Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 12, 2010

Multi Media Interaktif

Multi Media Interaktif

By :  Desmalinda
Guru R-SMA- BI negeri 10 Padang

Penggunaan Multi Media Interaktif pada saat ini sangatlah menunjang pembelajaran di kelas jika di gunakan dengan tepat dan effisien. Karena dengan Multi Media Interaktif alam nyata benda besar bisa diperkecil dan di masukan kekelas, dan benda kecil pun bisa diperbesar sehingga teramati dan anak dapat berinteraksi dengan media yang kita gunakan sesauai dengan kreatifitas dan daya serap anak, anak dapat melakukan interaksi berulang dan dapat mengkreasikannya sesauai dengan daya nalar dan daya kreatifitas anak sendiri.

Media interaktif yang baik dalah media yang dibuat sendiri oleh guru di sekolah masing-masing, karena sesaui KTSP setiap sekolah berbeda penerapannya, jika di buat oleh guru masing-masing naka si guru dapat menyesuaikan media intraktifnya dengan anak dan kebutuhannya di sekolah nya masing-masing.

Menunjang pembuatan media interaktif di maksud maka disini di perlukan inovasi dan daya kreasi dari para guru kita, dan juga sangat di perlukan keterampilan penunjang pembuatan program media interaktif tersebut.

Untuk memberdayakan guru membuat media interaktif salah satu usaha dari Disdikpora adalah melakukan pelatihan yang di adakan beberapa kali. Tapi sayang saat ini program ini sudah ndak ada lagi, padahal guru-guru yang
dilatih itu ndak cukup dua atau tiga kali pelatihan saja untuk dapat membuat
sebuah media interaktif yang baik. Guru-guru yang di latih baru mulai bisa
membuat program media inter aktif, tapi kegitannya telah terhenti, untuk membuat guru trampil perlu program pembinaan berkelanjutan.

Disini saya menghimbau bagi guru yang pernah dilatih mari kita terus berkreasi walaupun tertatih-tatih dalam membuat media interaktif ini, mari kita saling berbagi aja, karena media ini mang baik untuk anak didik kita.

Maju Terus Pendidikan Sumatera Barat Khususnya Dan Indonesai Umumnya

Iklan

Responses

  1. ——————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا ت
    ————————–
    Ada satu hal yang sangat penting diperhatikan dari fikiran Buk Linda ini, yakni soal gap-tek guru-guru.
    Buk Linda itu barang kali karena ia adalag ngajarnya di SMA 10 mungkin Gap-teknya sudah minim. Tapi saya melihat di SMA lain seperti dua SMA di Lubuk buaya, wah gurunya masih sja belum tahu dengan internet, guru SMP juga demikian. Apa lagi guru di kampung saya tu di lunang silaut. atau kampung teman saya di ujung gading pasaman sana.
    Banyak guru belum punya komputer, ini mukin sarana modrn erat kaitannya dengan kocek. Tapi …..keterampilan untuk membuatat media interaktif tidak ada, itu juga bukan persoalan mudah, walau kelihatannya gampang.
    saya juga setuju dengan saran Buk linda itu agar pelatihan harus dilakukan, tidak perlu berulang-ulang, cuku satu kali per gugu tapi tuntas. Kalau ada kemajuan sang guru akan mampu mengikutinya.
    Yang perlu saya ingatkan adalah intrukturnya harus orang yang profesional. Agar hasilnya bagus.

    Peroalan ini tidak perlu diseminarkan pula, harusnya jangan ditunda kalau ingin maju.

    wassalam
    Jalius.HR

  2. Waalaikumussalam, wr. wbr

    Pak Jalius dan Netter Ysh.

    Kalau persoalan sarana dan prasarana saya rasa pada saat ini bukan lagi persoalan yang rumit. Karena pemerintah sudah beransur-ansur memfasilitasi diantaranya :

    1) Sudah banyak sekolah di fasilitasi komputer serta koneksi gratis melalui proyek milyaran JARDIKNAS

    2) Bagi guru pegiat MGMP sudah ribuan mendapat pelatihan dan koneksi gratis (schoolnet personal speedy) dari depdiknas.

    3) Sudah banyak guru dilatih dalam hal pembuatan media.

    Menurut saya yang menjadi persoalan adalah mindset dari Bapak dan Ibu guru saja lagi yang harus kita tunggu, apalagi bagi guru yang telah menerima rapel tunjangan bagi guru yang telah bersetifikasi tidak menjadi persoalan untuk membeli sebuah laptop dalam rangka meningkatkan kualitas PBM.

    Satu lagi menurut saya adalah untuk dapatnya TIK menjadi media dalam pembelajaran adalah pengawasan serta dorongan dari Dinas-dinas Pendidikan baik Kab/Kota maupun Propinsi.

    Apakah mungkin kiranya Dinas-dinas Pendidikan dapat mendorong guru untuk memanfaatkan TIK untuk pembelajaran sedangkan dirinya cuek saja dalam memaksimalkan penggunaan TIK, dengan kata lain aparat di dinas pendidikan saia tidak mau meng-upgrade kemampuannya di bidang TIK atau multimedia interaktif.

    Sebagai bukti “mailinglist PAKGURU ONLINE” ( http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/ ) yang telah berdiri sejak Desember 2004 dan telah beranggotakan sampai saat ini sebanyak 1300-an, hanya Bapak Fekry saja yang aktif berpartisipasi sebagai aparat Dinas Pendidikan Propinsi (sebagai pengawas sekolah)

    Dan Dinas Propinsi Sumatera Barat saja tidak malu meng-online-kan websitenya yang tidak terkelola (silahkan klik : http://www.sumbar.diknas.go.id/drupal-6.2/ ) dan tidak salah Komisi X DPR mengktisi JARDIKNAS ( baca : https://enewsletterdisdik.wordpress.com/2010/01/23/komisi-x-dpr-kritisi-jardiknas/ )

    Mohon maaf, wassalam.

    Zulfikri
    http://inspiratif2008.blogspot.com/

    Note :
    Bahan-bahan pelatihan animasi multimedia :
    http://www.4shared.com/u/qrzsgqv/45c01647/ZULFIKRI.html

    Bahan-bahan pelatihan TIK untuk Pembelajaran :
    http://www.scribd.com/people/documents/1470226?from_badge_documents_button=1

  3. Buat Buk Linda
    Pemanfaatan Media Pembelajaran… sebenarnya
    sudah merupakan kewajiban bagi seorang guru
    bila ingin menjadi guru yang Jabatannya saja adalah Profesional Guru .
    namun apa yang kita lihat ( maaf ) guru pada saat ini banyak
    yang melaksanakan tugas pokoknya hanya sebatas
    melunasi kewajiban…saja ( masuk kelas pakai jurus tangan kosong seperti Shollin turun gunung ) .
    Sebaiknya kita..mulai dari yang termudah dan kalau sudah terbiasa kita akan.. mengatakan kurang…….??
    Tapi bila guru dan kepala sekolah sudah bilang susah…ya apalagi yang akan kita perbuat semuanya jadi sulit….( Staknasi )

    Media Pembelajaran :

    1. Ada yang telah disediakan oleh Alam sekitar
    kita.
    2. Ada yang harus kita buat :
    a. Progam yang sudah ada di buat
    Pustekkom Jakarta.
    b. Konten Lokal dibuat Baltekkomdik
    Sumbar.
    c. Oleh Guru bila dimerasa program
    yang sudah ada belum dapat
    menjelaskan materi yag akan
    diajarkan. ( atau guru ingin punya
    situs sendiri ) kebijakan sekolah.

    Saran, gunakan apa yang ada dahulu
    lalu kita akan merasa kurang……

  4. Terima kasih P’ Jalius dan P’ Zul atas tanggapannya,
    Saat ini yang kita butuhkan memang dukungan, pengawasan dan dorongan serta program yang jelas dan terarah dari Dinas-dinas Pendidikan baik Kab/Kota maupun Propinsi.

    Wassalam
    Desamlinda

  5. ————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    ——————————–
    Wah makin fokus juga si-kon yang dipersoalkan.
    Selama ini saya mengira, rupanaya ada bukti, bahwa persoalan kemajuan pembelajaran sebenaranya bukan terletak pada lengkapnya fasilitas, tingginya tingkat pendidikan guru atau tingginya pangkat atau jabatan, akan tetapi sangat tergantung pada “kepribadian” sang guru.

    Didalam kepribadian guru salah satunya seperti yang diungkap oleh pak Zul yakni mindset nya.
    Barangkali ini yang perlu diperhatikan lebih serius
    oleh Pak Fekrinur dan kawan-kawan.
    Melalui pengamatan, yang saya lakukan sikap mental tersebut semakin hari semakin tidak baik perkembangannya. Terlambat pembenahan banayak pihak yang dirugikan.
    Itu pula penyebab apa yang dikeluhkan Buk Linda dan juga Alkabri. Sikap mental guru kebanayakan tidak mendukung istilah “profesional”. Sehingga betapapun S2, S3 nya guru tambah lagi magang sana magang sini, tetap terkendala oleh sikap mental tadi.Maaf saya tidak melupa yang telah serius dengan profesinya.
    DI UNP saya banyak ketemu dengan guru-guru yang mengikuti program S2 dan juga S3, saya sering “mengorek” motif mereka. Kesimpulan semetara yang saya dapatkan adalah (dengan menggunakan bahasa beliau-beliau itu)…”kok indak manyambuang,…hei nyo giliang awak dek kawan ”
    Saya belum mendengar dari mereka semisal….. dewasa ini ilmu semakin berkembang, terasa ilmu saya semakin berkurang, atau belum menguasai materi ajar dengan baik…..dsb.
    Pertanyaan juga perlu saya ajukan disini, adakah lebih baik kinerja dan iklim kerja sang guru yang telah melanjutkan pendidikan dari sebelumnya ?
    Jadi antara penggunaan media dangan sikap mental juga berkorelasi.
    Demikian saja demi kemajuan pendidikan sumbar.
    Wassalam
    Jalius,HR

  6. Klo multimedia interaktif saya dah banyak membuatx, cuma kykx pemakaianx mmg tergantung daerah, dan kondisi, mari kt buat group guru2 wat media interaktif, oh y skrg saya aktif ngajar fisika d smpn1 padang panjang

  7. Bagus informasi blog ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: