Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Maret 10, 2009

SMA 1 Padang Juara Smapsic – Tiga Pelajar SLTP Payakumbuh Masuk Final ISPO Jakarta

SMA 1 Padang Juara Smapsic

Padang, SMA 1 Padang, meraih juara umum dalam acara Smansa Padang Science Competition (Smapsic) atau pra-olimpiade tingkat Sumbar, yang digelar Sabtu lalu di aula Universitas Baiturramah, Padang. Dari 1.399 peserta, hanya 70 orang saja yang berhasil masuk final.

“Jumlah peserta itu melampaui target yang direncanakan, sehingga pihak panitia menjadi sibuk mempersiapkan fasilitas perlombaan untuk peserta tambahan. Antusiasme sekolah-sekolah cukup tinggi mengikuti kegiatan tersebut,” kata Kepala Sekolah SMA 1 Padang, Jufril Siry menjawab Singgalang di kantornya, Selasa (11/3).
Disebutkan, soal perlombaan tersebut dibagi menjadi dua bagian Tahap pertama berasal dari GO Bandung. Dari soal inilah disaring peserta menjadi 70 besar. Artinya, dari masing-masing mata pelajaran yang diperlombakan sebanyak tujuh mata pelajaran dipilih pemenang 10 besarnya.

Setelah mendapatkan peserta 70 besar tersebut, baru keluar soal tahap kedua dari juri Unand dan UNP yang juga selaku pembina olimpiade Sumbar. Dari 70 besar tersebut diseleksi lagi menjadi 35 besar, karena masing-masing cabang mata pelajaran perlombaan dipilih peringkat 1-5. Total hadiah yang diperebutkan, lanjutnya, 28 juta.
Dari 35 siswa peserta yang menjadi pemenang dalam final, 15 orang di antaranya adalah siswa SMA 1 Padang. Untuk mata pelajaran ekonomi, fisika, kebumian, biologi SMA 1 meraih juara 1. Sedangkan untuk mata pelajaran astronomi diraih oleh SMA 1 Solok, matematika SMA Agam Cendikia dan Kimia diraih oleh SMA 1 Padang Panjang.
Lebih jauh disebutkan, acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Busharman Bur dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Nur Amin. Smapsic 4 kali ini, jauh lebih diminanti oleh para sekolah baik negeri maupun swasta yang ada di Sumbar. SMA 1 Padang turun dengan kekuatan 200 orang.

Dia menilai, antusiasme peserta malah lebih ditunjukkan oleh sekolah-sekolah yang ada di luar Kota Padang. Itu terlihat dari jumlah peserta yang ikut, dan juga prestasi yang diraih. Pada tahun 2008 lalu, hanya sekitar 600 orang peserta dan pada tahun 2009 ini meningkat tajam. Dari sekolah lain di Kota padang selain SMA 1 Padang, tak ada yang meraih juara I. Itu sama dengan artinya, pendidikan di daerah lebih cepat berkembang bila dibandingkan dengan di Kota Padang sendiri. Perlombaan ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Mentawai.
Ditambahkan, target dari SMA 1 yang tak hanya sukses dalam pelaksanaan namun sukses dalam prestasi akhirnya tercapai juga. [Singgalang, 10/03/09]

Tiga Pelajar SLTP Payakumbuh Masuk Final ISPO Jakarta

Tiga pelajar SLTP Kota Payokumbuah, diundang ke Jakarta, untuk mempresentasikan dua tulisan mereka, dalam final Indonesian Sain Project Olimpiac (ISPO) tingkat nasional di Balai Kartini Jakarta, 11-13 Februari 2009. Tiga pelajar dari Kota Payokumbuah itu, dua di antaranya dari SMPN 4, yaitu Mhd. Azhari Akbar, dan Giofani Deprian Taures serta Nadya dari SMP Fidelis, ketiganya tengah duduk dibangku kelas 9.

Duta Sumatera Barat ini, dalam final ISPO, akan memaparkan dua judul tulisan yang mereka buat, dan lolos seleksi dari ribuan peserta di seluruh Indonesia, beberapa bulan lalu. Mereka, juga akan bergabung dengan empat pelajar lainnya dari Padang dan Sawahlunto, yang juga lolos dalam final iven yang sama.

Kedua karya tulisan itu, berjudul Pengaruh Sinetron Berlatar Sekolah Terhadap Penampilan Siswa SMPN Fidelis kemudian Padi Salibu, yang ditulis Azhari dan Geofani. Ketiganya, akan turun secara tim dalam final tersebut, ucap Ilda Sovieni, S.Pd dan Zaimar, S.Pd, dua guru pembimbing dari SMPN 4 Payokumbuah ini, kepada wartawan koran ini di Balaikota Payokumbuah, beberapa waktu lalu.

Tulisan yang dibuat ketiga pelajar Payokumbuah itu, sesuati dengan realitas yang ada. Di SMPN Fidelis pengaruh Sinetron menjadi perhatian pihak sekolah. Sinetron yang tak akan memberi nilai tambah buat SDM pelajar, tidak akan ditonton pelajar.

Sementara, Padi Salibu, bentuk pertanian hemat biaya yang dilakukan oleh sebagian petani di Desa Batu Tanyuah, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, dimana kedua pelajar SLTP 4 Payokumbuah itu berdomisili. Keluarga kedua pelajar tersebut, juga ikut dan terbilang sukses mengolah pertanian sistem padi salibu.

Karena tulisan tersebut merupakan kondisi yang sebenarnya, kedua guru pembimbing Ilda dan Zaimar, optimis anak asuhannya bakal sukses merebut gelar terhormat dalam lomba ini. “Kita optimis, ketiga pelajar ini bakal mengukir prestasi terbaik buat Kota Payokumbuah,” tegas kedua guru ini.  [Padang Today]

Iklan

Responses

  1. azhari adalah teman saya waktu saya masih d smp4 payakumbuh,sekarang saya sangat salut kepada azhari.dulu saya bersama azhari satu perjuangan sewaktu d OSIS smp4 payakumbuh.so selamat azhari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: