Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 4, 2009

Sudahkah Mengevaluasi Cara Belajar Siswa Berbakat Anda?

Sudahkah Mengevaluasi Cara Belajar Siswa Berbakat Anda?

shutterstock Ilustrasi: Apakah di lingkungan belajar Anda diperkenankan mengatakan, bahwa membuat kesalahan adalah kesempatan baik untuk belajar bersungguh-sungguh?

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengevaluasi suatu mutu pendidikan banyak

dipengaruhi oleh proses mendidik yang terkait erat kebutuhan mengembangkan dan membina bakat tertentu, yaitu keberbakatan kreatif, pada anak didik.

Namun, untuk mengevaluasi berbagai instrumen yang diperlukan dalam mengkaji

keberbakatan tersebut perlu ditetapkan pendekatan untuk mengakses keberbakatan itu sendiri.

Menurut Conny R.Semiawan, pemerhati pendidikan dan Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi UI, salah satu instrumen penting untuk mengevaluasi efektifitas lingkungan belajar anak berbakat adalah dengan menggunakan daftar pertanyaan yang mencakup cara/metode penting dari para pengelola dan guru yang menyiapkan lingkungan belajar tersebut.

Beberapa pertanyaan in misalnya, mungkin bisa dijadikan panduan untuk mengevaluasi pola pembelajaran Anda, khususnya pada anak-anak berbakat yang tidak berprestasi:

– Sudahkah Anda membantu siswa berbakat tersebut dan menyadari gaya belajar mereka?

– Sudahkah bertanya pada mereka, apa yang menjadikan mereka belajar secara efektif?

– Apakah lebih baik membicarakan dan menasehati anak berbakat tentang cara belajar tersebut, selain hanya isi mata pelajaran yang mereka pelajari?

– Apakah di lingkungan belajar Anda diperkenankan mengatakan, bahwa membuat kesalahan adalah kesempatan baik untuk belajar bersungguh-sungguh?

– Apakah Anda mengajarkan pembelajaran terbuka (open-ended),  yang memungkinkan lebih dari satu jawaban adalah benar?

– Diperbolehkankah siswa bertanya pada diri mereka sendiri, teman sebaya dan orang lain di kelas?

– Apakah siswa Anda terlibat self assesment?

– Apakah Anda mengembangkan sumber koleksi informasi website dan pusat sumber internal sekolah maupun eksternal?

– Bagaimana Anda menjelaskan, bahwa sumber-sumber tersebut benar bisa dimanfaatkan?

Iklan

Responses

  1. ——————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    —————————–
    Pertanyaan pertanyaan demi pertanyaan tersebut diatas gampang diucapkan, namun banyak guru yang mengalami kesulita untuk operasionalnya. Sebab pelayanan khusus untuk anak-anak berbakat pada kebanyakan sekolah sulit untuk dilaksanakan. Paling mudah dilaksanakan selama ini adalah bakat olah raga dan bakat kesenian, itupun pelaksanaannya tidak memadai. Tapi persoalan ini sangat penting sekali untuk jadi perhatian para pengambil kebijakan baik disekolah maupun pada tingkat kantor dinas pendidikan. Suka atau tidak suka pelayan khusus sesui bakat sudah seharusnya, kalau kita memang dituntut untuk maju.
    Kita tidak ingin tertinggal oleh “orang-lain”, semua upaya harus dicurahkan untu itu. Pengembangan bakat merupakan bahagian awal dari upaya merebut kemajuan atau untuk berkompetisi pada semua level. Tanpa pengembangan bakat, berarti mutiara terpendam tidak akan bernilai ekonomis. Pada hal itu adalah kekayaan.

    Memang penilaian terhadap anak berbakat sangat penting asalkan terpenuhi kondisi dan situasi yang memungkinkan. Diantaranya adalah:
    Tersedianya fasilitas atau perlengkapan laboratorium. Tersedianya buku-buku di Perpustakaan. Ada guru sesuai dengan bakat.
    Yang lebih penting lagi adalah bisakah sekolah membatasi jumlah anak perkelas misalnya tidak melebihi 20 orang, dan lain sebagainya.

    Perlu seorang guru mengetahui “sistem” kerja suatu kegiatan pembelajaran. Apa saja komponen sistem yang wajib ada dan penunjangnya. Waktu yang tersedia, atuaran-aturan dan kaedah-kaedah. Keterkaitan dengan pihak lain,misalnya dukungan orang tua atau masyarakat.
    Artinya apa, semua yang terkait dengan keharmonisan dan kelancaran sistem kegiatan pembelajaran harus berada dalam kondisi “memadai”.
    Kalau tidak spesifikasi seperti itu hanya tinggal pada teori semata (angan-angan).
    Saya mengingatkan pada pakar dan praktisi pendidikan, setiap ada ide dan gagasan sebaiknya harus jelas sasarannya, tingkat sekolahnya level mana , daerahnya dimana, bidang studinya apa. Sebab banyak diantara kita ingin ber-“cicincin permata”, Letaknya di jari mana, dimana pemakaiannya untuk kemana ?

    Saya ingat sebuah pantun waktu saya masih di SD tempo doeloe:

    “Berburu ke Tanah Datar
    Dapatlah rusa belang kaki
    Berguru kepalang ajar
    Bagaikan bunga kembang tak jadi”

    Itulah pesan saya, agar anak didik kita jangan menderita karena tidak sempurnanya pelayanan pendidikan. Biar sedikit, tapi bernas dan berguna.

    Wassalam
    Jalius
    Lubuk Buaya. November,09


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: