Oleh: Redaksi e-Newsletterdisdik | Februari 13, 2010

Magang LN Mau Dihentikan, Tahun 2011 (?)

Magang LN Mau Dihentikan, Tahun 2011 (?)

Oleh : Drs. Fekrynur, M.Ed.
(Alumni Curtin University, 1997)
Pengawas Sekolah Disdikpora Sumbar

Silahkan saja, kalau memang dirasa tidak ‘menguntungkan’ dunia pendidikan Sumbar.

Tapi sebelum ketok palu pembungkam kegiatan ini dijatuhkan, tidaklah arif kita, rasanya, kalau tidak mengkaji kenapa program ini diadakan mulai tahun 2008 silam. Mengapa tadinya program magang yang baru sempat mengirim 52 guru MIPA RSBI Sumbar ini mau dihentikan? Apa alasannya? Adakah cara lebih jitu untuk mengenalkan pembelajaran bermutu dan berwawasan internasional yang lebih baik bagi guru RSBI?

Kalau ‘sigai’ mau diganti tangga; atau tangga mau ditingkatkan menjadi lift atau elavator itukan tidak mengapa? Sepanjang tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui program SBI seperti yang ‘diangan-angankan’ Undang-undang nomor 20, tahun 2003, mengapa tidak!?

Program magang jangan sampai dihentikan dengan program yang telah kita ‘tinggalkan’ dua tahun silam; berupa pelatihan-pelatihan tak terukur di hotel-hotel, yang dilaksanakan oleh berbagai satker dengan pola ke-proyekan – sekedar untuk mencairkan dana dari tahun ke tahun. Pola penataran seperti ini malah set back, kemunduran dari apa yang didapat para guru sebelumnya melalui Program Pemantapan Kerja Guru (PKG) dan MGMP.

Sampai dengan pertengahan 1990an kita punya PKG, yang lebih terarah dengan dana dari APBN, dan pelaksanaannya dikontrol Depdiknas dan Kanwil, masa itu. Sehabis program PKG ini, para guru dilayani dengan berbagai macam pelatihan yang bersifat sporadic, dan masing-masingnya tak ada saling ko-ordinasi. Bahkan, seorang pejabat Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Propinsi sempat dibingungkan dengan berbagai penataran yang jalan ‘sendiri-sendiri’ di luar ko-ordinasinya. Yang saya maksud dengan ko-ordinasi, di sini, adalah; pemilihan substansi apa yang akan ditatarkan, pilihan narasumber yang tepat, anggaran, waktu dan tempat kegiatan apakah cukup akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menuju peningkatan mutu menjadi yang diingini.

Program magang guru rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) ke Australia mempertemukan guru Sumbar dengan para pengajar bermutu di Negara OECD itu, langsung di ruang kelas di hadapan murid mereka. Ini bukan penataran, bukan pula studi banding (sekedar datang untuk melihat-lihat). Saya setuju program ini harus dievaluasi. Mengevalusi sesuatu tidak harus dilakukan di bawah ancaman penghentian.

Sumbar beruntung sudah punya link dengan Australia Barat. Akankah ini kita tinggalkan?

Yakinkah para pengambilkeputusan di Sumatra Barat bahwa kita akan bisa meningkatkan RSBI menjadi SBI tanpa belajar dan kerjasama dengan pihak asing? Wallahu ‘alam…

Artikel terkait :


Responses

  1. Kalau Program magang ke Ausi dihentikan sangat di sayang kan, karena kita akan rugi banyak dan un tung satu.Untung hanya dalam Masalah dana dan akan rugi dalam peningkatan mutu guru RSBI
    Magang ke Ausi keuntungannya bahasa english sainsnya akan terkoreksi, karena kita tahu english sain tidak sama dengan english umum, kita akan mendengan langsung english sainnya dari natifspeker, kesalahan yang kita lakukan akan terlihat jelas di sana. Profesionalisme gurunya yang tinggi akan terimbas kepada kita ketika mereka jadi pamong kita, Kita akan terimbas dengan metoda pembelajaran yang mereka gunakan, bagai mana menerapkan suatu konsep kepada anak dengan berbagai macam motode yang mereka gunakan, kita juga bisa mempelajari kurikulum yang mereka gunakan, dan cara mereka menentukan penjurusan pada siswa mereka, dan ujian akhir yang mereka lakukan serta disiplin kita akan meningkat dengan melihat disiplinya kehidupan di sana.dan banyak manfaat lainnya.
    Satu hal yang perlu kita ingat saat ini menurut data HDI yang di keluarka Wikiipedia Australia menempati peringkat pertama.
    Saya setuju ama P’ Fekry Kalau mau dievaluasi prgram ini sangat bagus sekali, karena apapun program yang kita buat untuk melihat kemajuannya maka program harus di evaluasi, bukan di hilangkan tapi harus di tingkat kan kerah perbaikan setelah di lihat dari hasil evaluasi yang kita lakukan

    wassalam

    Desmalinda

  2. ———————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
    —————————
    Terkait dengan pernyataan P’ Fekry dan tanggapan Buk Linda, ada dua hal yang perlu sy sampaikan;
    pertama, kalau sekembali guru-guru kita dari magang ke Australia semua guru akan mengalami kesulitan menerapkan ide yang diperoleh. Hal ini terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk suatu ide sistem Australi, yakni beban studi siswa di Indonesia terlalu banyak, akibatnya kemampuan anak berkembang serba tanggung. Di Australia beban studi anak tidak banyak, dampaknya mereka bisa terkonsentrasi untuk meningkatkan mutu, dengan menggunakan berbagai metoda dan strategi belajar. Gurunya mengajar punya waktu yang memadai dan keleluasaan yang menyenangkan.
    Disamping itu berbagai peraturan dan kebijakan dipihak sekolah atau dinas, tidak kondunsif, sehingga menjadi ganjalan bagi guru untuk berbuat lebih banyak. Akibatnya tidak akan kelihatan beda efektifitas dan efesiensi pembelajaran antara guru yang ikut magang dengan yang tidak atau sebelum magang.

    Kedua, Kalau guru pergi magang tentu saja banyak yang dilihat, secara pribadi tentu guru benyak bertambah pengalamannya. Namaun yang menjadi persoalan bagi kita adalah perolehan guru yang harus diimplementasikan dalam pembelajaran. Mengingat cosnya (saya kira tidak kurang dari 20 juta per-orang), mana yang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan program lain. Misalnya dana tersebut dibelikan untuk laptop lengkap dengan modemnya, guru yang diseleksi mendapatkannya ? Dan proyektor untuk menyangkan vidio, seperti vidio “membuat generator sederhana” yang ada di E-N itu.
    Tentu saja penuh perhitungan untuk hari ini dan juga hari esok. Pak Fekri tentu ada pula rasionalitasnya. Yang jelas kita harus berpacu dengan waktu dan kwalitas.
    Yang terpenting bagi kita adalah dana untuk itu harus selalu ada. Ada atau tidaknya program magang program lain pun harus “disiapakan”, tidak satu jalan keroma kan begitu kata orang bijak.

    demikian, Wassalam
    Jalius, HR

  3. Program magang ke LN.

    Bila suatu progam yang sudah dilaksanakan tentu ada masalah dengan program tersebut ?

    Misalnya sudah berakhir memang dari semula direncanakan sampai disitu.

    Bisa juga dihentikan apabila telah dievaluasi bahwa program dimaksud lebih banyak faktor negatifnya dari pada faktor positifnya.
    ( perlu dipertanyakan perencanaanya )

    Tapi bila lebih banyak faktor positifnya
    maka program ini wajib kita sokong agar tetap eksis demi kemajuan pendidikan di Ranah Minang yang kita cintai ini.

    bak pepatah rang tuo,, Ambiak contoh ka nan sudah ,ambiak tuah ka nan manang.

    salam,

    Alkabri

  4. Terima kasih atas tanggapan, ibuk dan bapak-bapak atas Pengiriman Guru RSBI Magang ke Australia.

    Semoga bapak-bapak, para pengambil keputusan dapat mempertimbangkan dengan matang semua masukan sebelum mengambil putusan apapun terkait dengan usaha memajukan pendidikan di Sumbar khususnya tentang proses mengubah RSBI menjadi SBI yang masih menjadi ‘mimpi’ kita.

    Menurut saya, terlalu banyak aspek yang harus di-prakondisikan sebelum kita benar-benar bisa meraih posisi ‘memulai SBI’. Ini semua tentu memerlukan (cost) biaya material dan moril.

    Tahap ini, kita masih jauh dari itu. Satgas yang akan terjaga siang dan malam untuk memikirkan dan mencari sikap yang benar dan konsisten menuju SBI ini, masih belum ada di Disdikpora Sumbar. Yang ada baru Kabid SMP/A/K yang memikirkan segalanya, semua SMP SMA dan SMK yang ada di Sumbar, negeri dan swasta. Kerja mereka terlalu besar skopnya. Karenanya, pasti tidak akan bisa berpikir tajam dan spesifik dalam usaha menciptakan masing 19 SBI SD, SMP, SMA, dan SMK, sesuai dengan jumlah kabupaten kota.

    Wallahu alam.

    Fekrynur

  5. ———————
    —————————
    اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا ت
    —————————-
    Pak Fekry, ysh ” La tahzan ”

    Yang sangat penting saran saya adalah pak Ferkry dan kawan-kawan jang sampai patah semangat, RSBI itu wajib secepat mungkin terwujud. Itu untuk memelihara kemanakan kita agar tiak terlantar dikemudian hari, kita harus bepacu dengan waktu dan kwalitas.
    Saya menilai tetap saja semua yang telah kita lakukan adalah sebagai masukan yang berharga dan penting walau belum di evaluasi, walau sedikit tapi sangat penting.

    Nah sekarang, bagi saya pemerhati dan juga pelaksana proses pembelajaran, walau evaluasi menyeluruh belum dilakukan, namun saya melihat persoalan pokok yang belum segera rampung addalah prakondisi RSBI.

    Kalau memang program magang dihentikan, tapi yang telah berlalu itu sudah cukup memadai untuk dijadikan panduan atau sebagai masukan, artinya apa, dari perolehan magang kita akan tahu apanya kita yang belum punya mungkin kita harus ujudkan dengan cara kita sendiri. Atau kita sudah punya atau belum sempurna. Misalnya kata Buk Linda dan kawan kawan, kemampuan “bahasa sain” kita lemah. Mari kita kumpul perolehan mereka yang akan dijadikan bahan masukan manajemen. Kita bisa nggak mengupayakannya dengan jalan lain untuk meningkatkannya. Ini sangat penting, kedepannya tak harus hanya dengan magang, tapipu boleh. Misalnya lagi sistem administrasi dan pola pengelolaan atau manajemen.
    Kita tidak terlalu terfokus pada berlajut atau tidaknya program magang, tapi lebih fokus pada bagian mana dari persiapan prakondisi yang harus segera tuntas. Yang menjadi dasar berfikir kita juga adalah Model dan sistem SBI itu nantinya jangan sampai terujud “sistem boros”. maksudnya semua komponen sistem hanya bisa terujud dengan biaya tinggi dan juga proses bisa jalan juga dengan biaya tinggi. Saya meminjam istilah direktur pertamina sekarang “Kenapa kita memakai diesel yang haus Dolar”. Tapi dalam persiapannya tentu saja hal yang demikian tidak bisa di hindari. Karena dalam persiapan terkadang ada komponen yang bongkar-pasang dan bahkan ada yang diganti. Dalam hal ini kita perlu sangat hati-hati memahaminya. Terkadang disaat komponen harus diganti, sisitem ngadat alias tidak jalan dengan baik, jangan serta merta kita menilainya “gagal” atau orang yang mengelolanya dibilang tidak becus.
    Kemudian lagi peroalan seperti itu jangan dilempar ke ranah publik,. Nanti ditanggapi oleh orang bisnis lain lagi persoalan yang muncul.

    Kita sepakat juga dengan Alkabri, bacamin ka nan lah sudah maambiak tuah ka nan manang. itu iya, tapi hati hati memahaminya. sebagai contoh yang menarik cukup tepat juga barang kali yakni, persoalan IPTN saat dijabat oleh Bj Habibi.
    hampir semua orang diluar Industri strategis menilai proyek itu mubazir, tidak mengherankan lagi pernyataan itu juga didukung oleh negara maju. Sekarang hasilnya membanggakan ibu pertiwi. Tapi pokok persoalan kan kita (pemimpin kita) yang tahu. Untung dan ruginya kita yang tahu.Lebih-lebih yang dihadang adalah masa depan yang padat dan ketatnya persaingan.

    Demikian untuk sementara, mohon maaf P’Fekry dan p’ zul, karana pribadinya sering saya sebut.
    Wassalam
    Jalius. HR

  6. Guru mat dan sains magang ke Ausie bukanlah pelesiran seperti banyak disangka orang lain. Mereka belajar bgm menggunakan bhs inggris untuk mengajarkan mat dan sains. Sekarang tergantung pemerintah, apakah guru-guru alumni magang ini mau dimanfaatkan atau tidak ? Mereka sudah siap untuk bekerja.Kami tidak setuju program ini di stop. Kalau misalnya boros biaya, mungkin perlu dipikirkan bentuk format kegiatan yang hemat sehingga tidak memakan biaya yang banyak. Tetapi tidak mengurangi manfaat yang diperoleh.
    Kemudian menjalin hubungan baik dgn negara maju seperti Ausie bukanlah perkara gampang. Karena itu janganlah disia-siakan kesempatan yang sudah ada ini. Bahkan berkat hubungan baik ini, sudah ada kawan bule kita dari Ausie mau mengajar di Sumatera Barat ini dengan gaji lokal. Namanya Gerald Thomas. Masalah ini sedang diproses oleh Pak Fekry. Terima kasih.

  7. ass,,,benar ngaak pak,,,akan ada lg guru magang ke australia…aq pengen ikut pak,,syaratx apa n testx seperti apa…magang bgn,,sangat berguna ,buat guru2 n peningkatan mutu pendidikan di kampuang kito,,,semoga kegiatan ini berkelanjutan,pls pak,,,send me term n condition


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: