Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 21, 2009

Sumbar Tak Targetkan Peringkat Kelulusan

Sumbar Tak Targetkan Peringkat Kelulusan

Pemprov Sumbar tak mau menaikkan target kesuksesan dalam kelulusan Ujian Nasional 2008/2009. Target yang dipakai masih tahun sebelumnya, peringkat 8 besar. Hal ini karena naiknya standar kelulusan secara nasional dan dominasi pendidikan kepulauan Jawa.

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi meminta, peringkat 8 besar nasional harus seimbang dengan kelulusan siswa di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia.

Jika tingkat kelulusan siswa seluruh Sumbar rata-rata diatas 80 persen, namun persentase diterima di PTN sedikit, maka kualitas pendidikan di Sumbar masih rendah.

“Target 8 besar itu tidak muluk-muluk. Kita ingin jika siswa yang lulus, mereka bisa diterima di perguruan tinggi yang menjadi cita-citanya. Tahun lalu, Sumbar ranking 8 nasional, tapi kita tidak tahu berapa persentase siswa Sumbar yang diterima di PTN seluruh Indonesia,” kata Gubernur usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama UN, di sejumlah SMU di Kota Padang, tadi siang.

Gubernur meminta kepala sekolah melakukan pendataan siswa yang diterima di PTN–baik yang lulus melalui jalur Penelusuran Minat dan Keterampilan (PMDK), jalur khusus maupun Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Dengan adanya data tersebut, maka setiap kabupaten/kota dapat mengetahui persentase kelulusan UN siswa dengan yang diterima di PTN.

Saat sidak, Gubernur ditemani Rektor Universitas Andalas Prof Musliar Kasim, Pembantu Rektor I Unand Novesar Djamarun, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sumbar Drs Busharman Bur.

Belajar dari pelaksaan UN tahun lalu, Gubernur kembali mengingatkan seluruh pihak yang terkait dengan UN, harus bisa menjaga kelancaran ujian–mulai dari tingkat SMA/MA/SMK, SMP/MTsN dan ujian akhir sekolah bersama nasional (UASBN) tingkat SD.

Kebocoran soal dan beredarnya kunci jawaban di WC, jelasnya, merupakan salah satu isu-isu yang sering muncul saat UN. Seperti, pelaksanaan UN tahun lalu, WC menjadi tempat ‘favorit’ siswa.

“Ikuti aturannya. Bagi guru atau kepala sekolah jangan coba-coba membantu siswanya. Biarkan mereka mengerjakan soal sendiri. Kan, siswa sudah lama belajarnya,” ujar Gubernur.

Untuk pengawasan dan mencegah kebocoran soal, Rektor Unand Musliar Kasim, mengatakan bahawa penjagaan berlapis sudah dilakukan. Mulai dari pendistribusian soal, penjemputan hingga penjagaan di lokal ujian. Bahkan, UN tahun ini, berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana, tahun ini untuk pengawas dilibatkan pihak perguruan tinggi.

Pengawas dari PT, mengawasi proses pengambilan soal dari masing-masing kantor kepolisian setempat. Untuk tingkat SMA/MA/SMK, setiap lokal diawasi 2 pengawas dari PT. Sementara untuk SMP/MTsN, akan melibatkan Tim Pengawas Independen (TPI).

“Sampai hari ini pelaksaan UN lancar dan berjalan baik,” kata Rektor.

Tahun ini, peserta UN di Sumbar, untuk tingkat SMA/MA berjumlah 43.864 orang, SMK sebanyak 13.550. Sedangkan tingkat SMP.MTsN 77.468 dan SD/MI sebanyak 94.321 siswa. Pelaksaan UN akan dilangsungkan hinga 24 April mendatang  [Padang Today]

Iklan

Responses

  1. sya mau tanya apa benar PPKN di ikut sartakan dalam SNMPTN tahun ne?dan satu lagi rencanaya saya mau ngambil jurusan geografi ada kemungkinan lulus nggak?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: