Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 2, 2010

Kiblat Sholat Diduga Geser 0,7-1 Derajat

Beberapa masjid di Indonesia diduga mengalami pergeseran arah kiblat. Diduga, bergesernya arah kiblat ini disebabkan karena pergeseran lempeng bumi.

Baca berita terkait di Kompas.com [klik disini]

Iklan

Responses

  1. Nah, silahkan cek kiblat masjid anda, dengan mempergunakan/pelajari di website berikut :

    http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/

    atau

    http://www.qiblalocator.com/

    Catatan : Kita harus mempunyai peta terbaru, peta terbaru juga bisa didapatkan pada “google earth berbayar”

    Google Earth tersedia dalam tiga lisensi yang berbeda :

    Google Earth (versi free/gratis): memiliki fitur dengan kemampuan terbatas.

    Google Earth Plus (versi berbayar $20 ): memiliki fitur tambahan dari pada Google Earth (free).

    Google Earth Pro (versi berbayar $400 per tahun): versi ini memiliki fitur yang lengkap dari pada yang Google Earth free maupun Google Earth Plus dan biasanya digunakan untuk keperluan komersial.

    Untuk dapat menjalankan Google Earth, komputer harus dengan Operating System (OS) Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Kemudian harus punya softwarenya, software dapat didownload :

    download disini Google Earth
    download disini Google Earth Plus
    download disini Google Earth

    Saat menjalankan Google Earth pertama harus connect dengan internet (online), saat connect dengan internet kita bisa simpan file ( my place as) sehingga saat kita tidak online tetap bisa menjalankan Google Earth tapi hanya file yang tersimpan saat online yang bisa dilihat.

    Wassalam,
    Zulfikri.
    http://bursa-arsitektur.blogspot.com/

  2. ——————–
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————–

    Persoalan arah Kiblat adalah persoalan klasik.
    Alat dan alasan perdebatannya semakin banyak saja. Kalau kita di Indonesia tidak “tepat” arah kiblat waktu shalat tidak akan berdosa, yang salah dan mungkin berdosa adalah yang tidak menghadap ke “arah kiblat”.

    Sampai saat ini saya berkeyakinan bahwa kalau di Indonesi alat ukur yang “pasti” untuk mengukur arah biblat belum ada. Yang digunakan kebanyakan adalah ” kompas” sekarang muncul pula “foto satelit” akurasinya sama-sama belum bisa di “pastikan”.

    Kalau “kompas” kemukinan biasnya sangat besar. Demikian pula fito satelit. Siapa yang biasa memastikan posisi “Tukang fofo” nya ? berapa derajat tingkat kemiringanya dan berapa Km jarak satelit dari permukaan Bumi ? dlsb.

    Saya memberi saran kepada kita semua
    yang suka mengatakan arah kiblat sudah berobah atau bergeser., sebaiknya ambil saja satu
    helai benang yang panjang, salah satu ujungnya pegang di tempat anda shalat dan satu ujungnya lagi ditarik sampai ke Ka’bah (diMekah). Barang kali begitu yang bisa dikatakan “Pasti”.(selamat mencoba )

    Kalau tidak, ya ikuti saja “arah yang sudah diyakini”. Kita tidak perlu repot bagaikan menghasta kain sarung dan menimbulkan dampak kekacauan dibeberapa Masjid. Karena pro dan kontra akibat pakar hisab yang ilmunya masih dalam keraguan.

    ……”Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”….Yunus 36.

    Demikian saja semoga, ada manfaatnya, amin

    Wassalam
    Jalius.HR

  3. Waalaikumussalam wr, wbr.

    Menurut saya penentuan arah kiblat bukanlah permasalahan klasik tapi ianya adalah suatu usaha dalam meningkatkan sain dan iptek kita. Disini jelas Islam mempelopori pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk mendirikan shalat saja Islam harus didukung oleh oleh ilmu pengetahuan seperti ilmu astronomi. Karena menghadap ke Kiblat adalah prasyarat syahnya shalat.

    Nah, karena Pak Jalius meragukan kepastian penetuan arah Kiblat, apakah kita tidak disuruh berusaha untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan ?, atau terima dan yakin saja dengan persoalan klasik ? seperti yang Bapak jalius maksudkan ?

    Hal yang tidak mungkin rasanya kita merentangkan benang sampai ke Kakbah !, hee, hee..hee apakah Pak Jalius ini serius ?

    Tapi yang lebih masuk akal secara klasik adalah dengan mepedomani bayang matahari pada tanggal dan waktu seperti yang disampaikan oleh DR. Thomas Djamaluddin pakar astronomi dan astrofisika sbb:

    Thomas, mengemukakan bahwa ada penentuan arah kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas kota Mekkah.

    Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.

    Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.

    Cara ini menurutnya paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.

    Mohon maaf wassalam,
    Zulfikri.
    http://bursa-arsitektur.blogspot.com/

  4. —————————–
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————-

    Terima kasih Pak zul

    Pembaca E-N yang budiman. Rupanya Pak zul sedikit agak emosi. Tapi ndak apalah, kita sekarang sedang diskusi. semoga kita menemukan persamaan fikiran pada “satu objek”.

    Objek analisa kita adalah “alat ukur” arah kiblat.
    Rupanya perbendaharaan Pak zul ini bertambah banyak saja, sekarang ditambah lagi dengan “bayangan mata hari “. Pertanyaan saya dalam berfikir tetap saja pada soal akurasinya.

    Pak Zul, Mana yang tinggi tingkat akurasi alat ukur dibawah ini :
    1. Menggunakan Kompas.
    2. Menggunakan Foto satelit.
    3. Menggunakan bayangan Mata hari.

    sehingga kita tahu tingkat ke “pastiannya”. Dan umat bisa pula meninggalkan alat ukur yang memang sudah jelas tidak akur.Mungkin akan agak jelas bila Pak Zul tulis tersendiri dalam bentu artikel..

    selamat berargumentasi Pak Zul.
    Salam rindu Pak Zul, karena kita belum juga ketemu, walau rumah kita berdekatan. Banyak maaf,

    Wassalam
    Jalius HR

    • Waalaikumussalam, wr. wbr.
      Pak Jalius Yth,

      Saya tidak emosi tapi sangat serius.

      Keakuratan ketiga alat/cara penentuan kiblat yang Bapak sampaikan tsb diatas semuanya dapat mencapai keakuratan, hal ini tergantung dari jenis alat (kompas) yang dipakai dan kemampuan dalam meng-operasionalkannya.

      Dengan mempergunakan peta (photo satelit, seperti mepergunakan photo satelit di http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/ ) dalam mendapatkan sudut (azimuth) arah ke kiblat berdasarkan Latitude dan Longitude lokasi, pada akhir penentuan/aplikasinya dilapangan tentunya kita kembali mempergunakan alat kompas.

      Yang paling mudah bagi orang awam tentunya seperti cara yang disampaikan oleh DR. T. Djamaluddin yang saya kumukakan diatas. Kita sama sekali tidak mempedulikan/mempergunakan photo satelit dan kompas dalam aplikasinya dilapangan, tapi hanya mempergunakan sebatang tongkat yang didirikan tegak lurus kebumi, perhatikan bayangannya, bayangan tersebut tentunya pasti mengarah ke kakbah, dengan syarat waktu harus akurat seperti yang dipersyaratkan oleh DR. T. Djamaluddin pakar astromi dan astrofisika tsb diatas.

      Contoh mempergunakan photo satelit dan kompas:
      Buka website : http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/
      Ketikan lokasi pada kotak “lokasi yang diinginkan” umpamanya: Padang klik search (gambar kaca pembesar)
      Perbesar peta dengan mempergunakan tanda tambah (+)
      kita cari lokasi “Masjid Raya Sumatera Barat” di persimpangan Jl. Kh. Sulaiman dan Jl. Raden Saleh, dengan memperbesar dan menggeser kiri kanan peta dengan mouse.

      Nah kita dapatkan data sbb:
      Latitude : 0.92562° LS ( Lintang ) 0°55’32” LS
      Longitude : 100.36165° BT ( Bujur ) 100°21’42” BT

      Sudut Arah Kiblat
      Azimuth : 294°41’18” Desimal : 294.69° Dari U ke B : 65.31° Dari B ke U : 24.69°

      Maka untuk meng-aplikasikannya dilapangan maka pergunakanlah kompas, atau alat ukur Theodolite
      Keakuratannya akan ditentukan oleh alat yang dipakai dan the man behind the kompas atau theodolite.

      Artikel lengkap tentang “dasar hukum dan penentuan arah kiblat” dapat dibaca klik disini

      Wassalam,
      Zulfikri
      http://bursa-arsitektur.blogspot.com/

  5. ———————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا ت
    —————————
    Mo kasi Pak Zul

    Kalau begitu bagusnya kita memakai a-kur bayangan mata hari. Berarti metoda nya sudah siap untuk di “sosialisasikan”.?

    Tapi ada lagi sedikit yang akan ditanaya sama Pak Zul, Kalau metoda ini di sosialisasikan penanggung jawab metoda ini siapa ?
    Sehingga nanti orang bertanya dapat kita jawab.

    Saya senang dengan Pak zul in, darinya saya dapat ilmu walau sedikit tapi bagus.Terima ksih Pak Zul semoga bermanfaat. Suka duka pak zul di E-N ini membuat saya betah jua mengikutinya.

    Wassalam
    Jalius.HR

  6. Waalaikumussalam, wr. wbr.

    Pak Jalius Ysh,

    Mothoda penentuan/cek arah kiblat dengan bayangan matahri telah tercantum dalam materi-materi kuliah ilmu falak, bahkan dosen ilmu falak IAIN Imam Bonjol telah pernah menulis pula artikel tentang metode ini di beberapa surat kabar di Padang pada tahun-tahun lalu.

    Untuk sementara penanggung jawabnya adalah para-para pakar astronomi salah satunya adalah Bpk DR. Thomas Djamaluddin staf peneliti LAPAN, dan penanggung jawab/admin website Rukyatul Hilalal Indonesia, karena telah menulis metode ini di websitenya, baca artikelnya dengan sub topik “Istiwa A’zam – Matahari Istiwa di Atas Ka’bah

    Wassalam,
    Zulfikri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: