Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | April 23, 2009

”Jadikan Padang sebagai Kota Religius”

”Jadikan Padang sebagai Kota Religius”
Rekor Muri, 20 Ribu Siswa Baca Juz Amma

Rekor Muri: Sekitar 20 ribu murid SD/MI sederajat membaca hafalan Juz Amma di Lapangan GOR H Agus Salim, Kamis (23/4). Melalui kegiatan spektakuler ini, Pemko Padang kembali memperoleh

Padang, Padek–Pemko kembali mendapatkan piagam penghargaan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) dalam bidang keagamaan untuk kedua kalinya. Kali ini, rekor Muri didapat setelah 20 ribu anak SD/MI se-Kota Padang membaca hafalan Juz Amma sekaligus di Lapangan GOR H Agus Salim, Kamis (23/4).

Sebelumnya, Pemko mendapat piagam penghargaan yang sama, setelah 16.800 pelajar SLTP dan SLTA se-Kota Padang mengumandangkan Asmaul Husna di Lapangan GOR H Agus Salim, Rabu (23/4) tahun lalu. Piagam Muri diserahkan langsung Manajer Muri Ingadri kepada Wali Kota Padang, Fauzi Bahar.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault, yang membuka secara resmi ”Lomba Baca Juz Amma” tingkat SD se-Kota Padang itu mengatakan, kelangsungan dan kemajuan sebuah bangsa terletak di pundak generasi muda yang nasionalis religius. ”Upaya apapun yang dilakukan untuk menciptakan generasi muda yang nasionalis religius itu adalah langkah terbaik untuk daya tahan bangsa di era globalisasi saat ini,” ujar Adhyaksa Dault.

Adhyaksa mendukung langkah Fauzi Bahar untuk menjadikan Padang sebagai kota religius. ”Saya akui, program keagamaan Pemko di bidang keagamaan patut dilanjutkan secara kontinu dalam kerangka pembentukan karakter anak bangsa yang nasionalis religius,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Fauzi Bahar menyebutkan, lomba baca Juz Amma oleh 20 ribu murid SD se-Kota Padang itu adalah inovasi yang tidak berkesudahan dalam membentuk daya tahan generasi muda terhadap invansi nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan agama dan kultur Minangkabau. ”Kita tidak akan pernah bosan, dan tidak akan pernah merasakan kekurangan dana demi membina dan membentuk generasi muda yang bersandarkan kepada nilai agama Islam dan kearifan adat Minangkabau,” kata Fauzi Bahar.

Lomba baca Juz Amma itu sendiri, akan berlangsung hingga 1 Mei mendatang, bertempat di gedung Bagindo Aziz Chan, dengan memperebutkan hadiah utama sebuah mobil Toyota Avanza dari sponsor utama, Esia. Lomba ini diikuti 5.500 siswa SD dan MI yang mengikuti lomba baca Juz Amma di masing-masing kecamatan. Saat itu hadir Wawako Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, tokoh rantau Mayjend (purn) Syamsu Jalal, Executive Vice President PT Bakrie Telecom, Ridzki Kramadibrata, serta sejumlah kepala SKPD dan unsur muspida.

Sementara itu, Vice President PT Bakrie Telecom, Ridzki Kramadibrata, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemko menyelenggarakan kegiatan keagamaan. ”Akidah agama adalah dasar yang kuat untuk menjadikan generasi muda yang unggul, bukan saja dalam akhlak, tapi juga dalam menghadapi kompetisi di era globalisasi,” jelas Ridzki, sembari mendukung Pemko memberikan 2.200 kitab suci Al Quran bagi 110 SD yang mengikuti lomba ini. [Padang Ekspress]

Iklan

Responses

  1. kegiatan lomba hafalan juz Amma ini sangat baik bagi kalangan siswa SD, karena pada saat kecillah kita bisa menghafal al-qur`an dengan mudah. para siswa SD akan semakin banyak yang menguasai dan hafal Juz Amma yang merupakan juz 30 dari Alqur`an. harapan kami untuk yang akan datang setelah Lomba Asmaul husna dan Juz Amma ini, untuk mengadakan lomba hafalan Al-qur`an 2 juz untuk tingkat SMP. mudah-mudahan kota padang menjadi daerah yang religius seperti yang kita harapkan. terima kasih.

  2. Subhanallah… Bahagia sekali mendengar berita ini. Insyaallah Pak, kalau anak2 kita sudah baik agamanya, dunianya juga akan baik. Kami mendoakan semoga sukses rencana ini ke depan. Dahulu ranah Minang hebat, juga karena paduan pendidikan dari Surau. Sebutlah orang besar Minangkabau dulu, mereka adalah alumni Surau.

  3. Alhamdulillah.. Kota Padang mempunyai pemimpin yang selalu menjaga dan mengembangkan nuansa keislaman di kota Padang. Hal ini dapat dilihat dari program Lomba Juz ‘Amma tingkat SD se kota Padang. Namun saya yang menyaksikan berlangsungnya persiapan (latihan) dan pembukaan Lomba tersebut sangat prihatin. Acara yang melibatkan 20 ribuan anak SD kota padang tersebut berlangsung di bawah terik matahari. Saya merasakan pedih saat sinar matahari mengenai kulit tangan. Apalagi mereka yang masih kecil berjemur di bawah terik matahari. Beberapa orang dari mereka ada yang pingsan. Orang tua yang menyaksikan tampak gundah dan pasrah. Hingga ada yang berkata “Mereka yang dapat nama tapi anak kita yang merana…” Semoga untuk even selanjutnya kepentingan anak juga dipertimbangkan dan panitia harus profesional karena mereka yang menjadi objek dan subjek pelaksana. Maaf kalau tidak berkenan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: