Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Desember 22, 2009

ICW: Wajib Curiga, Kenapa UN Ngotot Dipertahankan?

ICW: Wajib Curiga, Kenapa UN Ngotot Dipertahankan?

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tingkat pelaksanaannya, Ujian Nasional (UN) masih menemui banyak masalah, khususnya pada siswa. Sementara dari sisi alokasi anggarannya pun tidak pernah terbuka kepada publik dan dievaluasi secara menyeluruh dan mendasar.

Besarnya keinginan pemerintah untuk tetap mempertahankan UN dan menyelenggarakannya hingga tahun ajaran 2010/2011 ini patut dikatakan cukup mengherankan. Satu hal yang perlu diamati adalah pada aspek anggaran.

Demikian hal itu dikatakan oleh Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan di Jakarta, Selasa (22/12/2009). Menurutnya, proses anggaran untuk UN begitu tertutup, padahal komponennya banyak.

“Kenapa UN ngotot dipertahankan, kita wajib curiga, Mendiknas harus memperjelas penggunaan uang itu, karena dilihat dari prosedur operasional standar (POS), anggaran UN itu tidak hanya dikelola oleh pemerintah (Depdiknas),” ujar Ade.

Ade mengatakan, anggaran UN sangat besar, mulai dari APBN, APBD, bahkan dari masyarakat juga ada. Dia bilang, jika dihitung-hitung bisa mencapai Rp 1 triliun.

“Keterbukaan pemakaiannya itu yang mesti didorong, karena selama ini tidak pernah terbuka dan disosialisasikan ke masyarakat. Temuan kami, banyak guru yang terlambat mendapatkan anggaran UN sehingga harus meminta pada orangtua murid. Begitu dana itu turun, uang dari orangtua murid tidak dikembalikan, itu kan masalah,” ujarnya.

Keterbukaan

Tahun ini, pemerintah telah menganggarkan dana Rp 572,850 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan UN 2010 dari tingkat SD hingga SMA/sederajat. Biaya tersebut sudah termasuk biaya pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) bagi murid SD, madrasah ibtidaiyah (MI), serta SDLB dan Paket Kesetaraan.

“Biaya tersebut untuk pelaksanaan Ujian Nasional, termasuk di dalamnya biaya untuk sosialisasi, pembuatan soal, yang ditujukan baik untuk pusat maupun daerah,” ujar Mansyur Ramly, Kepala Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional, di Kantor Departemen Pendidikan Nasional, Selasa (8/4/2009) silam, di situs resmi Depdiknas.

Mansyur menjelaskan, untuk tingkat SD, misalnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan UN mencapai Rp 54,6 miliar. Jumlah tersebut ditambah biaya sosialisasi untuk pelaksanaan UN sebanyak Rp 27,6 miliar.

Sementara itu, untuk pelaksanaan UN SMP membutuhkan dana sebanyak Rp 189,6 miliar, sedangkan SMA sebesar Rp 120,4 miliar. Dana sosialisasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan UN tingkat SMP hingga SMA mencapai Rp 18,8 miliar.

“Dana ini (Rp 18,8 miliar) sudah termasuk biaya untuk pembuatan soal,” ujar Mansyur.

Guna memperlancar pelaksaan UN tingkat sekolah menengah (SMP dan SMA) pemerintah juga menganggarkan dana sebesar Rp 57,9 miliar bagi Tim Pemantau Independen (TPI).

Menanggapi data tersebut, Koordinator Indonesia Budget Center (IBC) Arif Nur Alam mengatakan bahwa pada akhir pelaksanaannya, anggaran tersebut tidak pernah diumumkan dan dievaluasi. Dia menduga kuat, ada sesuatu yang bersifat keuntungan di balik tetap digelarnya UN.

“Namun, agak kesulitan untuk membuktikannya, karena Depdiknas tidak pernah mengumumkan total anggaran yang dihabiskannya untuk pelaksanaan UN,” ujar Arif.

Arif menyayangkan bahwa tidak ada keinginan Depdiknas untuk membuka persoalan ini ke publik. “Kalau ini tetap dipaksakan tanpa kejelasan alokasi, maka patut diduga ada sesuatu sehingga ada keinginan pemerintah untuk mempertahankan UN,” ucapnya.

Iklan

Responses

  1. Kok seperti kagak tau aja di UN itu ada U A NG. Ada ungkapan di daerah Manggarai NTT ‘Data ngara ndala, sawi ata lele langkang’ yg kurang lebih artinya: (Orang lain yang memiliki jala, namun keranjang dan sekalian dengan ikannya adalan milik oran lain).
    Puisi lama dengan lagu baru pak
    maju proyek!

    catatan:
    Bagi teman guru yg mau mendownload RPP & silabus silahkan kunjungi gratis kok dan bukan proyek


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: