Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 1, 2009

Sentuhan Pendidikan Untuk Kelestarian Komodo

Sentuhan Pendidikan Untuk Kelestarian Komodo

Oleh : Abdul Munir Sara *)

Segala sumber daya alam NTT harus diakomodir menjadi kontent pembelajaran di sekolah sehingga Sumber Daya Alam dan kekayaan khazanah spesifik yang berkelimpahan diseluruh NTT tidak dilihat sebagai entitas sumber daya yang berdiri sendiri dan tak tertolong.

Sentuhan edukatif ini akan melahirkan kesadaran plus kepedualian etik untuk menjaga dan melestaraikan kekayaan alam NTT, sebaliknya pula tidak menjual apalagi menggadaikan kepada orang atau bangsa lain demi keuntungan-keuntungan sesaat.

Beberapa peristiwa pengrusakan ekologis yang mengancam penuhnya spesies komodo (Varanus komodoensis) adalah akibat dari kealfaan dan longgarnya fungsi sosial kritis masyarakat sekitar wilayah konservasi untuk ikut mengontrol prilaku yang destruktif, karena lingkungan selalu dipersempit sudut perspektifnya sebagai sumber yang dapat menghasilkan investasi materialistik bukan investasi sumberdaya pengetahuan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan LSM Komodo Survival Program pada 22 Juni -19 Juli 2009 di Cagar Alam Wae Wuul, hanya menemukan 17 ekor komodo. Dengan jumlah populasi komodo itu berarti telah mengalami penurunan secara signifikan, sebab dari penelitian di tempat yang sama tahun 1991 ditemukan 66 ekor komodo, sedangkan tahun 2000 sebanyak 19 ekor. populasi komodo di kawasan cagar alam Wae Wuul dengan demikian jumlahnya populasi komodo terus mengalami penurunan secara signifikan dalam kurun waktu 18 tahun.

Keterancaman populasi komodo ini, perlu direfleksi secara kritis oleh masyarakat NTT khususnya yang berada di sekitar Cagar Alam Wae Wuul sebagai bagian komponen ekologis yang sangat berperan dalam menciptakan keseimbangan lingkungan disekitarnya.

Kelestaraian komodo di NTT sebagai salah satu spesies yang mencirikan eksisistensi masyarakat NTT dan khususnya warga Manggarai Barat ini akan tercipta apabila mind-set dan kesatuan jiwa masyarakat dengan alam sekitar dapat terbentuk melalui penanaman nilai-nilai yang menjurus pada prilaku ramah lingkungan dan menjaga keberlangsungan berbagai komponen yang terdapat di dalamnya. Penanaman serta merevitalisasi nilai-nilai yang lahir dari kearifan lokal untuk pelestarian komodo adalah sebuah tindakan yang bersifat transformasional yang sangat dibutuhkan saat ini. Untuk itu, pendidikan menjadi sangat penting untuk menjadikan kawasan konservasi komodo sebagai lingkungan educatif bagi masyarakat pembelajar di Kabupaten Manggari Barat.

Wilayah Koservasi sebagai lingkungan edukatif

Korelasi positif antara upaya konservasi dan menumbuhkan wawasan sadar lingkungan adalah suatu hal yang selama ini dilupakan. Padahal menjadikan kawasan konservasi sebagai lingkungan edukatif adalah langkah yang sangat konstruktif dalam rangka penguatan nilai-nilai ekologis dan menumbuhkan kepeduliaan sejak dini terhadap keseimbangan dan keberlangsukan komponen ekologi spesifik yang terdapat di sekitar wilayah konservasi.

Untuk mewujudkan lingkungan edukatif di sekitar wilayah konservasi, maka pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sudah seharusnya memiliki suatu policy yakni menjadikan pendidikan sebagai sarana yang bisa menjembatai keterancaman ekologis tersebut.

Kemampuan dunia pendidikan untuk memberikan kerangka edukatif terhadap sumber daya alam spesifik seperti spesies komodo (Varanus komodoensis) akan sangat nyata hasilnya disuatu saat kerena selain pemerintah, masyarakatpun akan secara sadar melakukan control kritis terhadap pelestarian sumberdaya alam bserta ragam komopnen yang terdapat di dalamnya

Penguatan dan pengembangan local content

Mata pelajaran Muatan lokal sebagai derifasi dari kepedulian dunia pendidikan terhadap kekayaan sumber daya alam hayati kepada anak didik dan generasi. Khusus untuk Kawasan konservasi komodo di Kabupaten Manggarai Barat, kita perlu memberikan sentuhan edukatif melalui pengembangan Muatan lokal disetiap jenjang satauan pendidikan dengan menjadikan konservasi komodo sebagai objek pembelajaran yang bisa direduksi dalam berbagai metodelogi penerapan.

Untuk mewujudkankan kawasan konservasi sebagai lingkungan edukatif, sekolah secara serta-merta tidak bisa berjalan sendiri, akan tetapi melibatkan semua stake holder pendidikan dan penentu kebijakan daerah, mata rantai pendukung lingkungan edukatif ini adalah : Sekolah-Diknas setempat-Tokoh masyarakat-CSR/NGO yang konsen pada dunia pendidikan dan lingkungan hidup serta kekuatan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) serta pendulum kebijakan yang dimotori oleh Pemda dan DPRD setempat.

Dengan demikian, revitalisasi peran kurikulum pendidikan akan bisa secara maksimal mengakomodir lokal kontent yang ada disekitar kawasan konservasi yang muatannya spesifik pembelajarannya lebih berorietnasi pada pendidikan lingkungan hidup dan budaya konservasi pada masyarakat pembelajar di kawasan wilaya konservasi komodo.

Keuntungan yang didapatkan dari revitalisasi lokal kontent yang menjadikan lingkungan spesifik serta berbagai komponen ekosistimnya sebagai sumber belajar akan menghasilkan dua hal yang konstruktif yakni membuadayakan porilaku ramah lingkungan sebagai tradisi dan menjadikan masyarakat lebih sadar bahwa sumber daya alam beserta isinya adalah sumber belajar yang tidak akan perna habis jika SDA beserta isinya terus dijaga dan dilestarikan.

*) Abdul Munir Sara
Alamat : Jln Kayu Manis Baru I Kel Kayu Manis-Matraman Jakarta Timur Tlp/HP : 081318004078
Pekerjaan : Staf Litbang Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia-Education and Resourc Centre (LPII-ERC) Utan Kayu- Jakarta. Penulis adalah Putra asal NTT yang selalu serius mengikuti perkembangan kawasan NTT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: