. Bagaimanapun kehidupan akhirat bagi sesorang Muslim lebih penting ketimbang kehidupan dunia. Dunia ini bersifat fana, kehidupan akhiratlah yang abadi. Allah SWT mengingatkan “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS, al-A’la 17)

Kita harus senentiasa mawas dan menjaga diri. Mungkin selama ini kita sering terbuai dengan kehidupan dunia. Waktu kita habiskan untuk memikirkan dan mengejar kesenangan dunia sehingga sehingga mengabaikan persiapan dan bekal kehidupan akhirat.

Surah al-Hasyr 18 berisi perintah agar kita senentiasa mengevaluasi amal kita sejauh mana kemusliman telah ditunjukkan, sejauh mana keimanan telah dibuktikan di hadapan Allah SWT, dan sejauh mana bekal berupa amal shalih telah kita kumpulkan untuk di akhirat kelak.

Senantiasa muhasabah tak dilakukan di akhir tahun saja. Ia harus menjadi agenda rutin yang terus dilakukan. Muhasabah perlu dilakukan untuk menyentil kesadaran bahwa kita selalu diawasi dan menyadarkan segala sesuatu yang telah kita kerjakan akan dihisab.

Kita lemah, gampang tergoda. Mungkin kita bisa menghindari dosa-dosa besar. Tapi tak mungkin kita sanggup berkelit dari dosa-dosa kecil. Semoga kesadaran akan rentannya kita dari godaan setan, mendorong kita memuhasabah diri. Tak lupa memandang ke depan dengan penuh semangat untuk merangkai amal ibadah yang lebih baik.

Iklan

Responses

  1. Semangat songsong tahun baru


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: