Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | November 25, 2009

Ujian Nasional Dilarang BSNP: UN Penting untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ujian Nasional Dilarang
BSNP: UN Penting untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Indra SubagjadetikNews

Jakarta – Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) masih mempelajari isi putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi pemerintah terkait ujian nasional (UN). Namun ditegaskan pelaksanaan UN penting untuk pendidikan nasional.

“Ujian Nasional sangat penting. Tanpa Ujian Nasional kualitas tidak bisa diukur secara nasional, hanya lokal saja,” ujar anggota BSNP Mungin Edi Wibowo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (25/11/2009).

Hasil putusan MA pada 14 September itu memang, seperti putusan di pengadilan tinggi dan pengadilan negeri yang meminta agar UN dilakukan dengan peningkatan kualitas guru serta sarana prasarana belajar.

“UN dilakukan untuk meningkatkan pemetaan mutu program satuan pendidikan dan juga sebagai proses seleksi, juga UN bisa sebagai bahan pertimbangan dan pemberian bantuan kepada yang sudah lebih ataupun masih kurang,” urainya.

Menurut Mungin, pihaknya belum menerima amar putusan itu, namuan setiap tahun pihaknya berupaya memperbaiki UN. “Yang namanya ujian ada yang lulus, ada yang tidak. Yang tidak lulus artinya kompetensi belum mencapai yang ditetapkan,” terangnya.

Pelaksanaan UN pun hanya melaksanakan Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, di mana pada pasal 63 tentang standar nasional pendidikan, penilaian belajar dilakukan oleh guru, kemudian oleh satuan pendidkan sekolah, dan yang ketiga oleh pemerintah melalui UN.

“Dan dilakukan untuk menilai kompetisi peserta didik antara lain pada mata ilmu pengetahuan dan teknologi. Lulus ujian juga bagaimanapun bergantung pada anak belajar sungguh atau nggak, guru-guru memenuhi syarat atau tidak dan apakah belajar di kelas sudah sesuai materi dalam kurikulum,” tutupnya.

Iklan

Responses

  1. Ujian nasional mempunyai tujuan pemetaan memang ideal, tetapi ketika dikaitkan dengan kelulusan akan menjadi persoalan. Pelanggaran dilakukan secara berjamaah mulai siswa, guru, dan Kepala Sekolah.
    Untuk memperkecil pelanggaran, Ujian nasional jangan digunakan sebagai satu-satunya penentu kelulusan, tetapi hanya “salah satu”. Aturan penentuan lulusan di tingkat SD/MI cukup bagus. Sekolah relatif tidak membantu siswa karena kelulusan ditentukan oleh Sekolah. Akan bagus kalau tingkat SMP/MTs, SMA/MA dan SMK menggunakan pola yang sama.
    Ujian Nasional berfungsi (1) pemetaan sekolah, (2) salah satu syarat penentuan kelulusan dan (3) pertimbangan melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi.
    Semoga kita semua semakin bijak menyikapi UN guna meningkatkan kualitas pendidikan

  2. memang harus ada suatu standar kelulusan siswa sehingga mutu pendidikan nasional tetap pada standar yang telah ditentukan. Mengapa harus tidak jujur……..:)

  3. ———————-
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————-
    Yth, Bpk Abdullah Sani

    Sebaiknya yang paling utama difikirkan adalah, bagaimana upaya mencegah kecurangan, hukum apa yang harus diterapkan bagi pelanggaran”.

    Kalau sistem UN yang harus dihapus, itu bermakna membela “pencurang”.

    Saya bertanya melalui media ini “mana yang lebih berbahaya akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan UN, dari pada kecurangan yang meraja lela di lembaga pendidikan ?

    Semoga kita menemukan yang terbaik dalam berfikir dan bertindak.

    Wassalam.
    Jalius di Lubuk Buaya.

  4. Ujian Nasional sangat perlu, untuk menjaga mutu pendidikan secara nasional. Hanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. terutama dalam penilaian. saya mengususlkan agar sistim penilaian untuk ujian nasional memasukkan nilai ujian proses juga anak selama mereka , yaitu nilai siswa selama belajar pada bangku pendidikan tersebut seperti, nilai semester . Sehingga Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh hanya nilai UN saja.
    semoga bermamfaat

  5. UN sejatinya sangat ideal untuk mengukur kualitas hasil belajar (pendidikan). Meskipun tidak semua mata pelajaran di UNkan sebab pemerintah sangat memperimbangan keterbatasan kemampuan anak, sekolah maupun negara.Persoalannya, ketika wilayah pendidikan itu intervensi oleh ranah politik, yang terjadi politisasi hasil UN dan berimabas pada peningkatan pendidikan yang sangat semu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: