Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 16, 2009

Kisruh SMA 1 Padang SMA 1 Padang Batal Pindah, Pemko Bangun SMA 17

Kisruh SMA 1 Padang
SMA 1 Padang Batal Pindah, Pemko Bangun SMA 17

 

Padang Today- Polemik relokasi SMAN 1 Padang ke Belanti, akhirnya berakhir. Wali Kota Padang, Fauzi Bahar menegaskan, gedung SMAN 1 Padang tetap di Jalan Sudirman No 1.

 

” Dengan perasaan sedih, setelah mendengar berbagai masukan dari banyak pihak, saya memutuskan di lokasi Belanti 1,2 hektar itu dibangun SMAN 17. Kita akan menjadikan SMAN 17 sebagai SMA bertaraf Internasional,” ujar Fauzi.

Wako pun telah meminta kepada Kadis Pendidikan Nur Amin untuk menyiapkan SK panitia pembangunan SMAN 17.

” Saya juga ingin menambahkan nama sekolah itu SMA 17 Agustus, dengan semangat patriotisme 17 Agustus 1945,” ulas Fauzi.

Meski demikian, Fauzi menyatakan SMAN 1 Padang, juga SMA-SMA lainnya di Kota Padang, tetap menjadi kebanggaan bersama Kota Padang.

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia rencananya membantu relokasi pembangunan SMA 1 Padang dengan anggaran Rp 23 miliar, diatas lahan seluas 1,2 hektar di Belanti.

Akan tetapi mengingat banyaknya penolakan dari berbagai pihak, utamanya alumni SMA 1 Padang, Pemko akhirnya membatalkan relokasi SMA 1 Padang ke tempat tersebut.

————————-
Alumni SMAN 1 Padang menolak relokasi, kunjungi atau klik :
GERAKAN TOLAK RELOKASI SMA 1 PADANG

Iklan

Responses

  1. ——————————-
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————

    Sikap wali kota sudah bagus, baik dalam rencana pemindahan SMA 1 dan perluasan SMP 1. Ataupun merobah rencana sebagai SMAN 17 (agustus).
    Intinya adalah menambah dan meningkatkan kwalitas pendidikan anak negeri. Ujung cerita adalah kemajuan bangsa.

    Tapi yang “tidak bijak” adalah kegagalan memindahkan SMA 1 hanya dipicu faktor perseteruan “politik”, dengan dalih mempertahankan pusaka Belanda.

    Siapa yang untung dan siapa yang buntung ?
    Biar orang bijak yang memberi petuah.

    Demikian saja, mohon maaf.
    Wassalam.

  2. Menurut saya, dalam melihat dan menyikapi sesuatu, tidak harus melulu dipandang/dipertimbangkan dari segi keuntungan material/lahiriah semata.
    Kenapa ada tarik ulur / perseteruan dari berbagai pihak, yang kemudian diakhiri dengan keptusan Wali Kota Padang…saya berkeyakinan ada keuntungan-keuntungan lain yang hendak diraih/dipertahankan….yang jika dibandingkan dengan keuntungan lahiriah tadi mungkin keuntungan yg diperoleh…kalau kan tidak lebih paling tidak sama.
    Demikian dari saya…saya juga mohon maaf.
    wassalam

  3. ——————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————
    Dalam Al-Quran Allah menyatakan….”dalam khamar ada manfaatnya dan adapula mudharatnya. Tapi mudharatnya lebih besar dari manfaatnya bagi manusia”. itulah alasan untuk melarang minum khamar.

    Tentu orang bijak begitu pula timbangan akalnya.

    Banyak maaf.
    Wassalam

  4. Saya tidak akan menanggapi kontroversi pemindahan SMA 1 Padang, walaupun saya bertanya tanya sejauh mana wewenang Pemko dalam hal itu. Saya hanya memberikan dukungan kepada Pak Wako, pembangunan SMA 17 Padang di belanti sangat bagus, lokasinya sangat strategis dan nyaman, dengan catatan dibuat juga sekalian jalur evakuasi tsunami dari lokasi tersebut ke gunung panggilun (misalnya). Saya prediksikan SMA 17 Padang akan menjadi sekolah bertaraf Internasional dan prestasi Internasional, salut Pak Wako.

  5. Saya tidak akan menanggapi kontroversi pemindahan SMA 1 Padang, walaupun saya bertanya tanya sejauh mana wewenang Pemko dalam hal itu. Saya hanya memberikan dukungan kepada Pak Wako, pembangunan SMA 17 Padang di belanti sangat bagus, lokasinya sangat strategis dan nyaman, dengan catatan dibuat juga sekalian jalur evakuasi tsunami dari lokasi tersebut ke gunung panggilun (misalnya). Saya prediksikan SMA 17 Padang akan menjadi sekolah bertaraf Internasional dengan prestasi Internasional, mudah2an dari sekolah ini ada yg mendapat nobel dan jadi penemu, salut Pak Wako.

  6. 1. kalau mau bangun baru, lalu yg lama mau di apakan?
    2. untuk membangun baru bangunan yg katanya tahan gempa 10 SR itu tentu akan memakan waktu, lalu bagaimana nasib siswa yg saat ini membutuhkan tempat agar secepatnya belajar dengan kondisi yg normal lagi?.
    3. apa tidak akan mubazir kalau di bangun baru dengan terburu-buru, agar siswa cepat bisa belajar dengan baik, ternyata hancur dan tidak bisa di pakai lagi karena gempa yg cukup dahsyat lagi.

    • Tidak jadi sma 1 di relokasi, jadi 3 pertanyaan saudara hans tidak relevan lagi.

  7. saya minta pada pak walikota agar sma 1 padang pindah ke belanti…

    saya sbg siswa sma 1 tidak sanggup utk belajar di sekolah dgn kondisi spt skrg…

    saya harap sakali agar sma 1 padang pindah ke belanti..

    jangan dengarkan alumni sma 1 padang

    karena yg belajar dan merasakan nya siswa sma 1 pdg bukan alumni…

    terima kasih…..

  8. Saya heran dengan Pemda. Kenapa dia mau saja menerima apa yang dikatakan oleh para ‘nostalgics’?

    SMA 1 Padang itu sekarang untuk apa? Untuk tempat mendidik anak sekolah sekarang, atau untuk pemuasan kangen-kangenan para alumni?

    Apapun yang menjadi keputusan dengan pembangunan SMA (ganti SMA 1 atau dirikan SMA yang baru) tidak masalah. Yang penting daya serap SMA di Padang tidak terjejas oleh akibat gempa.
    Bangunan baru harus dibangun tahan gempa, lokasi yang lebih baik ditinjau dari berbagai aspek dan pertimbangan, dan tentunya harus menjadi sekolah yang bermutu, memenuhi kebutuhan masarakat ‘intelektual’ kota Padang.

    Mau diberi nama SMA 1 (pengganti) atau SMA 17 terserah. Setelah bangunannya jadi, manajemen dan segala pengaturannya harus diserahkan ke tangan pendidik, yaitu orang yang memahami seluk-beluk pembelajaran bagi siswa SMA. Pilih guru terbaik yang berdedikasi tinggi untuk mengabdi di situ.
    Kalau itu yang dilakukan, maka Pemda terhindar dari berbuat dosa kepada pendidikan kota Padang.

    Masarakat harus gigih ‘mendesak’ pemerintah untuk tidak membangun gedung sekolah secara asal-asalan seperti apa yang telah dilakukan di “Sentral Pasarraya Padang”, bekas terminal Goan Hoat. Sekarang, per-angkotan menjadi amburadul; bangunan toko yang didirikan di atas bekas terminal itu telah rontok sebelum berusia dua tahun.

    Wassalam.

  9. ————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————
    Terima Kasih Pak Fekrynur.

    Ada dua hal yang perlusayatambahkan,

    1, Kalau SMAN 1 Padang dapat dipindahkan, berarti dapat untung 2 , yaitu SMAN 1 dapat berkembang maksimal dengan prasaran dan sarana yang memadai. Disamping itu juga SMPN 1 Padang dapat pula dikembangkan maksimal.

    2. Kalau tidak dapat pindah berarti kita memperoleh kerugian 2 pula, yakni SMAN 1 dan SMPN 1 Padang akan menjadi kerdil dalam jangka panjang, sebagai basis nostalgia.

    Banyak maaf, supaya kita jadi orang beriman.
    Wassalam
    Jalius.

  10. Ada pertanyaan penting dari saya untuk pengambil kebijakan pendidikan; mengapa tidak semua sekolah saja dibuat berstandar internasional? walaupun fasilitasnya sederhana, tapi dengan menekankan penguasaan aspek prestasi dan inovasi, saya yakin sekolah dapat disebut sekolah level internasional, dan kita bisa melakukan ini untuk menjadi contoh bukan ?

  11. Baa kok indak sado sakolah se di planning an bastandar internasional.

  12. —————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————–
    Nyo baitu ko ma Pi, Tantu nan ka ma angkek gensi awak nan di dahuluan. Epi kan lai sakampuang jo awak, jaan bagageh bana.

    Wassalam

  13. Manuruik awak beko pak, sarancaknyo awak menekankan standar internasional tu ka kualitasnyo, misalnyo penguasaan terhadap ilmu pengetahuan berdan teknologi, kemampuan ber inovasi serta kepribadian yang beretika dan berkarakter, jadi walaupun bangunannyo sederhana atau tampeknyo tasuruak kalau ado penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan ber inovasi serta berkepribadian yang beretika dan berkarakter maka sekolah tu pantas manjadi sakolah internasional, ciek lai pak pendidikan bukan untuak gengsi, apolagi gengsi kampuang, objektif kecek urang inggirih.

  14. —————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————–
    ambo saju senyo jo Epi, Tapi nan paralu diketahui ciek dek Epi, jaman kini jaman “globalisasi”. Lai tau Epi “globalisasi” tu aratinyo persoalan ketek nan dipagadang, sahinggo tahu urang sadonyo.

    Kalau amuah ma-ambiak tuah ka nan manang, ma-ambiak contoh ka nan lah sudah, cubo caliak dek Epi tokoh nasional dari kampuang awak nan ba reputasi Internasional, di maa sikolanyo ? kan indak ado nan bataraf Internasional do. kan itu nan objektif kecek Epi ndak ?

    Wassalam
    Jalius.HR

  15. 1). Pak jalius epi manayabuik objektif adolah respon epi terhadap postingan apak yg iko:

    “Nyo baitu ko ma Pi, Tantu nan ka ma angkek gensi awak nan di dahuluan. Epi kan lai sakampuang jo awak, jaan bagageh bana.”

    Epi ambiak poin2 pernyataan pak jalius : gengsi jo sakampuang, kaduo hal itu kalau dihubungkan jo pendidikan indak masuak ka esensi pendidikannyo doh.
    Nan dek epi pendidikan yg objektif tu yg ado hubungannyo jo esensi pendidikan, seperti: penguasaan iptek, inovasi, kepribadian dan dedikasi untuk kemanusiaan.

    2). Epi ndak setuju jo definisi globalisasi versi apak do, manuruik epi definisi apak multi interpretasi, ko epi kutip dari wikipedia definisi globalisasi:

    Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

    3). Tentang pernyataan apak yg iko:

    “Kalau amuah ma-ambiak tuah ka nan manang, ma-ambiak contoh ka nan lah sudah, cubo caliak dek Epi tokoh nasional dari kampuang awak nan ba reputasi Internasional, di maa sikolanyo ? kan indak ado nan bataraf Internasional do.”

    Epi bapikia proporsional, apo2 sajo parameter keberhasilan pendidikan, awak masuakan kasadonyo dan awak nilai berdasarkan prioritasnyo.
    Nan dek epi iptek tu untuak semua, indak didedikasikan untuak kelompok tertentu doh, lagian manuruik epi dalam hal iptek baik berupa penemuan baru maupun inovasi alun adoh urang awak yg jadi tokoh lai, kalaupun adoh jan didedikasikan untuak awak sajo tapi untuak siapapun yg membutuhkan (iko bisa dihubungkan jo objektif).

  16. Kalau manuruik epi objektif tu yg berhubungan dengan esensi pendidikan pak misalnya penguasaan iptek, inovasi, kepribadian dan dedikasi untuk kemanusiaan.

    Kalau awak maambiak tuah ka nan manang, maambiak contoh ka nan lah sudah, tantu standarnyo yg berlaku umum, yo yg model epi sabuikan tadi: penguasaan iptek, inovasi, kepribadian dan dedikasi untuk kemanusiaan, dengan rendah hati epi manilai urang awak alun punyo tokoh mumpuni di bidang2 yg epi sabuikan tadi, dengan standar internasional tantunyo, nah awak bisa merintisnyo dengan membenahi pendidikan awak dan hasilnyo awak dedikasikan untuak sia sajo yg membutuhkan, indak pandang, suku, ras dll ^_^

  17. ————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    —————————–
    Yooo tarimo kasi banyak Pi, ambo ruponyo nan salah sambuang. Untuang lai Epi uleh carito tu, iyo ba-itu, kan lai batambah jaleh dek kawan-kawan nan cintonyo ta-tuang ka E-Newsletter ko.

    Maafkan kasalahan ambo yo Pi

    Lai ado ciek nan takana dek ambo Pi, Ado insinyur urang awak nan mambuek jalan di kab,50 kota jalan ka Pakan Baru, Tampeknyo ambo lupo namonyo, ado inovasi konstruksi jalan. Jalan bisa dibuek gadang, dalam rimbo, tapi indak marusak lingkungan do. Baitu teknologinyo Pi, Mungkin pak Zul nan di E-N ko tau urang nyo tuma.

    ado lo ciek lai, yo sakadar contoh, kabanyo anak pak Usman Gaos, inyo ketek baru, lah santiang pulo inyo jo komputer, kabanyo urang japang saluik ka inyo.

    Jaan cameh bana, banyak mutiara tabanam alun di kaluakan lai. Pado suatu saat nantik, awak ma ekspornyo……nan paralu yakin.

    Sekian se dulu, baisuak awak sambuang baliak.
    Wassalam.
    Jalius HR

  18. Epi pun yakin setiap urang punyo potensi pak, dan EPI SANGAT MENGAPRESIASI POTENSI YANG DIRINTIS DENGAN NIAT YG TULUS DAN KERJA KERAS SERTA PENGDEDIKASIAN UNTUAK KEPENTINGAN URANG BANYAK SAHINGGO BERBUAH PRESTASI, APAPUN BIDANGNYO, APAPUN LATARBELAKANG PRIBADINYO, yg penting baa potensi tu dapek berkembang secara maksimal dan sakali lai didedikasikan untuak kepentingan urang banyak.

    Sakali lai epi tekankan indak penting saluik2 dari urang do pak, kalau bantuak itu masih ado jo potensi pengdedikasian untuak hal2 yg indak objektif.

    Alurnyo epi buek bantuak iko pak:

    Persiapan input (tugas lingkungan):

    1. Menciptakan lingkungan yg kondusif bagi kelahiran generasi yg unggul
    2. Membina generasi yg unggul tersebut dalam lingkungan yg kondusif

    Output yg diharapkan:

    Generasi unggul yang mampu menguasai IPTEK,bisa berinovasi,memiliki kepribadian yg beretika dan berkarakter serta berdedikasi untuk kemanusiaan.

    Untuak beberapa waktu kedepan mungkin epi ndak bisa online rutin, mungkin diskusi awak agak ngadat, tarimokasih.

  19. ——————–
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————
    Tarimo kasih Pi, walau saketek pikiran Epi tu paralu untuak dunia pendidikan.

    Ambo mandoakan, Mudah-mudahan Epi dilapangkan Urusanyo dek Allah, mudah-mudahan dilain waktu bisa nyambuang baliak.

    Wassalam.
    Jalius. HR

  20. akhirnya sma 1 padang pindah juga ke belanti, pelajaran berharga dalam mengambil keputusan

  21. Beberapa hari yg lewat saya menonton acara ttg psb online di salah satu stasiun tv, ada satu kutipan yg ingin saya tanggapi: “yang memberi label sekolah favorit adalah masyarakat”, sekarang mari kita analisa, untuk memberikan label tersebut tentu masyarakat memerlukan alasan, misalnya kualitas guru dan fasilitas yang nantinya dapat mempengaruhi kualitas murid, nah tidakkah ada peranan pemerintah dalam pengkondisian kualitas guru dan fasilitas tersebut?

  22. Hari ini tanggal 17 Juli 2010 saya menonton acara seleksi penerima beasiswa dari prasetya mulya buisness school di metro tv, SAYA MENGECAM DENGAN SANGAT KERAS DAN SANGAT PRIHATIN atas ucapan salah satu juri sebagai berikut: DALAM PENDIDIKAN HARUS ADA YANG GAGAL DAN YANG BERHASIL, saudara saudara ucapan juri tersebut berarti pengkondisian dari awal atas gagal berhasilnya pendidikan seseorang, ingat arti dari kalimat tersebut adalah pengkondisian di awal, bukan penilaian setelah proses, anda dapat bayangkan jika juri tersebut memiliki otoritas tertinggi dalam dunia pendidikan; dia akan menetapkan harus ada orang orang yang gagal dalam pendidikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: