Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Januari 12, 2010

Puncak Jaya dan Global Warming

Puncak Jaya dan Global Warming

Oleh : Jalius.HR

Jalius HR. Dosen FIP Univ. Negeri Padang

Salah satu isu yang berkembang secara tendensius dewasa ini adalah tentang pemanasan global (global warming). Banyak para ahli merasa cemas. Karena kecemasan tersebut mereka kasak-kusuk kesana-kemari berseminar untuk berdiskusi. Mereka berharap dampaknya dapat diminimalisir.

Tidak tanggung-tanggung, banyak kepala negara ikut pula melakukan KTT Bumi, di Tokyo, di Bali dan Kopenhagen terakhir bulan Desember tahun lalu. Presiden Obama dari Amerika Serikat juga ikut ambil bagian, sebagai bukti lain Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono juga terpaksa harus hadir.

Salah satu dampak pemanasan global tersebut yang mereka cemaskan adalah mencairnya lapisan es di kutub utara dan selatan bumi. Mencairnya lapisan es tersebut menimbulkan kenaikan permukaan air laut. Ini juga mereka buktikan dengan sudah adanya beberapa pulau kecil-kecil yang berkurang luasnya. Dahsyatnya abrasi juga sebagai argumentasi mereka.

Sungguhpun demikian sampai saat ini penulis tetap saja menyangsikan pemanasan global tersebut. Ada berbagai kejanggalan yang tidak disadari oleh banyak orang. Kejanggalan tersebut menyangkut fakta-fakta pendukung isu yang mereka usung.

Para pembaca dan analis yang budiman.

Dilain pihak perlu disadari dan difahami berdasarkan studi literatur, bahwa sampai saat ini ada tiga gunung yang terletak di daerah khatulistiwa masih saja diselimuti oleh salju abadi. Tiga gunung tersebut adalah Puncak Jaya di Indonesia, Gunung Kalimanjoro di Tanzania dan Cayambe di Equador.

Berdasarkan teori atau hukum fisika, bahwa untuk mencairkan es memerlukan temperetur (panas) lebih tinggi jika dibandingkan dengan panas yang diperlukan untuk melelehkan salju.

Dengan kata lain bila terjadi kenaikan suhu permukaan bumi, lapisan salju yang ada di tiga gunung tadi tentu saja terlebih dahulu lenyap sebelum gunung-gunung es yang ada di kutub utara dan selatan mencair.

Banyak juga diantara kita yang mengetahui bahwa di puncak pegunungan Himalaya ( mount Efferets) dan El Chanten Bajo Nubes Patagonia yang terletak di daerah “sub tropic” (temperaturnya lebih tinggi dari daerah kutub) juga dilapisi oleh bongkahan es. Harusnya juga sudah habis mencair karena volumenya sangat sedikit jika dibandingkan dengan gunung es yang ada di kutub utara dan selatan.

Fakta lainya adalah, bila memang telah terjadi kenaikan suhu permukaan bumi yang menyebabkan mencairnya lapisan es tesebut tentu juga badai salju yang melanda USA, Eropa dan Cina bulan yang lalu tidak terjadi. Seharusnya yang terjadi adalah badai dan hujan saja., dan juga tidak membekukan sungai Elbe di Jerman.

Di daerah kita juga masih sering kita lihat awan atau kabut yang berhawa dingin menyapu puncak-puncak bukit barisan, seharusnya sudah menghilang karena awan tersebut meninggi.

Oleh sebab itu penulis pantas curiga ada apa di balik isu Global Warming ?

Demikian saja, semoga bermanfaat untuk mengembangkan penalaran.

Lubuk Buaya. Januari 2010-01-11

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: