Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Agustus 11, 2009

Hmm..Tamatan SMA jadi Generasi Nol Buku?

Hmm..Tamatan SMA jadi Generasi Nol Buku?

[Padang Today], Taufiq IsmailPenyair Nasional Taufiq Ismail yang juga pendiri Rumah Puisi berbicara di hadapan seratusan guru tingkat SMP/SMA se Sumbar, Sabtu (8/8) di MAN Koto Baru, Padang Panjang. Taufiq tampil sebagai pembicara dalam “Seminar Pengembangan Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Asyik dan Menyenangkan”.

Dalam pemaparannya, Taufiq Ismail mengungkapkan, beratus-ratus tamatan SMA Indonesia sejak pengakuan kedaulatan 1950 sampai sekarang menjadi Generasi Nol Buku, yang rabun membaca dan lumpuh menulis. Nol buku karena tidak mendapat tugas membaca melalui perpustakaan sekolah, sehingga rabun membaca.

“Lumpuh menulis karena hampir tidak ada latihan mengarang di sekolah,” katanya.

Para guru, menurut Taufiq Ismail, tidak dapat disalahkan lantaran semuanya telah tersusun dalam kurikulum pelajaran yang terpusat. Guru mengikuti saja tanpa adanya kreatifitas untuk mengembangkan.

“Memang membutuhkan waktu sangat panjang untuk merobah paradigma pengajaran sastra di sekolah selama ini,” ujar Taufiq.

Taufiq Ismail mendirikan Rumah Puisi di Aie Angek, salah satu tujuannya adalah untuk melatih guru Bahasa dan Sastra Indonesia . Dalam pelatihan itu guru akan diajarkan metoda pengajaran Bahasa dan Sastra yang asyik dan menyenangkan.

Dalam seminar tersebut, selain Taufiq Ismail, juga tampil sebagai pembicara Dosen UNP Dr. Harris Effendi Thahar, M.Pd dengan makalah “Pembelajaran Menulis, Proses dan Persiapan Guru”, dan Muhammad Subhan, wartawan dan penulis dengan makalah “Kiat Menembus Media Massa.

Iklan

Responses

  1. Hampir semua seniman atau budayawan di Indonesia pintarnya bukan karena pelajaran khusus yang dilaluinya. Bagi orang yang berbakat sedikit pelajaran untuk itu, dia mampu mengembangkanya secara auto-didak, seperti Bang Taufik dan lainya.
    Hanya saja yang penting adalah “apresiasi” untuk yang berbakat. Wassalam , Jalius.

  2. yang menarik di mata anak anak sekolah sekarang adalah produk sepeda motor- merengek minta dibeliin vario, jupiter, dan lain lain
    merengek agarn dibelikan hp kamera dan produk digital lain
    mereka telah tumbuh jadi generasi suka pamer, bukan pamer jadi pintar tapi pamer menjadi konsumen

    buk dan bpk guru juga bermimpi untuk punya mobil, walau cuma bisa membeli mobil second dan ikut menyumbang polusi udara

    itu tidak salah karena fenomena itu lahir karena dirangsang oleh zaman. namun kecintaan pada buku dan kegemaran menulis janganlah pudar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: