Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | September 15, 2009

Perkuat Daya Saing Global Siswa SMK

Perkuat Daya Saing Global Siswa SMK

Ilustrasi: Idealnya, untuk menjadikan kota vokasi, presentase perbandingan antara siswa SMK dan SMA adalah 70:30. Namun saat ini, perbandingan jumlah siswa SMK dan SMA di Balikpapan adalah 55:45.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemampuan bersaing dalam dunia kerja global siswa SMK masih perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, dalam keikutsertaan lomba keahlian atau keterampilan siswa kejuruan tingkat dunia, posisi Indonesia masih di bawah beberapa negara ASEAN, seperti Thailand dan Singapura.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas di Jakarta, Senin (14/9), mengatakan dalam kompetisi wordskills internastional 2009 di Calgary, Kanada, beberapa waktu lalu, Indonesia mampu meraih poisisi ke-22 dari 50 negara peserta. Pelajar Indonesia yang ikut dalam 20 cabang lomba keahlian mampu mempersembahkan sembilan medali perunggu.

“Siswa kita sebenarnya mampu bersaing asal dipersiapkan dengan baik. Memang, kelemahan dari segi peralatan jadi salah satu halangan untuk bisa berprestasi dengan baik. Karena itu, kita mesti terus tingkatkan kualitas pembelajaran siswa SMK kita, baik dari segi infrastrukturnya di sekolah maupun mental siswa untuk maju dan mampu bersaing,” kata Joko.

Menurut Joko, berbagai bidang keahlian di SMK saat ini berkembang pesat dan bisa jadi keunggulan Indonesia. Permintaan lulusan SMK di bidang tertentu juga cukup tinggi, misalnya di bidang kecantikan, busana, instalasi listrik, kerajinan atau kriya logam, hingga teknologi informasi dan aplikasi software.

Fokus peningkatan mutu SMK juga dilakukan dengan pembekalan kewirausahaan. Siswa SMK tidak hanya diajarkan untuk terampil secara teknis, tetapi juga mampu untuk berwirausaha sehingga tidak tergantung sebagai lulusan pencari kerja.

Misalnya, di SMK Pertanian, siswa mesti bisa memanfaatkan produksi pertanian untuk dijual dengan nilai tambah produk. Demikian juga siswa SMK bidang keahlian perakitan komputer, mesti mampu merakit personal computer atau laptop yang bisa dijual ke kalangan tertentu.

Jack Dusserldrop, Presiden Wordskills International mengatakan masa depan dunia ini juga terletak di tangan generasi muda yang punya keahlian-keahlian spesifik. Kompetisi keahlian tingkat dunia memberi kesempatan buat siswa dari berbagai belahan dunia untuk menunjukkan daya siang dari pelatihan, persiapan, dan pengembangan keahlian selama ini.

Iklan

Responses

  1. Selamat bagi Dunia Sekolah Kejuruan, Bagaimanapun sumber daya manusia bangsa ini harus dipersiapkan sejak dini, dan SMK diharapkan dapat menjawab kondisi tersebut. Memang semuanya perlu dilakukan secara berkesinambungan, tidak semudah membalik telapak tangan, membutuhkan proses, tepai setidaknya mengikuti even seperti itu merupakan satu langkah untuk pencitraan SMK lebih lanjut…

  2. Apa yang diungkapkan bapak Joko sutrisno adalah suatu tingkat prestasi yang telah kita capai. Pencapaianya memang belum selevel negara maju. Namun kita betapapun kwalitasnya perlu apresiasi.
    Untuk kedepan kata kunci yang tidak boleh ditawar untuk kemajuan SMK adalah “sarana labor”
    Sarana laboratorium harus dilengkapi,sehingga memungkinkan setiap anak leluasa melaksanakan praktek. Disamping itu perlu diiringi dengan penambahan jam belajar di labor, tidak mengapa kalau ada jam belajar mata pelajaran tertentu dikurangi (tentu pertimbangan yang matang)
    Jangan berharap banyak kalau belajar di labor tidak memadai.
    wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: