Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Oktober 17, 2009

SWA Raih Perghargaan Prestisius tentang Desain Sekolah

SWA Raih Perghargaan Prestisius
tentang Desain Sekolah

Gedung Sinarmas World Academy (SWA) di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

SERPONG, KOMPAS.com –  Sinarmas World Academy (SWA) memenangkan penghargaan prestisius Project of Distinction Award yang diberikan the Council for Educational Facilities Planners International (CEFPI) dalam konferensi dunia di Washington DC, Amerika Serikat, belum lama ini.

Misi CEFPI untuk “meningkatkan tempat pembelajaran bagi anak-anak”. Kampus baru SWA menetapkan standar yang menarik perhatian semua pengunjung di seluruh dunia. Ini sesuai dengan visi sekolah yaitu menjadi pemimpin dunia dalam menyediakan edukasi abad 21 yang disempurnakan dengan keunggulan dalam teknologi informasi dan program laptop individu dari kelas 4 hingga kelas 12.

Arsitek Amerika Serikat, Fielding Nair International (FNI) sebagai Perencana Utama dan Arsitek Desain yang berkolaborasi dengan partner dari Indonesia, Suwandi Dharma, PT Metro Perkasa Cakrawala untuk membangun desain masa depan kampus SWA dari kelas kelompok bermain hingga SMA kelas 3 yang berfokus dalam menciptakan komunitas pembelajaran dan mempromosikan edukasi abad 21.

Foto Sinarmas World Academy juga dipajang pada sampul buku FNI edisi terbaru “The Language of School Design – Design Patterns for 21st Century Schools”. FNI juga telah bekerja sama dalam berbagai proyek sekolah di Amerika, Kanada, Thailand, India,
Australia, Cayman Islands dan Kazakhstan, akan tetapi menurut Randall Fielding, Chairman FNI, proyek Sinarmas World Academy merupakan ‘proyek yang paling menarik sampai saat ini dan telah menetapkan sebuah standar baru untuk desain sekolah abad 21 yang merupakan contoh utama dari penggabungan antara filosofi, teori dan praktek’.

Setiap pengunjung akan terkesan dengan kampus SWA dan akan berpikir apakah mereka sedang berada di pusat perbelanjaan atau sebuah perkumpulan/klub daripada di sebuah sekolah. John McBryde, CEO SWA, yang juga dikenal sebagai pelopor pembangunan Western Academy of Beijing dengan fasilitas yang membanggakan, percaya bahwa lingkungan merupakan sebuah hal yang penting dan memiliki dampak positif dalam pembelajaran.

Lingkungan sekolah yang kondusif
“Lingkungan yang kondusif mempengaruhi cara kita belajar dan bekerja. Pembelajaran memerlukan waktu konsentrasi dan fokus yang cukup lama, di dunia saat ini siswa harus lebih kreatif dalam mencari solusi dan tahu caranya bekerja sama. Di SWA, para siswa kami sangat senang untuk datang ke sekolah dan tidak terburu-buru pulang.”

McBryde berkata, “Ini merupakan komunitas pembelajaran yang nyata dimana guru, siswa dan orang tua dapat bergabung bersama-sama dan proses pembelajaran berlanjut meskipun jam belajar telah selesai.”

Kepercayaan seperti ini lahir dalam diri salah satu siswa seperti Jason Lee dari Taiwan, siswa kelas 9 (Grade 9) yang merasa ‘lebih dihargai sebagai individu dalam lingkungan seperti ini dan hal itu memacu dia untuk belajar lebih giat.’ Jason dan teman-temannya berharap sekolah lain dapat menjadi seperti SWA.

Kepala Sekolah SMA (High School), Robin Klymow mendengar dan mengalami perbedaan itu setiap hari dari orang tua dan siswa-siswa yang merasakan kesenangan yang selalu baru dalam belajar di lingkungan yang merangkul konsep komunitas pembelajaran dan yang menghormati dan menghargai pelajar serta area yang mendukung perbedaan instruksi cara pengajaran.

Dalam desain sekolah yang konvensional, para guru mengalami kesulitan dalam mengimplementasi beberapa cara pengajaran seperti tatap muka, kerja kelompok atau individu dalam ruangan bertembok yang penuh dengan kursi dan meja.

SWA memahami bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi dalam batas ruang kelas dan waktu, dan SWA menciptakan sebuah lingkungan pembelajaran yang secara natural sesuai dengan banyak model pembelajaran.

SWA menyediakan kemudahan bagi siswa dan guru untuk bekerja bersama dalam presentasi, diskusi, tukar pikiran, proyek, dalam situasi pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan menyediakan ruang-ruang yang saling berhubungan dan nyaman yang secara khusus didesain bagi masing-masing tujuan tersebut.

Desain SWA meliputi studio pembelajaran untuk pengajaran secara tradisional dan juga “Piazza” yang memungkinkan para siswa secara leluasa belajar dalam pembelajaran secara individu dan kelompok.

Dilengkapi teknologi nirkabel

Menurut Kathryn Young, Executive Principal SWA, “Setiap ruang di SWA merupakan ruang pembelajaran dan pengajaran, seperti layaknya dunia luar yang sebenarnya. Seberapa sering Anda melihat pertemuan bisnis di Starbucks dengan laptop, dokumen, dan kopi di atas meja? Seperti itulah kami. Orang bekerja dalam cara yang  berbeda. Cobalah minta seseorang untuk duduk memperhatikan papan tulis dan mendengarkan orang lain berbicara sepanjang hari, dan lihat apakah cara itu efektif. Di SWA, kafe, tempat istirahat dan ruang kelas merupakan tempat menarik dengan suasana belajar.”

Bukan hanya desain gedung yang menjadikan SWA berbeda, SWA adalah sekolah dengan teknologi tinggi dilengkapi fasilitas internet nirkabel di seluruh area dan semua siswa kelas 4 sampai dengan kelas 12 memiliki sebuah Apple MacBook terbaru yang disediakan sekolah.

“Apabila siswa sudah cukup dewasa untuk membawa laptop pulang, mereka diperbolehkan!” menurut Hamidah Abdul, kepala Sekolah Dasar, yang juga merupakan IB (International Baccalaureate) trainer dan seorang penguji sekolah. Ia sangat senang dengan adanya perbedaan dalam pembelajaran siswa di SWA melalui program laptop individual. “Untuk seorang ahli teknologi, pembelajaran dalam lingkungan digital adalah hal yang alamiah dan saya sangat menyukai betapa mudahnya bagi para guru untuk memperluas tingkat pemikiran para siswanya.”

Kampus SWA menyediakan komunitas yang luar biasa dengan lingkungan pembelajaran terfokus yang meliputi 4 pusat komunitas sekolah, Early Childhood, Elementary, Middle, and High Schools, yang berlokasi di sekeliling Library/Performing Arts Center.

The Arts Center menampilkan pusat galeri pameran yang berhubungan dengan teater ‘Trini Dewi’ dan studio musik, tari dan drama. Perpustakaan di lantai dua menampilkan berbagai literatur dan penelitian dan berlokasi di pusat sekolah dengan pemandangan area makan, toko dan pusat informasi Teknologi Informasi.

Semua gedung komunitas pembelajaran akan berpusat pada desain utama yang berada pada pintu masuk lobi atau café yang dilanjutkan dengan Piazza yang dikelilingi oleh ruang pembelajaran dan ruang untuk seminar dan ruang aktivitas. Setiap gedung mempunyai desainnya tersendiri yang sesuai dengan program dan tahap pengembangan siswa. Setiap gedung mempunyai tema tersendiri yang mencerminkan kebudayaan Indonesia, menjadikan setiap gedung mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri untuk dikunjungi.

Lingkungan yang alami sangat penting dan gedung-gedung menghadap lanskap taman-taman yang menarik. Penggunaan jendela kaca dapat memancarkan sinar matahari secara alami yang memasuki gedung-gedung. Gedung Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (Early Childhood) dan Sekolah Dasar (Elementary) dilengkapi dengan jalan setapak menuju ke Adventure Park, sebuah fasilitas lingkungan pembelajaran luar ruang yang menggabungkan permainan, pengembangan fisik, imajinasi dan pengetahuan.

Dalam bekerja dan belajar untuk waktu yang lama, kesehatan dalam lingkungan bekerja merupakan aspek penting. Penggunaan kaca memungkinkan semakin banyak cahaya alami di dalam ruang, dan mampu membawa pemandangan lanskap eksternal ke dalam lingkungan pembelajaran dan secara visual terhubung pada ruang-ruang pembelajaran. Ada banyak cara dan fokus untuk menyegarkan mata dan pikiran. Lingkungan SWA sangat kaya  secara estetika – dapat memacu dan membuat pembelajaran nyaman seperti berada dalam museum lingkungan hidup.

Perabot dipilih secara tepat untuk tujuan khusus, kenyamanan dan argonomis dan kemampuan untuk bergerak secara leluasa di ruangan secara terus-menerus didesain untuk memenuhi kebutuhan komunitas pembelajaran.

SWA mungkin akan dinominasikan kembali untuk penghargaan CEFPI tahun depan seiring dengan dimulainya pembangunan tahap berikutnya dari rencana utama pembangunan kampus yang meliputi Sports and Aquatics Center dan The ‘Da Vinci’ Design, Arts and Technology Center, yang direncanakan akan dibuka pada bulan Juli 2010.

Iklan

Responses

  1. oooooooh menarik sekali kapan bisa diwujudkan di Indonesia kami sangat rindu dengan itu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: